Tegangan Permukaan
- Monday Jan 5,2009 01:05 PM
- By san
- In Fluida Statis
Pengantar
Pernahkah dirimu bermain gelembung sabun ? aneh ya, gelembung sabun kok bisa berbentuk bulat.. lucu & asyik… bisa ditiup lagi. Terus setelah terbang, gelembung sabun pecah. Wah, seru ya permainan masa kecil. Btw, mengapa ya gelembung sabun bisa berbentuk bulat ? Ngomong soal bulat, ada juga yang mirip gelembung
sabun. Yang ini banyak dijumpai di pagi hari… coba dirimu bangun di pagi hari, terus perhatikan dedaunan yang ada di sekitar rumah. Amati tetesan embun yang
menempel di dedaunan. Aneh khan, tetes embun juga kadang bentuknya bulat. Mengapa ya bisa seperti itu ? atau kalau dirimu malas bangun pagi, coba perhatikan tetesan air yang keluar dari kran air. Krannya ditutup dahulu. Setelah itu, putar kran perlahan-lahan hingga yang keluar dari mulut kran adalah tetes-tetas air… kalau diamati, air yang menetes dari mulut kran mula-mula menggumpal (bulat). Lama kelamaan bulatannya semakin besar lalu pecah dan jatuh ke lantai. Apa yang membuat air menjadi seperti itu ? semuanya bisa dijelaskan
dengan ilmu fisika… fisika lagi, fisika lagi… mumet dah. Hehe…
ingin tahu mengapa demikian ? mari kita bertarung dengan Tegangan Permukaan. Setelah mempelajari pokok bahasan Tegangan Permukaan, dirimu dengan mudah menjelaskan fenomena tersebut…
Konsep Tegangan Permukaan
Sebelum melangkah lebih jauh
, alangkah baiknya jika dirimu melakukan percobaan kecil-kecilan mengenai tegangan permukaan. Masukan air ke dalam sebuah wadah (misalnya gelas). sediakan juga sebuah penjepit kertas (klip). Nah, sekarang letakan klip secara perlahan-lahan di atas air. Jika dilakukan secara baik dan benar, maka klip tersebut akan mengapung di atas permukaan air. Biasanya klip terbuat dari logam, sehingga kerapatannya lebih besar dari kerapatan air. Karena massa jenis klip lebih besar dari massa jenis air, maka seharusnya klip itu tenggelam. Tapi kenyataannya klip terapung. Fenomena ini merupakan salah satu contoh dari adanya Tegangan Permukaan.
Untuk menjelaskan fenomena klip yang terapung di atas air, terlebih dahulu harus diketahui apa sesungguhnya tegangan permukaan itu. Tegangan permukaan terjadi karena permukaan zat cair cenderung untuk menegang sehingga permukaannya tampak seperti selaput tipis. Hal ini dipengaruhi oleh adanya gaya kohesi antara molekul air. Agar semakin memahami penjelasan ini, perhatikan ilustrasi berikut. Kita tinjau cairan yang berada di dalam sebuah wadah.
Molekul cairan biasanya saling tarik menarik. Di bagian dalam cairan, setiap molekul cairan dikelilingi oleh molekul-molekul lain di setiap sisinya; tetapi di permukaan cairan, hanya ada molekul-molekul cairan di samping dan di bawah. Di bagian atas tidak ada molekul cairan lainnya. Karena molekul cairan saling tarik menarik satu dengan lainnya, maka terdapat gaya total yang besarnya nol pada molekul yang berada di bagian dalam cairan. Sebaliknya, molekul cairan yang terletak dipermukaan ditarik oleh molekul cairan yang berada di samping dan bawahnya. Akibatnya, pada permukaan cairan terdapat gaya total yang berarah ke bawah. Karena adanya gaya total yang arahnya ke bawah, maka cairan yang terletak di permukaan cenderung memperkecil luas permukaannya, dengan menyusut sekuat mungkin. Hal ini yang menyebabkan lapisan cairan pada permukaan seolah-olah tertutup oleh selaput elastis yang tipis. Fenomena ini kita kenal dengan istilah Tegangan Permukaan.
Lalu mengapa klip tidak tenggelam ?
Ketika klip diletakan secara hati-hati ke atas permukaan air, molekul-molekul air yang terletak di permukaan agak ditekan oleh gaya berat klip tersebut, sehingga molekul-molekul air yang terletak di bawah memberikan gaya pemulih ke atas untuk menopang klip tersebut (ingat kembali elastisitas). Dalam kenyataannya, bukan hanya klip alias penjepit kertas, tetapi juga bisa benda lain seperti jarum. Apabila kita meletakan jarum secara hati-hati di atas permukaan air, maka jarum akan terapung. Adanya tegangan permukaan cairan juga menjadi alasan mengapa serangga bisa mengapung di atas air.
Persamaan Tegangan Permukaan
Pada pembahasan sebelumnya, kita telah mempelajari konsep tegangan permukaan secara kualitatif (tidak ada persamaan matematis). Kali ini kita tinjau tegangan permukaan secara kuantitatif. Untuk membantu kita menurunkan persamaan tegangan permukaan, kita tinjau sebuah kawat yang dibengkokkan membentuk huruf U. Sebuah kawat lain yang berbentuk lurus dikaitkan pada kedua kaki kawat U, di mana kawat lurus tersebut bisa digerakkan (lihat gambar di bawah).

Jika kawat ini dimasukan ke dalam larutan sabun, maka setelah dikeluarkan akan terbentuk lapisan air sabun pada permukaan kawat tersebut. Mirip seperti ketika dirimu bermain gelembung sabun. Karena kawat lurus bisa digerakkan dan massanya tidak terlalu besar, maka lapisan air sabun akan memberikan gaya tegangan permukaan pada kawat lurus sehingga kawat lurus bergerak ke atas (perhatikan arah panah). Untuk mempertahankan kawat lurus tidak bergerak (kawat berada dalam kesetimbangan), maka diperlukan gaya total yang arahnya ke bawah, di mana besarnya gaya total adalah F = w + T. Dalam kesetimbangan, F = gaya tegangan permukaan yang dikerjakan oleh lapisan air sabun pada kawat lurus.
Misalkan panjang kawat lurus adalah l. Karena lapisan air sabun yang menyentuh kawat lurus memiliki dua permukaan, maka gaya tegangan permukaan yang ditimbulkan oleh lapisan air sabun bekerja sepanjang 2l. Tegangan permukaan pada lapisan sabun merupakan perbandingan antara Gaya Tegangan Permukaan (F) dengan panjang permukaan di mana gaya bekerja (d). Untuk kasus ini, panjang permukaan adalah 2l. Secara matematis, ditulis :

Karena tegangan permukaan merupakan perbandingan antara Gaya tegangan permukaan dengan Satuan panjang, maka satuan tegangan permukaan adalah Newton per meter (N/m) atau dyne per centimeter (dyn/cm).
1 dyn/cm = 10-3 N/m = 1 mN/m
Berikut ini beberapa nilai Tegangan Permukaan yang diperoleh berdasarkan percobaan.
| Zat cair yang
bersentuhan dengan udara |
Suhu (oC) | Tegangan Permukaan
(mN/m = dyn/cm) |
| Air | 0 | 75,60 |
| Air | 20 | 72,80 |
| Air | 25 | 72,20 |
| Air | 60 | 66,20 |
| Air | 80 | 62,60 |
| Air | 100 | 58,90 |
| Air sabun | 20 | 25,00 |
| Minyak Zaitun | 20 | 32,00 |
| Air Raksa | 20 | 465,00 |
| Oksigen | -193 | 15,70 |
| Neon | -247 | 5,15 |
| Helium | -269 | 0,12 |
| Aseton | 20 | 23,70 |
| Etanol | 20 | 22,30 |
| Gliserin | 20 | 63,10 |
| Benzena | 20 | 28,90 |
Berdasarkan data Tegangan Permukaan, tampak bahwa suhu mempengaruhi nilai tegangan permukaan fluida. Umumnya ketika terjadi kenaikan suhu, nilai tegangan permukaan mengalami penurunan (Bandingkan nilai tegangan permukaan air pada setiap suhu. Lihat tabel). Hal ini disebabkan karena ketika suhu meningkat, molekul cairan bergerak semakin cepat sehingga pengaruh interaksi antar molekul cairan berkurang. Akibatnya nilai tegangan permukaan juga mengalami penurunan.
Aplikasi Konsep Tegangan Permukaan dalam kehidupan sehari-hari
Pernahkah dirimu bertanya, mengapa kita harus mencuci pakaian dengan sabun ? Persoalannya, agar pakaian yang kita cuci benar-benar bersih maka air harus melewati celah yang sangat sempit pada serat pakaian. Untuk itu diperlukan penambahan luas permukaan air. Nah, hal ini sangat sukar dilakukan karena adanya tegangan permukaan. Mau tidak mau nilai tegangan permukaan air harus diturunkan dahulu. Kita bisa menurunkan tegangan permukaan dengan cara menggunakan air panas. Makin tinggi suhu air, maka baik karena semakin tinggi suhu air, semakin kecil tegangan permukaan (lihat tabel). Ini alternatif pertama dan merupakan cara yang jarang digunakan. Kecuali mereka yang suka bermain dengan air panas
Alternatif lainnya adalah menggunakan sabun. Pada suhu 20 oC, nilai Tegangan Permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Coba bandingkan antara air sabun dan air panas, manakah nilai tegangan permukaan paling kecil ? Pada 100 oC, nilai tegangan permukaan air panas = 58,90. Pada suhu 20 oC, nilai tegangan permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Lebih menguntungkan pakai sabun… airnya juga tidak panas. Jangan heran kalau sabun sangat laris di pasar. Semuanya karena fisika oh fisika
engkau yang kubenci, tapi telah membantuku membersihkan pakaian yang kotor. Bukan cuma pakaian, tapi tubuh kita juga. Ini cuma beberapa contoh…
(catatan : masih ada faktor lain yang mempengaruhi pakaian atau tubuh kita bisa dibersihkan dengan sabun. Jadi yang dijelaskan di atas hanya salah satu faktor yang mempengaruhi. Mungkin akan anda pelajari pada mata pelajaran kimia)
Mengapa gelembung sabun atau air berbentuk bulat ?
Sebelum mengakhiri pokok bahasan ini, alangkah baiknya jika pahami mengapa gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat. Gelembung sabun atau tetes air berbentuk bulat karena dipengaruhi oleh adanya tegangan permukaan. Terlebih dahulu kita bahas gelembung sabun. Gelembung sabun memiliki dua selaput tipis pada permukaannya dan di antara kedua selaput tersebut terdapat lapisan air tipis. Adanya tegangan permukaan menyebabkan selaput berkontraksi dan cenderung memperkecil luas permukaannya. Ketika selaput air sabun berkontraksi dan berusaha memperkecil luas permukaannya, timbul perbedaan tekanaan udara di bagian luar selaput (tekanan atmosfir) dan tekanan udara di bagian dalam selaput. Tekanan udara yang berada di luar selaput (tekanan atmosfir) turut mendorong selaput air sabun ketika ia melakukan kontraksi, karena tekanan udara di bagian dalam selaput lebih kecil. Setelah selaput berkontraksi, maka udara di dalamnya (udara yang terperangkap di antara dua selaput) ikut tertekan, sehingga menaikan tekanan udara di dalam selaput sampai tidak terjadi kontraksi lagi. Dengan kata lain, ketika tidak terjadi kontraksi lagi, besarnya tekanan udara di antara selaput sama dengan tekanan atmosfir + gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput.
Lalu bagaimana dengan tetes embun atau tetes air yang keluar dari kran ?
Pada dasarnya sama saja karena penyebab utamanya adalah tegangan permukaan. Kalau gelembung air sabun memiliki dua selaput tipis pada dua permukaannya, maka tetes air hanya memiliki satu selaput tipis, yakni pada bagian luar tetes air. Bagian dalamnya penuh dengan air. Akibat adanya gaya kohesi, maka timbul tegangan permukaan. Bagian luar tetes air ditarik ke dalam. Akibatnya, air berkontraksi dan cenderung memperkecil luas permukaannya. Tekanan atmosfir yang berada di luar turut membantu menekan tetes air. Kontraksi akan terhenti ketika tekanan pada bagian dalam air sama dengan tekanan atmosfir + gaya tegangan permukaan yang mengerutkan selaput air.
Referensi :
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penebit Erlangga.
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Ada 73 Komentar
Wah benar2 membuka mata saya akan dunia fisika yang mengagumkan,..thx pak guru.
blog ini sangat bagus, terutama bagi para pecinta fisika.
kyens,……
by
coooooooooooooooooooooool boys
kabar aq baik² ja.. maap baru buka email aq…
makasih bgt ya materi fisika waktu itu…
aq tertolong bgt…
kk apa om nih?
oiy…
kk itu pinter bgt ya..
bloq ini tuh bener²berguna bgt wat kami para peljar…
khususnya anak²ipa…
hohohoho
@ Rudy : Makasih mas rudy, dah mampir

@ Riko : lam kenal ya
@ beby : Hai beby. kk aja… dirimu juga bisa, asal rajin baca
wahhh…..neh ngebantu bgt.. pokoknya ziiiipz lah!!!!!
low da kesulitan aq leh tanya2 kan….hehehehe
blog neph kerennnnnnnnnnnt abiz .
thanks bet yaay .
tgs aquw jd selse dde .
Mas sich dhea, yang bener aja
lam kenal ya
mas, tau percobaan yang bisa analisis tegangan permukaan secara kuantitatif ga tapi berkaitan dgn kehidupan sehari2 gt? saya butuh bgt ni…
waduh bro, coba lihat di buku bapak marthen kanginan kurikulum KTSP (buku terbaru)
met ciank bg.lam knal ych?o y q mau tnya ne:zat” psa za sch yg mpngruhi tgan pmukaan?
mMm..q Lg nyaRi ttg GMB nie..
bz bantu gg?
wass..
thanks for the document. I really need it
sya rasa mteri fluida statis blum lengkap…
saya brharap materi ini d lengkapi lagi….
baguss ni blog.
ada byk materi yang gw cari.
jadi gag usah pusing” dee.
hhe
makasih ya KK, neh sNgt nGE Bntu bnggtss dlM pNlsn LpRan Q.
wahh..
lengkap yya.. =)
enak niih.
jadi bisa belajar sambil ngenet.
makasih pakk. =D
wow smua olang suka
wah,dilimu ini… soli ya, gulumuda balu balas komentnya
Hai.,, isi materi sangat bagus n mudah untuk di mengerti
nuhun tengkiu
mkasi bnyak ya,,kbe2lan aq ada 2gas fisixa tentang tegangan permukaan . MAKASIH DEH !!!
blog ini sangat bermanfaat,..
makasih banyak ya pak guru..
Yaaaa sgt bermanfaat buat praktikum saya
hehe
Thanks to blognya
saya kul di Unsri Jurusan teknik pertambangan,ge nyari tugas
ai . .
slm knl . .
emm . .
pak guru aku masih bingung ttg tegangan permukaan”mengetahui pengaruh suhu terhadap tegangan permukaan yang diukur dengan metode pipa kapiler”
tolong jlsn y . .
d tunggu segera.penting.makasih.bls
tq pak guru
bagus……………
good lah,,
semoga dapat membantu semua
menambah ilmu terutama,, penting dan bermanfaat.
maju terus…
good luck
ehmm,,slain fisika bikin yg ada kimia ma biologi ga??
makasi y kk uda bntuin jelasin tentang apa itu tegangan permukaan,karena aku kesulitan nih buat tgas prktikum fsika tentang BAB yg satu ini.
terima kasih pak Guru saya sangat terbantu sekali.
ALLAHU AKBAR,,,
ALLAH Yang Maha Sempurna menciptakan segalanya dengan Indahnya..
wah…….,penjelasannya sangat menarik, dengan kt2 yang mudah di mengerti, khususnya bagi anak muda yang malez2nya klo ngebaca yang terlalu baku….tadinya aq bingung pas aq mau praktek fisika ttg tegangan permukaan.stelah baca blog ini maka aq banyak memperole pengetahuan…….,Mkch y?????
Wah bagus banget materinya…
pas buat saya..he…
Oya,ini kan aplikasinya dalam kehidupan sehari – hari. Nah kalau lingkup pabrik atau skala pabrik ada gak ya?
sebelumnya terima kasih.
trimakasih pak..
oh iya pak, lain kali bisa pake footnote g biar selain ditulis di referensi.. biar jelas asal usulnya. mana yang kutipan, mana yang penjelasan dari bapak makasih pak.
makasih salsha atas masukannya
mas saya bingung tentang tegangan permukaan air pada suhu 0 dimana jauh lebih kecil dari air raksa padahal es lebih solid dari air raksa thks
Raksa itu logam. Gaya tarik antara molekul logam lebih besar agus…
bner2 ilmu yang sangat bermanfaat dan mempermudah tugasq.
tugasnya banyak ya Ris ? hihi…
penjelasan cukup mudah dimengerti.
Analisanya Jos…..
bisa menambah pengetahuan.
Thx’s
wahh bisa bWat InspiRasi Aqw nii sebelumnya Qw dag PerNAh Looo,,,,,,,,MiKIrr Kyakk giThiii maksiiHh ya,,,,,,,,,,,Moga biSA upDete Materii terBaruu YaNg bikinn ceMuw TagJub,,,,,,,,,,,
bagus bgt..
oia, ada tentang gejala meniskus gak pak guru.?
bisa diliat di kapilaritas vita
TQ friend, I became even more knowledge from U, really good content. success 4 U
thanks before,,,
I really liked in that simple examples, but easy to understand….good good….
makasih gan info nya………. bisa jadi bahan laporan saya……
same2 agan
tegangan permukaan pada klip apa sama dengan air yang di atasnya ditaruh silet???//
thanks ya……………..
hampir ja jurnal q gk siap
tukeran link yuk pak.. saya juga mahasiswa yang bergelut di dunia fisika… mungkin saya bisa sharing2 sama bapak lwt blog…
iya Anjar… keep blogging… link balik ya ?
trima kasih atas pembelajarannya. alangkah baik kalo pembelajaran ini kita tambah menjadi video pembelajaran. MAJUMTERUS DEMI NUSA DAN BANGSA
sarannya bagus pak… tapi bikin video itu bth biaya juga ya pak
wahh…
makasih berat ya…
penjelasannya mantabh!!!
^_^
GURUMUDA saya senang dengan pola pembahasan Anda! ^^
pak Guru bagus bgt Nich,pengetahuan fisika nya,
dah menarik G membosan kan lg….
pola pembahasan nya luas pak…..
oya pak, saya tinggal di sibolga.menurut pengamatan saya siswa smp dan sma di tempat saya sangat minim yang minat belajar fisika,tapi ada salah satu cara untuk menarik minat utk belajar fisika yaitu dengan mengadakan pendekatan atau demo fisika.Jadi saya mau menawarkan sama bapak untuk kerjasama serta bisa berhadir di sibolga.Apa yang harus saya persiapkan pak???
makasih pak atas penjelasanya
saya seorang mahasiswa FMIPA FISIKA di salah 1 PTN…
saya tidak begitu minat dengan fisika,,, tolong kasi tau pak tips supaya saya minat belajar fisika
kembangkan…………………………………!!!!!!!!!!!!!!!!
akan diimprovisasi… ini masih tahap rintisan
wah2….info yang baguuuuuuuuuuuuuss ni……
makacih banget pak….penjelasannya baguzzz
oy, saya mau tanya tentang hujan darah yang terjadi di india itu bisa dijelasin pake ilmu fisika ga???:)
Hallo pak guru muda trims email2nya…..
oh ya…. gelembung sabun berbentuk bulat mungkin dikarenakan tekanan yang ada di dalam selaput tipis menyebar rata ke segala arah.
mengapa tegangan permukaan yiap zat berbeda??
misal mercury, air, etanol, benzen, dll.. itu tdk sama..
nice infonya….
boleh share ke teman2 yang lain neh…
wahh terimakasih infony pa, hehehhe…
satu tugas mat.kul sudah terpenuhi
makasih
thanks ya atas materix
benar2 membantu dalam menyelesaiakan tugas2x ira .
Makasih bgt….^^ karna materi2 tntg tegangan prmukaannya lbh lengkap dibanding dgn yg dibuku ctak fisika iin…
Hahaha…
Thanks…..
Mksih bnyk pa….
Materix sngt mmbntu skli dlm mnyelesaikn Laporan p’ktikum qu…
Makasih bgt pa…
materinya sgt membantu sy saya dalam mengerjakan soal2 OSN smp trimakasih ya pa…
Pak,boleh g saya link media bpk ini k dlm media saya.???
Mhn jawabannya..
Mantap Fisikanya pak,.
Tinggalkan pesan