Tekanan dalam Fluida
- Tuesday Dec 30,2008 07:57 AM
- By san
- In Fluida Statis
Pengantar
Pernah minum es teh atau es sirup ? wah, jangankan es teh, semua minuman botol dan minuman kaleng pernah disikat
saking kehausan, botol dan kalengnya juga dijilat… hehehe.. pisss.. maksud gurumuda, pernahkah dirimu meminum minuman menggunakan pipet alias penyedot ? kalau belum, segera meluncur ke warung atau toko terdekat dan bilang saja pada pelayan toko atau warung makan : “pak/bu.. boleh pinjam pipet sebentar ?…” Jangan lupa bawa uang receh untuk membeli seandainya permintaan anda di tolak. Setelah ada pipet, silahkan pergi ke ruang makan, ambil segelas air bening dan lakukan percobaan kecil-kecilan berikut ini… biar lebih keren, kali anda minum air putih (atau air bening ?) menggunakan pipet alias penyedot.. Nah, air putih kini terasa lebih nikmat. Setelah puas minum, sekarang coba anda masukan pipet tadi ke dalam gelas yang berisi air, lalu angkat kembali pipet tersebut. Apa yang anda amati ? biasa saja tuh..
Oke.. sekarang, silahkan masukan pipet sekali lagi ke dalam gelas yang berisi air. Setelah itu, tutup salah satu ujung pipet (ujung pipet yang berada di luar gelas) menggunakan jari telunjuk anda. Nah, coba dirimu angkat pipet itu sambil tetap menutup lubang pipet bagian atas. Sulap fisika dimulai… aneh bin ajaib. Air terperangkap dalam pipet ? kok bisa ya ? waduh… bagaimanakah saya menjelaskannya ? gampang…. Ingin tahu mengapa demikian ? mari kita pelajari pokok bahasan Tekanan dengan penuh semangat. Setelah mempelajari pokok bahasan tekanan, dirimu akan dengan mudah menjelaskannya. Selamat belajar ya
Konsep Tekanan pada Fluida
Dalam ilmu fisika, Tekanan diartikan sebagai gaya per satuan luas, di mana arah gaya tegak lurus dengan luas permukaan. Secara matematis, tekanan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini :
![]()
P = tekanan, F = gaya dan A = luas permukaan. Satuan gaya (F) adalah Newton (N), satuan luas adalah meter persegi (m2). Karena tekanan adalah gaya per satuan luas maka satuan tekanan adalah N/m2. Nama lain dari N/m2 adalah pascal (Pa). Pascal dipakai sebagai satuan Tekanan untuk menghormati om Blaise Pascal. Kita akan berkenalan lebih dalam dengan om Pascal pada pokok bahasan Prinsip Pascal.
Ketika kita membahas Fluida, konsep Tekanan menjadi sangat penting. Ketika fluida berada dalam keadaan tenang, fluida memberikan gaya yang tegak lurus ke seluruh permukaan kontaknya. Misalnya kita tinjau air yang berada di dalam gelas; setiap bagian air tersebut memberikan gaya dengan arah tegak lurus terhadap dinding gelas. jadi setiap bagian air memberikan gaya tegak lurus terhadap setiap satuan luas dari wadah yang ditempatinya, dalam hal ini gelas. Demikian juga air dalam bak mandi atau Air kolam renang. Ini merupakan salah satu sifat penting dari fluida statis alias fluida yang sedang diam. Gaya per satuan luas ini dikenal dengan istilah tekanan.
Mengapa pada fluida diam arah gaya selalu tegak lurus permukaan ? masih ingatkah dirimu dengan eyang Newton ? nah, Hukum III Newton yang pernah kita pelajari mengatakan bahwa jika ada gaya aksi maka akan ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi berlawanan arah. Ketika fluida memberikan gaya aksi terhadap permukaan, di mana arah gaya tidak tegak lurus, maka permukaan akan memberikan gaya reaksi yang arahnya juga tidak tegak lurus. Hal ini akan menyebabkan fluida mengalir. Tapi kenyataannya khan fluida tetap diam. Jadi kesimpulannya, pada fluida diam, arah gaya selalu tegak lurus permukaan wadah yang ditempatinya.
Sifat penting lain dari fluida diam adalah fluida selalu memberikan tekanan ke semua arah. Masa sich ? Untuk lebih memahami penjelasan ini, silahkan masukan sebuah benda yang bisa melayang ke dalam gelas atau penampung (ember dkk) yang bersisi air. Jika air sangat tenang, maka benda yang anda masukan tadi tidak bergerak karena pada seluruh permukaan benda tersebut bekerja tekanan yang sama besar. Jika tekanan air tidak sama besar maka akan ada gaya total, yang akan menyebabkan benda bergerak (ingat hukum II Newton)
Pengaruh kedalaman terhadap Tekanan
Pada penjelasan di atas, gurumuda sudah menjelaskan kepada dirimu tentang dua sifat fluida statis (fluida diam), yakni memberikan tekanan ke segala arah dan gaya yang disebabkan oleh tekanan fluida selalu bekerja tegak lurus terhadap permukaan benda yang bersentuhan dengan fluida tersebut. Ilustrasi yang kita gunakan adalah zat cair (air). Nah, bagaimana pengaruh kedalaman (atau ketinggian) terhadap tekanan ? apakah tekanan air laut pada kedalaman 10 meter sama dengan tekanan air laut pada kedalaman 100 meter, misalnya ?
Semua penyelam akan setuju jika gurumuda mengatakan bahwa tekanan di danau atau di lautan akan bertambah jika kedalamannya bertambah. Silahkan menyelam dalam air kolam atau air sumur… hehe.. lebih keren dirimu pernah mandi air laut dan bahkan pernah menyelam ke bagian laut yang dalam. Semakin dalam menyelam, perbedaan tekanan akan membuat telinga kita sakit. Gurumuda pernah mencobanya di kampoeng. Kok bisa ? Agar dirimu lebih memahami penjelasan gurumuda, mari kita tinjau tekanan air pada sebuah wadah sebagaimana tampak pada gambar. Tinggi kolom cairan adalah h dan luas penampangnya A. Bagaimana tekanan air di dasar wadah ?
Keterangan : w adalah berat air, h = ketinggian kolom air dalam wadah yang berbentuk silinder, A = luas permukaan dan P adalah tekanan.

Massa kolom zat cair adalah :

Jika kita masukan ke dalam persamaan Tekanan, maka akan diperoleh :

Pa = tekanan atmosfir. Pada gambar di atas tidak digambarkan Pa, tapi dalam kenyataannya, bila wadah yang berisi air terbuka maka pada permukaan air bekerja juga tekanan atmosfir yang arahnya ke bawah. Tergantung permukaan wadah terbuka ke mana. Jika permukaan wadah terbuka ke atas seperti pada gambar di atas, maka arah tekanan atmosfir adalah ke bawah. Mengenai tekanan atmosfir selengkapnya bisa dibaca pada penjelasan selanjutnya. Tuh di bawah…
Berdasarkan persamaan di atas, tampak bahwa tekanan berbanding lurus dengan massa jenis dan kedalaman zat cair (percepatan gravitasi bernilai tetap). Jika kedalaman zat cair makin bertambah, maka tekanan juga makin besar. Ingat bahwa cairan hampir tidak termapatkan akibat adanya berat cairan di atasnya, sehingga massa jenis cairan bernilai konstan di setiap permukaan. Jika perbedaan ketinggian sangat besar (untuk laut yang sangat dalam), massa jenis sedikit berbeda. Tapi jika perbedaan ketinggian tidak terlalu besar, pada dasarnya massa jenis zat cair sama (atau perbedaanya sangat kecil sehingga diabaikan).
Kita juga bisa menggunakan persamaan di atas untuk menghitung perbedaan tekanan pada setiap kedalaman yang berbeda. Kita oprek lagi persamaan di atas menjadi :

Tekanan Atmosfir (Tekanan Udara)
Sadar atau tidak setiap hari kita selalu “diselimuti” oleh udara. Ketika kita menyelam ke dalam air, semua bagian tubuh kita diselubungi oleh air. Semakin dalam kita menyelam, semakin besar tekanan yang kita rasakan. Nah, sebenarnya setiap hari kita juga diselubungi oleh atmosfir yang selalu menekan seluruh bagian tubuh kita seperti ketika kita berada di dalam air. Seperti pada air laut, permukaan bumi bisa kita ibaratkan dengan “dasar laut” atmosfir. Jika benar atmosfir juga menekan seluruh bagian tubuh kita setiap saat, mengapa kita tidak merasakannya, sebagaimana jika kita berada di dasar laut ? jawabannya adalah karena sel-sel tubuh kita mempertahankan tekanan dalam yang besarnya hampir sama dengan tekanan luar. Hal ini yang membuat kita tidak merasakan efek perbedaan tekanan tersebut.
Pada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa kedalaman zat cair mempengaruhi besarnya tekanan zat cair tersebut. Semakin dalam lautan, semakin besar tekanan air laut pada kedalaman tertentu. Bagaimana dengan atmosfir alias udara ?
Sebagaimana setiap fluida, tekanan atmosfir bumi juga berubah terhadap kedalaman (atau ketinggian). Tetapi tekanan atmosfir bumi agak berbeda dengan zat cair. Perubahan massa jenis zat cair sangat kecil untuk perbedaan kedalaman yang tidak sangat besar, sehingga massa jenis zat cair dianggap sama. Hal ini berbeda dengan massa jenis atmosfir bumi. Massa jenis atmosfir bumi bervariasi cukup besar terhadap ketinggian. Massa jenis udara di setiap ketinggian berbeda-beda sehingga kita tidak bisa menghitung tekanan atmosfir menggunakan persamaan yang telah diturunkan di atas. Selain itu tidak ada batas atmosfir yang jelas dari mana h dapat dukur. Tekanan atmosfir juga bervariasi terhadap cuaca. Jika demikian, bagaimana kita mengetahui besarnya tekanan udara ? untuk mengetahui tekanan atmosfir, kita melakukan pengukuran.
Pengukuran Tekanan
Pernahkah dirimu mendengar nama paman Torricelli ? kalau belum, mari kita berkenalan dengan paman Torricelli. Paman Evangelista Torricelli (1608-1647), murid eyang Galileo, membuat suatu metode alias cara untuk mengukur tekanan atmosfir pada tahun 1643 menggunakan barometer air raksa hasil karyanya. Barometer tersebut berupa tabung kaca yang panjang, di mana dalam tabung tersebut diisi air raksa. Nah, tabung kaca yang berisi air raksa tersebut dibalik dalam sebuah piring yang juga telah diisi air raksa (lihat gambar di bawah ya)

Catatan : dirimu jangan bingung mengapa permukaan air raksa melengkung. Nanti akan gurumuda jelaskan pada pokok bahasan tegangan permukaan
Ketika tabung kaca yang berisi air raksa dibalik maka pada bagian ujung bawah tabung (pada gambar terletak di bagian atas) tidak terisi air raksa, isinya cuma uap air raksa yang tekanannya sangat kecil sehingga diabaikan (p2 = 0). Pada permukaan air raksa yang berada di dalam piring terdapat tekanan atmosfir yang arahnya ke bawah (atmosfir menekan air raksa yang berada di piring). Tekanan atmosfir tersebut menyanggah kolom air raksa yang berada dalam pipa kaca. Pada gambar, tekanan atmosfir dilambangkan dengan po. Besarnya tekanan atmosfir dapat dihitung menggunakan persamaan :
![]()
Berdasarkan hasil pengukuran, rata-rata tekanan atmosfir pada permukaan laut adalah 1,013 x 105 N/m2. Besarnya tekanan atmosfir pada permukaan laut ini digunakan untuk mendefinisikan satuan tekanan lain, yakni atm (atmosfir). Jadi 1 atm = 1,013 x 105 N/m2 = 101,3 kPa (kPa = kilo pascal). Satuan tekanan lain adalah bar (sering digunakan pada meteorologi). 1 bar = 1,00 x 105 N/m2 = 100 kPa.
Bagaimana nilai tekanan atmosfir di atas diperoleh ?
Pengkurannya menggunakan prinsip yang telah ditunjukan oleh paman torricelli di atas. Tinggi kolom air raksa yang digunakan adalah 76 cm (tekanan atmosfir hanya dapat menahan kolom air raksa yang tingginya hanya mencapai 76,0 cm), di mana suhu air raksa yang digunakan tepat 0o C dan besarnya percepatan gravitasi 9,8 m/s2. massa jenis air raksa pada kondisi ini adalah 13,6 x 103 kg/m3. Sekarang kita bisa menghitung besarnya tekanan atmosfir :

Alat pengukur tekanan
Terdapat banyak alat yang digunakan untuk mengukur tekanan, di antaranya adalah manometer tabung terbuka (lihat gambar di bawah).

Pada manometer tabung terbuka, di mana tabung berbentuk U, sebagian tabung diisi dengan zat cair (air raksa atau air). Tekanan yang terukur dihubungkan dengan perbedaan dua ketinggian zat cair yang dimasukan ke dalam tabung. Besar tekanan dihitung menggunakan persamaan :

Pada umumnya bukan hasil kali pgh yang dihitung melainkan ketinggian zat cair (h) karena tekanan kadang dinyatakan dalam satuan milimeter air raksa (mmhg) atau milimeter air (mm-H2O). Nama lain mmhg adalah torr (mengenang jasa paman Evangelista Torricelli).
Selain manometer, terdapat juga pengukur lain yakni barometer aneroid, baik mekanis maupun elektrik, termasuk alat pengukur tekanan ban dkk. Alat yang digunakan oleh paman torricelli untuk mengukur tekanan atmosfir disebut juga barometer air raksa, di mana tabung kaca diisi penuh dengan air raksa kemudian dibalik ke dalam piring yang juga berisi air raksa.
Tekanan Terukur, Tekanan gauge dan Tekanan absolut
Dirimu punya mobil atau sepeda motor/sepeda-kah ? jika punya bersyukurlah. Jika belum punya, silahkan bermain ke bengkel terdekat. Amati om-om yang bekerja di bengkel… wah, jangan pelototin om-nya dong, tapi perhatikan kegiatan mereka di bengkel, khususnya ketika mengisi udara dalam ban kendaraan (mobil atau sepeda motor). Biasanya mereka menggunakan alat ukur tekanan udara. Hal ini membantu agar tekanan udara ban tidak kurang/melebihi batas yang ditentukan. Nah, ketika om-om tersebut mengisi udara dalam ban, yang mereka ukur adalah tekanan udara dalam ban saja. Tekanan atmosfir tidak diperhitungkan. Bukan hanya ketika mengukur tekanan udara dalam ban, bola sepak dkk tetapi juga sebagian besar pengukuran tekanan lainnya, tekanan atmosfir tidak diukur. Tekanan yang dikur tersebut dinamakan tekanan terukur. Lalu apa bedanya dengan tekanan absolut ?
Tekanan absolut = tekanan atmosfir + tekanan terukur. Jadi untuk mendapatkan tekanan absolut, kita menambahkan tekanan terukur dengan tekanan atmosfir. Dengan kata lain, tekanan absolut = tekanan total. Secara matematis bisa ditulis :
p = pa + pukur
misalnya jika tekanan ban yang kita ukur = 100 kPa, maka tekanan absolut adalah :
p = pa + pukur
p = 101 kPa + 100 kPa
p = 201 kPa
Besarnya tekanan absolut = 201 kPa.
Terus pa = 101 kPa (101 kilo Pascal) datangnya dari mana ? sudah gurumuda jelaskan di atas. Baca kembali kalau dirimu sudah melupakannya…
Ada satu lagi istilah, yakni tekanan gauge alias tekanan tolok. Tekanan gauge merupakan kelebihan tekanan di atas tekanan atmosfir. Misalnya kita tinjau tekanan ban sepeda motor. Ketika ban sepeda motor kempes, tekanan dalam ban = tekanan atmosfir (Tekanan atmosfir = 1,01 x 105 Pa = 101 kPa). Jika dirimu ingin mengunakan ban tersebut sehingga sepeda motor yang “ditunggangi” bisa kebut-kebutan di jalan, maka dirimu harus mengisi ban tersebut dengan udara. Ketika ban diisi udara, tekanan ban pasti bertambah. Nah, ketika tekanan ban menjadi lebih besar dari 101 kPa, maka kelebihan tekanan tersebut disebut juga tekanan gauge. Begitu….
Tugas dari Gurumuda
Setelah mempelajari pokok bahasa Tekanan dalam fluida, silahkan menjawab pertanyaan berikut ini. Jawabannya akan kita bahas melalui kolom komentar…
Pertanyaan pertama :
Pada awal tulisan ini, dikatakan bahwa air bisa terperangkap dalam pipet. Mengapa demikian ? ini adalah sulap fisika. Hehe…. Apakah dirimu mengetahui jawabannya ? silahkan posting melalui kolom komentar saja ya… nanti akan dijelaskan. Jangan pernah takut salah menjawab… namanya juga manusia pasti bisa berbuat salah.
Pertanyaan kedua :
Pada penjelasan di atas, dikatakan bahwa tekanan atmosfir hanya mampu menahan kolom air raksa yang ketinggiannya hanya mencapai 76 cm. Ternyata tekanan atmosfir juga hanya mampu menahan kolom air (H2O) yang tingginya 10,3 meter (misalnya air yang ada dalam pipa). Pertanyaannya, dapatkah kita menyedot air dalam sumur yang kedalamannya lebih dari 10,3 meter menggunakan pompa vakum ? air dialirkan melalui pipa.
(pompa vakum tu pompa yang biasa dipakai jaman dulu untuk memompa air dari sumur. Mungkin sekarang jarang dipakai. Coba dirimu tanya pada ayah, ibu atau kakek atau nenek. Jangan tanya ke adikmu, ntar dirinya cuma bengong)
Referensi :
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penebit Erlangga.
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Ada 62 Komentar
hy san
kren bgt kLimat pndahluanny!
isi blogny jg keren!
ada reference lg!
trz kembangin y!
GURUMUDA!!
SEMANGAT!
ma kasuh bgt ni b’gna bgt wat aku…….!!!!!!!!
guru tanya donk, sifat-sifat fluida dalam kehidupan sehari-hari apa aj?
saya maw jawab prtnyaan yg prtma..
klo mnurut sya air bisa terperangkap dalam pipet karena pipet tertutp sehinga udara dari luar tidak dapat masu ke dalam pipet sehingga air tidak tmpah..
gmna jwbn sya??
tlong ksih kmtar yach GURUMUDA…..
Hi San, ni aq mau coba jawab pertanyaanmu.
1. Pada prinsipnya, fluida mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Ini berarti, fluida tidak akan pernah mengalir jika tidak ada beda tekanan tersebut.
Untuk kasus pipetmu San, berarti tidak ada beda tekanan fluida tersebut, baik yang diluar pipet (tekanan atm sekitar), maupun tekanan di dalam pipet (ruang yang terperangkap didalam pipet karena ditutupi jari).
Untuk mendalami masalah ini, mungkin teman2 bisa lihat kembali prinsip2 dasar di dinamika fluida.
2. Menggunakan pompa vacuum untuk menghisap air didalam sumur dengan suction lift lebih dari 10,3367m adalah hal yang mustahil.
Kenapa???? Tekanan atmosfir hanya mampu menekan air sampai dengan ketinggian 10,3367m dengan beda tekanan daerah hisap (suction lift) max 1bar (ini artinya pompa yang digunakan hanya mampu menciptakan tekanan max sebesar 0 bar abs).
Sedangkan pompa vacuum yang digunakan orang tua jaman dahulu, dikurangi dengan rugi2 gesekan, pemuaian material akibat beda suhu, dan lain sebagainya yang menyebabkan kebocoran vacuum, sangat mustahil bisa mencapai tekanan 0bar abs.
Itulah sebabnya mengapa pompa vacuum (atau dalam bahasa teknik sering disebut sebagai pompa piston) tidak mampu melakukan kerja yang dimaksud Bang San.
Sekian jawaban saya, semoga membantu, dan segera dikoreksi jika ada kesalahan, he…he…he…
hehehehe
artikelnya bagus
tingkatkan
pak guru tnya donk?
mnfaat fliuda dalam kehidupan sehari-hari itu apa sajakah?
balas coment nich
download ebook saja. Dah ada di ebook
trimakasih mas sudah ada waktunya
oK….
bang san?
Salam sejahtera
tolong kirimi materi dasar, rumus/ satuanya, contoh soal, untuk masalah pompa, pipa, fluida?
Contoh soalnya yang banyak biar enak mikirnya
Kekukatan hisap juga perhitungannya?
Saya belum bisa semua bang San.
Kenapa saya tertarik karena saya bekerja di pabrik minya CPO, juga ada pompanya, pipa,
No. hp saya 081259419966
Trimakasih jk dibantu artikelnya baik itu berupa PDF/Word tdk apa.apa
by endra
guru muda,mg sucss sllu,o y ada gk materi mekanika fluida untuk teknik sipil?cz aq bngung bngt..thanks
q dsruh bwat mklahnya fisika tntang fluida dInaMiz
tYuuz Q loM neMmu
bAntu dwOnkZ
Ne tGaz dKmpulin sBlum Jum’At nE
pLeAse,,,,,,
cCah nE!!!
Q AtuT di mKan ma gRunYa
bagus banget, tapi bapak kenal guru fisika bapak sunyoto nggak ?
gak kenal andreas…
SucSs sLu…
ni BerGuna bgt,bwt kLanCaran Kuliah Qw…
GBU
Bapak Gru…hehehe….
Q maw tNya..Gmna Sich Biar Cpet tanggap FisikA?
Coalny Q cucH BGT untk pMAhamAn FisiKa…..
Makacich….stelah Qbca Nie Q bsa ngUmpulin Tgas Q buat ResUm FisiKa
TankZ…..
Hai RiEZkA… coba baca di sini
guru muda Q mw tanya pengaruh tekanan dalam ilmu kebidanan apa sich….???tolong di komen yach….
hai nurul, sori gurumuda baru balas… salah satunya tekanan darah. Coba baca di sini (bagian akhir)
hai, aku mau tanya:
bagaimana rumus hubungannya tekanan pada pipa pengeboran migas pada suatu kedalaman dibawah tanah.( dalam proses pengeboran, pipa diisi dengan lumpur yang memiliki tekanan tertentu untuk menyeimbangi tekanan yang diberikan oleh formasi diluar pipa)
a. jika tekanan didalam pipa lebih besar dibanding tekanan formasi batuan diluar pipa.
b. jika tekanan didalam pipa sama besar dengan tekanan formasi batuan diluar pipa
c. jika tekanan didalam pipa lebih kecil dibanding tekanan formasi batuan diluar pipa.
terimakasih sebelumnya.
(>”<)
mau tnya..
kalo contoh penerapan resultan gaya dalam ilmu kebidanan seperti apa ea………..????
Salam kenal..
Saya mau tanya gimana cara menganalisa pengukuran tekanan pada manometer U apabila yang menekan fluida (air) pd manometer adalah udara kemudian air campur minyak tanah..jadi ada tiga jenis fluida pada manometer…
Hai Tineke Saroinsong…
Silahkan download ebook fluida statis. Sudah ada contoh soal di pembahasan tekanan dalam fluida.
manometer ruang tertutup??
Gurumuda, thx bgt yaa…. bwt pen jlz an ttg Hukum Torricelli…. Pas aq jg lg butuh bwt bkn tgs ttg Torricelli
Smoga suksess slalu & GBU….
iya Jovianto, makasih dah mampir. Lam kenal juga
Salam kenal pak guru, penjelasan tekanan udaranya bagus.
ayang hanum aishiteru,..hahaha
w ga ad coment pkomya bgus lah!!!
guru muda saya mau tanya dunk….apa prinsip tekanan pada fluida ??
apa Hubungan Antara Tekanan Dan Kedalaman Pada Statika Fluida ??
tolong di jawab ya…
GBU..
tuh sudah dijelaskan di atas… cermati rumus tekanan
pak san knp tahun 2013 bisa terjadi badai matahari apa penyebab’a ????
sudah pasti terjadi ?
qw mw jwb pert?an 1
karna pada pipet terjadi tekanan keatas so aerx aakan keatas juga, dan apabila tekanan pda pipet dihentikan so aerx akan berhenti pula!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
pak san aku mw tx……..
artikel diatas koq tdk ada tekanan fluida dalam bejana……..
bejana sama saja dengan wadah, findra
mau tanya nih kalo udara menekan kesegala arah apa maksudnya?
bayangkan saja wahyu meniup balon. Ketika balon ditiup, semua bagian balon mengembung ke segala arah
halo teman,
salam kenal dariku..
yang lg kebingungan, dan membutuhkan bantuan mas..
hehe
saya punya permasalahan di pembangkit tmpat saya bekerja.
ada sebuah alat (siphon drainage) yg digunakan untuk menanggulangi jika terjadi banjir di area turbin (turbin pit).
alat tersebut berupa hanya sebuah pipa dengan diameter 2″ yang dihubungkan dengan draft tube yang memiliki tekanan 0,2 bar.
sesuai teori maka terjadi hisapan dari turbin pit (tekanan atmosfer) kearah draft tube.
pertanyaanya adalah :
1. Mengapa pipa tidak mampu menghisap air? apakah karena diameter pipa yg terlalu besar? untuk diketahui profil pipa berbentuk huruf r kecil tetapi ditambah sedikit sedikit (1 meter) ujung atasnya ke arah bawah..
2. Apakah karena delta pressure yg terlalu kecil?
3. tolong dibahas tentang perhitungannya jika ingin mendesain dengan memperkecil diameter pipa yg berada di turbin pit.
best regards
klo tdk salah prinsip kerjanya spt penyedot myk tanah maz Dwi, jadi ada valve/klep yg bekerja berlawanan(hisap&buang). coba periksa klepnya mungkin dah bocor/robek. jng lupa pipanya dicek juga ada kebocoran gak.
nambah ya…bisa jadi draft tube-nya yg bocor.
guru muda,,,
mw nanya nih
tlong di jawab donk
coz aQ d kasih tugas ama dosen
mencari yang berhubungan dg applikasi prinsip tekanan darah dalam fisika yang berhubungan dengan kebidanan
usul nih, gimana klo proses masuknya cairan infus ke pembuluh darah. klo tekanan darah lbh besar(pas tabung infus diturunkan) kan darahnya yang masuk ke selang infus. pisss
makasih mas
Mksih…… atas bantuannya!
Jwbnnya udah dapet
yaitu: 1. Tekanan darah
2. Tekanan air kemih
3. Tekanan Uterus
mantap blognya..sukses ya..
Sukses jg untuk Calvin
mau tanya nih… tolong bantuannya… teman saya mau bikin kolam renang ukuran 4m X 28 m dengan kedalaman 1,3 m. dindingnya 3 sisi dengan menggunakan kaca dengan ketebalan kaca 30 cm. apakah ketebalan kaca 30 cm cukup kuat menahan tekanan air? apakah ketebalan kaca 30cm tsb tdk akan pecah? apalagi kalau di dalam kolam renang tsb sdh terisi orang yang berenang. menurut guru, berapa ketebalan kaca yang pas supaya kuat menahan tekanan air dan orang yang berenang di dlm nya supaya tidak pecah. tolong guru usulkan ketebalan kaca yang tepat, supaya mampu menahan tekanan air tsb dan tidak pecah. mohon bantuan jawaban guru a.s.a.p. Thx. atas bantuannya.
Mantap postingnya. Jadi mau tanya nich… Waktu percobaan dengan menggunakan kolom air yang diisi air raksa, bisa tau gak diameter kolom air tsb berapa? Dikatakan Tek atm (P_atm) cuma bisa menahan sampai ketinggian 76 cm. Jika skg diganti dg kolom air yg diameter lebih besar, apa dia masih tetap bisa mengangkat 76 cm jg? Setau saya itu akan menambah volume, dan berat air raksa tsb, shg P_atm tdk mampu menahan berat air raksa yg ada dlm kolom air tsb. Mohon penjelasannya. Tx…
bagaimana suatu benda bila dalam ruang tertutup diberi tekanan yang lebih besar dari massa jenis benda pejal tersebut apakah melayang , stabil ,atau menuju kedasar
gurumuda emang sip… aku mau curhat nich?? Aq sangat tertarik sekali pada ilmu fisika, tetapi ada kalanya aq sangat bosan sekali dengan pelajaran fisika terutama jika harus belajar seperti rumus, hitung2an dan sejenisnya. bagaimana ya caranya agar walaupun dengan menggunakan rumus kita bisa tetap tertarik pada pelajaran fisika? mhon jawaban dan sarannya? Terimakasih
Mau tanya ni pak ,, rumus – rumus yang berkaitan dengan Fluida dengan cara – cara mengerjakan soal-soal Latihan
mohon jawabanya Terima kasih
silinder panjang pada pompa sepeda mempunyai volume V 1131 kubik dan di isi denga udara pada tekanan p 1,02 atm.katub keluar di tutup dan tangkai pompa di dorong sampai pada volume udara 517 kubik,hitunglah tekanan di dalam pompa tersebut.aq mnta’tlg di krjakn soalx aq gk nrti gmna crx
Pgn bkin prcobaan satu alat silinder di lubangi 3 dan di masukan air gmn hbngnnya dgn rmus fisika bsrta rumus?gw tnggu jwbn’y.
dua keping kaca yang permukaannya rata dan bersih di basahi air lalu ditangkupkan.untuk memisahkannya diperlukan gaya yang lebih besar dari pada saat keadaan kering. mengapa demikian??
mmmmmm……,,,,,,,
slm perkenaln gurumuda…………
isi kandungn ttg penjelasn tekanan ok…
tp blh kh bg detail lg ttg penerangn tekanan…
ttg sifat tekanan sensor….
pak guru muda, mau tanya nih..
gimna caranya kita menghitung volume gas dari alat ukur manometer U, bisa ga sih?
trimkash
salam kenal
maaf mgkin boz bisa bagi2 elmu soal sumur vacum,saya ternak ikan yang jadi mslh soal sirkulasi yang pake listrik.bisa ksh gmbrn sirkulasi pake sumur vacum.soale dah coba pake drum gede tapi aer tetep ga mo ngucur.
knp tuh boz
mksh nich sebelume
numpang nanya gurumuda,,,,giman cara nya menambah tekanan air yg dari toren/bak penampungan air yg di taruh pada ketinggian 3,5 m agar air yg keluar dari kran bisa nyembur ( tidak sekedar air yg turun dari tempat yg tinggi ke tempat yg rendah )
mohon bantuannya ya guru muda
terima kasih
tolong jelaskan faktor-faktor yg mmpengaruhi viskositas..!!!!!!
tolong di jelaskan tentang viskositas yang lebih mudah dan cepat di mengerti
tolong yaahh gurumuda
mOkasih ya…..
nice info ^_^
Tinggalkan pesan