Telinga dan pendengaran
- Wednesday Apr 14,2010 09:13 PM
- By san
- In Gelombang Bunyi
Pengantar
Seandainya manusia tidak punya telinga… dunia akan terasa sangat sepih. Bersyukurlah kalau saat ini kita punya telinga dan bisa berfungsi dengan normal. Ada orang yang dilahirkan tanpa telinga atau bahkan tidak bisa mendengar karena telinga tidak berfungsi dengan normal…
Kali ini gurumuda mengajakmu untuk berkenalan dengan telinga manusia, bagian-bagian telinga dan bagaimana cara kerja telinga manusia. Penjelasannya tidak mendetail tapi cuma gambaran kasar saja… cara kerja telinga secara lebih mendetail bisa dipelajari di jurusan teknik pertubuhan.
Bagian-bagian telinga
Telinga dibagi menjadi tiga bagian yakni telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam (lihat gambar). Telinga luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga dan saluran telinga. Telinga tengah terdiri dari gendang telinga (timpani), tulang pendengaran (tiga tulang kecil yang diberi julukan martil, landasan, sanggurdi) dan saluran eustasius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut. Telinga dalam terdiri dari 3 saluran setengah lingkaran yang berperan untuk mengendalikan keseimbangan dan rumah siput.

Cara kerja telinga manusia
Ketika gelombang bunyi nyasar di telinga luar
, gelombang bunyi kemudian merambat sepanjang saluran telinga hingga mencapai gendang telinga (timpani). Ingat ya, gelombang bunyi merupakan getaran yang merambat baik melalui medium padat, cair maupun gas. Dalam hal ini medium yang dilalui oleh gelombang bunyi akan merapat dan merenggang sepanjang arah perambatan gelombang bunyi. Bayangkan saja seperti pegas yang merapat dan meregang jika didorong maju mundur… Untuk persoalan di atas, ketika gelombang bunyi merambat sepanjang saluran telinga, udara yang berada dalam saluran telinga sebenarnya merapat dan meregang atau bergerak maju mundur. Udara yang bergerak maju mundur tersebut akan menggerakkan udara yang berada di depannya. Demikian seterusnya… udara sendiri tidak merambat, udara cuma bergerak maju mundur saja… karena udara yang bergerak maju mundur tersebut menggerakan temannya, temannya kemudian menggerakan lagi temannya yang ada di depannya maka akan timbul getaran yang merambat sepanjang udara tersebut… Nah, udara yang ada di dekat gendang telinga selanjutnya menggetarkan gendang telinga… tentu saja gendang telinga bergetar. Getaran gendang telinga ini selanjutnya diteruskan ke telinga bagian dalam (lewat jendela oval) melalui tulang martil, landasan dan sanggurdi… namanya aneh-aneh
Getaran yang merambat lewat jendela oval selanjutnya melewati saluran vestibular hingga mencapai saluran timpani. Antara saluran timpani dan saluran vestibular terdapat sebuah saluran yang diberi julukan pembuluh rumah siput. Pembuluh rumah siput dan saluran timpani dipisahkan oleh sebuah membran yang diberi julukan membran basilar. Duh, namanya makin aneh saja
nah, pada membran basilar ini terdapat “organ corti” yang berisi puluhan ribu ujung syaraf. Jadi organ corti ini menempel di membran basilar… nah, gelombang bunyi yang melewati saluran timpani tadi akan menimbulkan riak pada membran basilar dan organ corti yang berisi puluhan ribu ujung syaraf… jadi pada membran basilar dan organ corti inilah energi yang dibawa oleh gelombang bunyi diubah menjadi impuls listrik yang selanjutnya dikirim ke otak melalui syaraf pendengaran… duh, ribet ya ? proses bagaimana sehingga otak bisa menerjemahkannya menjadi bunyi dkk gurumuda belum atau tidak tahu
begitu ribetnya proses mendengarkan
Kalau dirimu mau menambahkan dipersilahkan…
Referensi :
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penebit Erlangga.
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Ada 28 Komentar
wah bagus ini,
sebenarnya bagian yang paling penting dari telinga adalah lubang telinga nya
knp cuma lubangnya aja yg plg penting fan ?
wahahahaha…. kalo lubangnya nggak ada kan organ pendengaran lain nggak ada gunanya
trimS p guru muda. saya banyak baca tulisan
makasih
sama2 pak…
Ok, Tank’s Bro…
baik sekali, trimakasih ‘guru muda’
biasa aja kali Wahyu
sama2
telinga itu penting y untuk mendengar,
mari rawat telinga kita. trims guru san
same2 putra… sori putra, komentarmu selalu dideteksi sbg spam jd gak langsung masuk ke hlaman komentar… mgkn emailmu sdh didetek sbg email spam. kalo mau komentar langsung muncul, nanti gunakan email yg beda saja…
kejam buat yg pake bot aja
Satpam gurumuda baik kok
jadi,, harus membuat email baru??
jhat amat mpe perlu mendeteksi komentar ana??
komentar it kn asyik,, tpi klo mpe bgni………
nanti putra coba komentar lg dgn email yg sama…
guru san, ternyata di dalam telinga itu ada juga alat gamelan yach?
ty ………
semoga aja bermanfaat untuk anak2 sma saya kiraitu berlebihan untuk siswa bagusnya itu ntk anka kuliahan .
best regards,
jhon
wahhh.. kalau salah satu bagian dalam telinga gak berfungsi, bisa berabe dung pendengarannya….
thank”s,tuk semua informasi yang bp berikan saya jadi pengen banyak belajar lagi tentang fisika.oh ya klo boleh saya tau knapa bpk bsa tertarik dengan ilmu fisika bukan yang lain?kan ribet?
he2… awalnya paksa belajar tanpa rasa tertarik. Setelah banyak belajar, akhirnya kenal dgn fisika. Setelah kenal, jatuh cinta
terimakasih atas penjelasannya, tetapi klo d orang yang tuli tu gmn???
apakah tidak ada udara didalm????????
^_^
maksih bnyk kpd gurumuda tlh bnyk menymbangkan ilmunya
makasi ya…
untuk infonya…
salam kenal, nice blog, sob. Content blog kita saling melengkapi nih. Kunjungi blogku ya. Terima kasih.
makasih dah kunjungi… td dah ronda malam
pak guru, gmn klu terlalu sering menelpon, apa dapat mengganggu ato merusak telinga? temksh… pak… guru..
makasih guru muda,,,
maju trs y,,,
iya kezia
slm sejahtera.. di bagian bawah telinga/bagian leher sebelah kiri terjadi penggembungan. akibat nya pendengaran saya terganggu alias merasa tertutup. selain itu saya mengalami demam akibat penggembungan itu. sekira dpt di jabarkan apa penyebab nya.. saya blm ke tht.
Mau tanya dund,ad ga sich istilah stroke pendengaran??truz kalo telinga kita tiba2 ga bs denger ap sich kemungkinan terburuknya?padahal wkt hilang pndengaran ga ad sakit ap2(udah +- 1bln),trus kalo tjadi disfungsi rmh siput msh ad penanganannya ga?hehehe maap ya bnyk tanya,thankz..
makasih dah ksh informasi mga kanh jd guru trbaik selamanha
Tinggalkan pesan