Prinsip Archimedes
- Saturday Jan 3,2009 08:23 PM
- By san
- In Fluida Statis
Pengantar
Pernah melihat kapal laut ? jika belum pernah melihat kapal laut secara langsung, mudah-mudahan dirimu pernah melihat kapal laut melalui televisi (Tuh ada gambar kapal di samping). Coba bayangkan. Kapal yang massanya sangat besar tidak tenggelam, sedangkan sebuah batu yang ukurannya kecil dan terasa ringan bisa tenggelam. Aneh khan ? Mengapa bisa demikian ?
Jawabannya sangat mudah jika dirimu memahami konsep pengapungan dan prinsip Archimedes. Pada kesempatan ini gurumuda ingin membimbing dirimu untuk memahami apa sesungguhnya prinsip archimedes. Selamat belajar ya… Semoga setelah mempelajari pokok bahasan ini dirimu dengan mudah menjelaskan semua persoalan berkaitan dengan prinsip archimedes, termasuk alasan mengapa kapal yang massanya besar tidak tenggelam.
Gaya Apung
Sebelum membahas prinsip Archimedes lebih jauh, gurumuda ingin mengajak dirimu untuk melakukan percobaan kecil-kecilan berikut ini. Silahkan cari sebuah batu yang ukurannya agak besar, lalu angkat batu tersebut. Apakah batu tersebut terasa berat ? nah, sekarang coba masukan batu ke dalam air (masukan batu ke dalam air laut atau air kolam atau air yang ada dalam sebuah wadah, misalnya ember). Kali ini batu diangkat dalam air. Bagaimana berat batu tersebut ? apakah batu terasa lebih ringan ketika diangkat dalam air atau ketika tidak diangkat dalam air ? agar bisa menjawab pertanyaan gurumuda dengan benar, sebaiknya dirimu melakukan percobaan tersebut terlebih dahulu.
Untuk memperoleh hasil percobaan yang lebih akurat, dirimu bisa melakukan percobaan dengan menimbang batu menggunakan timbangan pegas (seandainya ada timbangan pegas di sekolah-mu). Timbanglah batu di udara terlebih dahulu. Catat berat batu tersebut. Selanjutnya, masukan batu ke dalam sebuah wadah yang berisi air, lalu timbang lagi batu tersebut. Bandingkan manakah berat batu yang lebih besar, ketika batu ditimbang di dalam air atau ketika batu ditimbang di udara ?
Ketika dirimu menimbang batu di dalam air, berat batu yang terukur pada timbangan pegas menjadi lebih kecil dibandingkan dengan ketika dirimu menimbang batu di udara (tidak di dalam air). Massa batu yang terukur pada timbangan lebih kecil karena ada gaya apung yang menekan batu ke atas. Efek yang sama akan dirasakan ketika kita mengangkat benda apapun dalam air. Batu atau benda apapun akan terasa lebih ringan jika diangkat dalam air. Hal ini bukan berarti bahwa sebagian batu atau benda yang diangkat hilang sehingga berat batu menjadi lebih kecil, tetapi karena adanya gaya apung. Arah gaya apung ke atas, alias searah dengan gaya angkat yang kita berikan pada batu tersebut sehingga batu atau benda apapun yang diangkat di dalam air terasa lebih ringan. Sampai di sini, dirimu sudah paham-kah ?

Keterangan gambar :
Fpegas = gaya pegas, w = gaya berat batu, F1 = gaya yang diberikan fluida pada bagian atas batu, F2 = gaya yang diberikan fluida pada bagian bawah batu, Fapung = gaya apung.
Fapung merupakan gaya total yang diberikan fluida pada batu (Fapung = F2-F1). Arah gaya apung (Fapung) ke atas, karena gaya yang diberikan fluida pada bagian bawah batu (F2) lebih besar daripada gaya yang diberikan fluida pada bagian atas batu (F1). Hal ini dikarenakan tekanan fluida pada bagian bawah lebih besar daripada tekanan fluida pada bagian atas batu.
Prinsip Archimedes
Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menemukan bahwa benda yang dimasukan ke dalam fluida seperti air misalnya, memiliki berat yang lebih kecil daripada ketika benda tidak berada di dalam fluida tersebut. Dirimu mungkin sulit mengangkat sebuah batu dari atas permukaan tanah tetapi batu yang sama dengan mudah diangkat dari dasar kolam. Hal ini disebabkan karena adanya gaya apung sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Gaya apung terjadi karena adanya perbedaan tekanan fluida pada kedalaman yang berbeda. Seperti yang telah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan Tekanan pada Fluida, tekanan fluida bertambah terhadap kedalaman. Semakin dalam fluida (zat cair), semakin besar tekanan fluida tersebut. Ketika sebuah benda dimasukkan ke dalam fluida, maka akan terdapat perbedaan tekanan antara fluida pada bagian atas benda dan fluida pada bagian bawah benda. Fluida yang terletak pada bagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang berada di bagian atas benda. (perhatikan gambar di bawah).

Pada gambar di atas, tampak sebuah benda melayang di dalam air. Fluida yang berada dibagian bawah benda memiliki tekanan yang lebih besar daripada fluida yang terletak pada bagian atas benda. Hal ini disebabkan karena fluida yang berada di bawah benda memiliki kedalaman yang lebih besar daripada fluida yang berada di atas benda (h2 > h1).
Besarnya tekanan fluida pada kedalamana h2 adalah :
![]()
Besarnya tekanan fluida pada kedalamana h1 adalah :
![]()
F2 = gaya yang diberikan oleh fluida pada bagian bawah benda, F1 = gaya yang diberikan oleh fluida pada bagian atas benda, A = luas permukaan benda
Selisih antara F2 dan F1 merupakan gaya total yang diberikan oleh fluida pada benda, yang kita kenal dengan istilah gaya apung. Besarnya gaya apung adalah :

Keterangan :

Karena
![]()
(ingat kembali persamaan massa jenis)
Maka persamaan yang menyatakan besarnya gaya apung (Fapung) di atas bisa kita tulis menjadi :

mFg = wF = berat fluida yang memiliki volume yang sama dengan volume benda yang tercelup. Berdasarkan persamaan di atas, kita bisa mengatakan bahwa gaya apung pada benda sama dengan berat fluida yang dipindahkan. Ingat bahwa yang dimaksudkan dengan fluida yang dipindahkan di sini adalah volume fluida yang sama dengan volume benda yang tercelup dalam fluida. Pada gambar di atas, gurumuda menggunakan ilustrasi di mana semua bagian benda tercelup dalam fluida (air). Jika dinyatakan dalam gambar maka akan tampak sebagai berikut :

Apabila benda yang dimasukkan ke dalam fluida, terapung, di mana bagian benda yang tercelup hanya sebagian maka volume fluida yang dipindahkan = volume bagian benda yang tercelup dalam fluida tersebut. Tidak peduli apapun benda dan bagaimana bentuk benda tersebut, semuanya akan mengalami hal yang sama. Ini adalah buah karya eyang butut Archimedes (287-212 SM) yang saat ini diwariskan kepada kita dan lebih dikenal dengan julukan “Prinsip Archimedes”. Prinsip Archimedes menyatakan bahwa :
Ketika sebuah benda tercelup seluruhnya atau sebagian di dalam zat cair, zat cair akan memberikan gaya ke atas (gaya apung) pada benda, di mana besarnya gaya ke atas (gaya apung) sama dengan berat zat cair yang dipindahkan.
Dirimu bisa membuktikan prinsip Archimedes dengan melakukan percobaan kecil-kecilan berikut. Masukan air ke dalam sebuah wadah (ember dkk). Usahakan sampai meluap sehingga ember tersebut benar-benar penuh terisi air. Setelah itu, silahkan masukan sebuah benda ke dalam air. Setelah benda dimasukan ke dalam air, maka sebagian air akan tumpah. Volume air yang tumpah = volume benda yang tercelup dalam air tersebut. Jika seluruh bagian benda tercelup dalam air, maka volume air yang tumpah = volume benda tersebut. Tapi jika benda hanya tercelup sebagian, maka volume air yang tumpah = volume dari bagian benda yang tercelup dalam air Besarnya gaya apung yang diberikan oleh air pada benda = berat air yang tumpah (berat air yang tumpah = w = mairg = massa jenis air x volume air yang tumpah x percepatan gravitasi). Volume air yang tumpah = volume benda yang tercelup dalam air
Kisah Eyang Archimedes
Konon katanya, eyang butut Archimedes yang hidup antara tahun 287-212 SM ditugaskan oleh Raja Hieron II untuk menyelidiki apakah mahkota yang dibuat untuk Sang Raja terbuat dari emas murni atau tidak. Untuk mengetahui apakah mahkota tersebut terbuat dari emas murni atau mahkota tersebut mengandung logam lain, eyang butut Archimedes pada mulanya kebingungan. Persoalannya, bentuk mahkota itu tidak beraturan dan tidak mungkin dihancurkan dahulu agar bisa ditentukan apakah mahkota terbuat dari emas murni atau tidak. Ide brilian muncul ketika ia sedang mandi dan mungkin karena saking senangnya, eyang butut Archimedes ini langsung berlari dalam keadaan bugil sambil berteriak “eureka” yang artinya “saya telah menemukannya”. Waduh, saking senangnya lupa pake handuk… hehe… ide brilian untuk menentukan apakah mahkota raja terbuat dari emas murni atau tidak adalah dengan terlebih dahulu menentukan Berat Jenis mahkota tersebut lalu membandingkannya dengan berat jenis emas. Jika mahkota terbuat dari emas murni, maka berat jenis mahkota = berat jenis emas.
Berat jenis suatu benda merupakan perbandingan antara berat benda tersebut di udara dengan berat air yang memiliki volume yang sama dengan volume benda. Secara matematis ditulis :
![]()
Nah, sekarang bagaimana menentukan berat air yang memiliki volume yang sama dengan volume benda ?
Menurut eyang butut Archimedes, berat air yang memiliki volume yang sama dengan volume benda = besarnya gaya apung ketika benda tenggelam (seluruh bagan benda tercelup dalam air). Hal ini sama saja dengan berat benda yang hilang ketika ditimbang dalam air. Dengan demikian :
![]()
Untuk menentukan berat jenis mahkota, maka terlebih dahulu mahkota ditimbang di udara (BeratMahkotaDiudara). Selanjutnya mahkota dimasukan ke dalam air lalu ditimbang lagi untuk memperoleh BeratMahkotaYangHilang. Jadi :
![]()
Setelah berat jenis mahkota diperoleh, maka selanjutnya dibandingkan dengan berat jenis emas. Berat jenis emas = 19,3. Jika berat jenis mahkota = berat jenis emas, maka mahkota tersebut terbuat dari emas murni. Tapi jika mahkota tidak terbuat dari emas murni, maka berat jenis mahkota tidak sama dengan berat jenis emas. Begitu….
Mengapa Kapal Tidak Tenggelam ?
Pada pokok bahasan Massa Jenis dan Berat Jenis, telah dijelaskan konsep terapung dan tenggelam dari sudut pandang ilmu fisika. Apabila kerapatan alias massa jenis suatu benda lebih kecil dari massa jenis air, maka benda akan terapung. Sebaliknya jika kerapatan suatu benda lebih besar dari kerapatan air maka benda tersebut akan tenggelam.
Nah, kebanyakan kapal terbuat dari besi dan baja. Massa jenis besi dan baja = 7,8 x 103 kg/m3 sedangkan masa jenis air = 1,00 x 103 kg/m3. Tampak bahwa kerapatan besi dan baja lebih besar dari kerapatan air. Seharusnya kapal yang terbuat dari besi dan baja tenggelam dunk
lalu mengapa kapal tidak tenggelam ?
Ayo dijawab melalui kolom komentar… nanti kita bahas bareng-bareng
Aturan emas gurumuda.com :
salah itu barang biasa… namanya juga belajar. Kalau semuanya harus benar, untuk apa lagi kita belajar ? hehe…
Referensi :
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penebit Erlangga.
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.
Ada 72 Komentar
Kapal tidaklah serapat yang dibayangkan.
Di dalam konstruksi sebuah kapal, khususnya yang tercelup di dalam air dibuat berongga.
Dengan demikian jika dibandingkan dengan kerapatan air, sebenarnya kerapatan total konstruksi kapal jauh lebih kecil.
Jadi sebagian besar ruang di konstruksi kapal yang tercelup dalam air diisi oleh udara. Dengan demikian kapal memiliki cadangan gaya apung yang lebih.
Namun dalam kasus beban berlebih, dimana terdapat tambahan gaya berat dari beban yang diangkut, maka beda lagi kasusnya.
Bahasaku mbulet ya? hahaha…
Salam Sukses,
BLOG MOTIVASI ARIEF – Support Your Success for a Better Life
NB : blognya bagus sekali mas… sangat bermanfaat
keren dah
tolong, soal-soal fisika
-mekanika fluida
-hukum pascal
-hukum archimedes
tolong banget…!!!
-
tolong pada setiap bab itu di kasih soal latihannya berserta kunci jawabanya agar bisa buat belajar klo bisa materi-materi yang terdapat di dalam web ini itu semuanya di kasih soal latihanya
kalo gaya apung udara bgmana?
ada soal yang cukup membingungkan nih.
Balon udara mempunyai massa dalam keadaan kosong 300 kg. ketika diisi dengan helium (P= 0.183 kg/m kubik) yang volumenya 900 m kubik, massa benda maksimal yang masih dapat diangkat adalah..
-tolong bantuannya-
(oiya, kalo bisa soal-soal fisika = kunci jawabannya di tambah)
soal itu ada di contoh soal marthen na…liat aja
contoh soal marthen? ada dimana?
kapal tidak tenggelam karena kapal memiliki gaya apung yang lebih besar di banding berat kapal. karena didalam kapal tidak diisi dengan baja dengan keseluruhan tetapi ada ruang kosong (didalam kamar mesin, cargo hold) dan badan kapal tidak seluruhnya tenggelam dalam air jika dilihat dari sudut pandang struktur kapal..
blognya udah bagus, namun di setiap pembahasan sedikit sekali ada soal dan pembahasannya. seharusnya, setiap pembahasan dibawahnya terdapat soal atau kasus kasus serta cara penyelesaiannya.
thx
Download ebook aja… sudah saya sertakan di ebook
cara download ebooknya gmana?
daftar aja jadi anggota newsletter, nanti link download dikirim ke emailmu
misalnya sebuah tabung udara ksong di isi dengan udara bertekanan sebesar 2 bar. Kira perhitungan untuk menghitung beban yang di berikan tabung agar dapat tenggelam gmn yah..
mohon bantuannya..
ih wow!
karena dalam desain kapal sudah dibuat rongga sehingga sebuah kapal yang terbuat dari besi/baja tidaklah memiliki rapat massa yang sama dengan besi, karena kerapatan sebuah kapal lebih kecil dari besi. hal ini dikarenakan adanya rongga pada lambung kapal. sehingga rapat massa kapal libih kecil dari rapat massa air sehingga kapal bisa terapung.
wah nie guru muda buat ku penasaran za?
wah nie guru muda buat ku penasaran za?
menurut ku sih, kapal ga tenggelam karena pada kapal terdapat rongga udara sehingga tingkat kerapatan massa air lebih besar dan menyebabkan gaya angkat pada kapal tersebut, walaupun kapal tersebut dibuat dengan bata sekali pun..
kenapa kalau telor yang dimasukkan ke dalam air garam dapat mengapung, padahal batu tidak dapat mengapung, sekalipun kandungan garam pada air tersebut sangat besar . . . . . ?
@ erlinda agrianthy
air garam (air laut) dan air tawar memiliki perbedaan viskositas, air garam memiliki viskositas yang lebih besar di bandingkan dengan air tawar. hal ini menyebabkan benda yg tercelup akan memiliki hambatan viskositas yg lebih besar dibandingkan air tawar.
Cangkang telur memliki bentuk yg streamline (baca : mekanika fluida). jadi tekanan air laut yang terjadi pada cangkang telur akan merata. sehingga hal ini akan membuat telur terapung ato lebih tepatnya melayang didalam air garam.
mohon dikoreksi jika ada yg salah…
thx
@ Pak Guru San.
sama pak… kta saling berbagi ilmu..
displacement = berat kapal yang dipindahkan oleh air. untuk menentukan berat kapal faktor yang menentukan adalah panjang kapal, lebar kapal, sarat kapal dan Cb (faktor bentuk kapal), dari rumus ini nantinya akan ketemu volume displacement kapal jika di kalikan massa jenis maka dapat diketahui berat kapal tersebut.
jika beban tersebut menerima beban lebih dari sarat (batas tercelupnya kapal) maka kapal tersebut akan overweight. sehingga titik apung kapal akan naik melebihi titik berat kapal. alhasil kapal akan mengalami oleng dan kemudian tengelam (capsize). memang kapal berongga, kedap, dan kuat tetapi elastis.
mohon dikoreksi jika ada kesalahan..
thx
makasih Andrianadi Yoghi, dah ngasih sumbangan pemikiran
@yogi: gi, klw ada saya minta hitungan teknis mengenai penentuan dimensi kapal dan berapa beban maksimal yang bisa dipikul kapal serta berapa gaya archimedes yg diterima kapal. makasih y sebelumnya.
o iya, tdi disinggung bahwa faktor bntuk kapal berpengaruh trhadap displacement (berat kpl yg dipindahkan oleh air, berarti gaya apung). bagaimana faktor bntuk trsebut bisa berpengaruh trhadap displacement? dan bntuk seperti apa yg paling baik untuk menghasilkan displacement yang besar?
@ jamal :
ada banyak metode untuk mencari dimensi kapal ini salah satunya, untuk menentukan dimensi kapal tergantung dari muatan yg ditentukan oleh pemesan(atau biasa dibilang Owner Requirement) dimana muatan tersebut tergantung dari tipe kapal yang akan dibuat. sebagai contoh kapal peti kemas dengan muatan 4500 TEU. dari muatan tsb dapat dihitung nilai DWT(muatan,bahan bakar, air tawar,dll) dan LWT(mesin kapal, berat struktur kapal,dll) dimana LWT+DWT = displacement kapal. lalu kemudian dapat dihitung dimensi kapal. Dimensi kapal juga bergantung pada nilai perbandingan yaitu L/B, B/H. H/T, B/T (L=panjang, B=lebar, H=tinggi, T=sarat). Untuk lebih jelasnya baca buku basic ship theory 1 dan 2.
Faktor bentuk atau biasa dibilang Cb merupakan perbandingan dari volume of displacement pada sarat dengan volume block yang persegi panjang yang mempunyai panjang, lebar dan tinggi yang sama. Untuk Displacement yang besarnya biasanya pada kapal tongkang(Barge) cenderung memiliki Cb = 0.8~0.9.
Mohon dikoreksi jika jawaban saya salah..
Thx
maksih y pak san atas informasinya.
ada yang mw saya tanya ni pak,
apakah hukum archimedes berlaku pada tanah lumpur (tanah dngan kandungan air yang bnyak)??
hai Jamal, lam kenal…
Barangkali bisa dibuktikan dengan melakukan percobaan. Perkiraanku masih berlaku…
jadi besar gaya apung yang diberikan lumpur sama dengan berat lumpur yang dipindahkan
saya akan coba jawab, berapakah kandungan air yang terdapat pada lumpur tsb? apakah dikategorikan zat cair atau cair-padat? Hukum Archimedes sendiri hanya berlaku pada zat cair. Dia ngga menemukan hukum ini ketika berendam di lumpur..he..he..
Jadi Lumpur (cair) pasti memiliki gaya apung(Arhimedes) sedangkan Lumpur (padat-cair) juga mempunyai gaya tekanan ke atas tergantung dari berat dan bentuk benda.
Satu hal yang jelas ketika ada gaya aksi pasti ada gaya reaksi (Hukum kekekalan Energi)
Mohon dikoreksi jika ada kesalahan..
Thx
trimakasih atas blognya…
sgt membntu saya mnulis laporan dan membuat seminar…
sy doakan moga bapak sukses… aminn…
juga seminar saya… aminn…..
contoh2 benda yg melayang dalam air apa saja???
maksih bwt cmua ilmu yg udh di bgi.,.,
baguss,berguna sekali bwt pelajaran di sekolah…….thanx god…
makasih atas pengetahuannya !!!!
makasi juga untuk guru muda yang telah memberi pengetahuaan yang lengkap tentang hukum archimedes.
mengapa kapal laut tenggelam ?
bisa kehilangan keseimbangan karena oleng atau kemasukan air laut sehingga kerapatan totalnya jadi lebih besar dari kerapatan air laut.. he2
aku ingin seperti beliau
pak guru saya murid kelas 11 ipa. nama saya ahdiat. saya bisa minta tolong ga pak?
jadi guru fisika saya menyuruh saya dengan seorang teman saya membuat eksperimen/percobaan tentang fluida.
tetapi saya belum menemukan percobaannya. Kira-kira percobaan apa ya yang bagus,ga rumit, dan bisa membuat orang yang melihat kagum
terima kasih pak.
Saya mohon bantuannya ya pak.
Jika ingin membantu saya bisa kirim ke email saya saja pak ahdiat_xiipa1@yahoo.com
Terima kasih banyak
contoh penerapan prinsip archimedes pada kehidupan sehari-hari selain pada kapal selam apa aja??
lely p-aham materinya lalu lely coba pikirkan bebrapa contoh lain ya… ayo latih berpikir
lagi nyari artikel tentang archimedes, n thx banget atas site ini… so helpfull..!! Gbu
Aq sangat trkesan dgn adanya nie…
Moga ja bwanyk blog” yg mmbrikan pemikiran sprti guru muda
trima kasih guru muda
mugkn q mo coba jwb prtnyaan mslh kpl.tu d akibtkn oleh adanya ruang kosong dlm diri kapal trsbt,sehingga menyebabkn kpal dpt mengapung d atas air
makasih sdh memberikan pendapat, Abdul jalil
cara penyampaian materinya menarik jadi kesannya m’buat kita pengen tahu lebih lanjut…. apalagi ditambah dengan pengangkatan cerita si eyang butut archimedes… jempol deh……
biasa aja kan saya sd saya ngak mengerti
aku itu aslinya mau ngambil maksudnya mgak ada di situ sulitttt……………:P
Karena lautnya luas,berarti penopang kapal ke atasnya lebih besar & air laut juga = air garam, membuat kapal lebih mudah mengapung.
Jika kita masukkan kapal dalam bak berisi air yang besarnya sama dengan kapal itu, kapal itu akan tenggelam.
Pak, mau tanya nih, bgmn prinsip kerja air, misal dari tandon air, menurut percobaan fisika di SD kan yang paling bawah yang paling jauh keluarnya, karena tekanan airnya paling tinggi, bgmn jika lobang pada percobaan tersebut besarnya lobang tidak sama ?
misal yang paling bawah lbh besar dan yang paling tinggi lebih kecil, apakah jarak keluarnya air yg paling bawah = panjang juga ?
Atau bila yang bawah kita kasih lobang kecil sekali, apakah tekanan dan keluarnya juga panjang ??? bagaimana dgn yg paling atas, apakah menjadi lebih panjang, karena tekanannya kan masih besar, karena yang bawah kecil keluarnya.
Ketiga, dalam kondisi sama besar lobangnya dan bila yang paling bawah saya kasih selang lalu saya naikkan selangnya sehingga selevel dengan yang paling atas, bagaimana keluarnya ?? apakah tekanannya menjadi berkurang kembali ( sama tekanannya dengan yg paling atas ?
keempat, jika saya kasih selang yang besar pada lobang atas dan bawah, lalu saya kecilkan di ujung selangnya, apakah tekanannya menjadi berkurang atau sama keluarnya ? dan bagaimana jika satunya saya kecilkan yang satunya lagi normal, manakah yg lebih besar tekanannya ? atau sama saja ?
terimakasih sebelumnya, pak, saya nantikan jawabannya yah …
Jerry baca dulu materi penerapan prinsip dan persamaan bernoulli. Kalau masih bingung tanya aja di bagian komentar
aDuWh aQ mZiH NgeRaSa BiNgUNg NiCh !! tLoNg dONg kZiH tHu LbiH RiNCi TeNt
aDuWh aQ mZiH NgeRaSa BiNgUNg NiCh !! tLoNg dONg kZiH tHu LbiH RiNCi T
W < Fapung ; jadi kapal bisa mengapung… (Correct Me If I'm Wrong)
krna dlm suatu kapal trdapat ruang2 yg tidak dapat di isi oleh air, tp adanya udara yang mengisi ruang2 itu….
sedangkan batu tdk mmpunyai ruang apapun yg tdk dpt di isi oleh udara….
hahahaha masuk akal ga?
kyanya ngga eaah…huhuhuhuhu
sorry
cuma mow bilang sama yg punya rumah ini. . . . Tx ea, , , atas materix, , , cx z udah dpt sdkit materi utk di isi di teori singkat, pf8 (praktikum fisika ke
makasih pak materinya….. lumayan untuk presentasi…
jwabannya mungkin karena sebuah kapal memiliki volume yang besar (memiliki ruangan didalamnya). Sehingga, massa kapal dibagi dengan volume kapal yang besar menghasilkan kerapatan yang kecil daripada air (mungkin para pembuat kapal emang udah memperhitungkan semuanya). Dari teori yang sudah dibahas, apabila kerapatan suatu benda lebih kecil daripada kerapatan air, maka benda akan terapaung.
bnr g?
hehehe…..
thanks yaaa pak materinyaa……..
bagus, ya, percobaannya!Aku suka sekali!Terima kasih, aku juga sudah diajarkan di sekolah tentang percobaan seperti di atas tadi, lho..
saya setuju dengan pendapatnya dona dan jerry ..
karna memang kapal mempunyai ruang yg diisi udara2 shgga membuat kapal bisa mengapung dan juga dipengaruhi oleh luas penanmpang dan juga oleh volume air yg lebih besar dari pada volume kapal.
makasih banyak pak ^^
huhh… fisika,, pussing deh …..
ch hukum archimedes dlm khidupan shari-hari appa siihh…?????????
pakk.. sya sedang melakukan percbaan pir kir remaja mengenai menentukan massa jenis minyak dengan hukum pascal dan prinsip archimedes…….
sbenarnya bagaimna prinsip krja na pak…
saya eriz, nak klz 2 sma, sklh d aceh, sman seribu bukit gayo lues….
tlng d blaz trimaksh………………
sekedar mencurahkan pikiran saya,,
mungkin dek erisma bisa menggunakan pipa U,, Satu sisi di isi dgn minyak dan sisi satunya lagi di isi dengan air. Prinsip arcimedes menyatakan Gaya keatas sebanding dengan berat fluida yang dipindahkan. .Bisa diartikan: Berat minyak = Berat air yang dipindahkan
(Penggunaan pipa U, berdasarkan prinsip tekanan hidrostatis)
Wminyak = Wair yang dipindahkan
massa minyak . grafitasi = massa air . grafitasi (nilai grafitasi sama)
massa jenis minyak . volume minyak = massa jenis air . volume air
rho minyak . Vminyak = rho air . Vair
rho minyak . A . h minyak = rho air . A . h air (A adalah luas penampang pipa U)
jadi:
rho minyak = (rho air . h air) / h minyak
tentang kapal selamnya mana????
hehehhe…. makasiii bnyk yah,, paK guruu ..
)
Materii nya ngax beda jauhh dng yg d kasii ma Guru saiaa…
THank’s a lot Teacher ..
om guru…..
bagaimana cara kerja jembatan ponton?
jelasin dong????
saya mau tanya tentang Desain kapal yang baik jika dikaitkan dengan konsep tekanan ?
apa konsep tekanan itu P =F/A ?
mohon dijawab sesegera mungkin gurumuda
ini saya cuman berpendapat,,
konsep kapal tu berhubungan dengan hukum Archimedes, kapal bisa mengapung karena mendapat gaya keatas zat cair, karena secara keseluruhan massa jenis kapal lebih rendah daripada air laut.
nilai gaya keatas sebesar,:
Fa= rho. V . g
rho = massa jenis air laut,
V = volume air laut yang bepindah akibat adanya kapal
g = grafitasi
Karena terdapat banyak celah dan rongga di lambung kapal yang membuat massa jenis bagian bawah kapal tidak hanya massa jenis besi & baja (7,8 gr/cm3) melainkan massa jenisnya tercampur menghasilkan massa jenis rata2 yang lebih kecil daripada massa jenis air laut (? air laut>1,0gr/cm3) sehingga memungkinkan kapal untuk tetap mengapung diatas air.
Volume lambung kapal yang besar juga memberikan gaya apung yang lebih besar kepada kapal, sesuai dengan hukum archimedes yang mengatakan “suatu benda yang dicelupkan seluruhnya dalam zat cair selalu menggantikan volum zat cair yang sama dengan volum benda itu sendiri”
Jadi volume lambung kapal akan menggantikan volum air laut,
dan juga hukum yang mengatakan “gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan tersebut”
Maka semakin besar volum lambung kapal akan menggantikan volum air laut dimana semakin besar volum air laut yang tergantikan akan semakin besar gaya apungnya
Maaf kalo masih berantakan pak, saya juga baru belajar
gurumuda, saya ingin bertanya. mengapa kapal tidak berlayar saat laut ganas (berombak) ?
apakah ada hubungannya dengan hukum archimedes ?
sebelumnya terima kasih pak
berhubungan dengan jenis-jenis keseimbangan
pak guru, tanya dong. aku dikasi soal sama guru ku. aku pelajar SMA klas 2. gurunya ngasi soal yg berbeda tiap muridnya. nah aku dapet soal yg ini:
“Sebuah kubus terbuat dari kayu dibebani benda 200g dipermukaan atasnya, kubus mengapung dalam air. bila benda 200g diambil, diamati bahwa kubus itu naik 2cm ke permukaan air. volume kubus itu adalah?”
a. 200cm^3 c. 1000cm^3 e. 2000cm^3
b. 400cm^3 d. 1500cm^3
(dikutip dari buku Fisika SMA 2B Erlangga (Marthen Kanginan)
mohon jawabannya beserta jalan nya pak guru, karena hingga sekarang saya tidak mengerti dengan soal ini
N.B: soal ini buat dijawab di depan kelas besok (sabtu, 26 maret 2011) T_____T
Maaf ya rendy… kumpul hari ini berarti aq telat. Aq nyusun pembahasan soal lengkap aja sekalian biar nanti tinggal bandingin aja…
beati massa jenis rata2 kapal seluruhnya lebih kecil daripada massa jenis air laut, sehingga kapal bisa terapung….
Pak guru yg ingin saya tanyakan:
“utk mengetahui keadaan benda yg dimasukkan ke dalam zat cair itu membandingkan gaya apung dg berat benda ketika di udara apa berat benda dg berat benda di air?”
emailnya gak valid lina, kontak via email gagal. Bisa diperjelas keadaan benda, maksudnya
karena di dalam kapal terdapat rongga udara yang membuat kapal mengapung
benar ga ya?!
OOwww Begono ngerti sekarang.. siap Lanjutkan UAN heheh.. makasih pak…
materi yang dicari-cari.
thanks.
Tinggalkan pesan