Perkalian vektor dan skalar menggunakan komponen vektor satuan
- Tuesday Oct 7,2008 11:32 AM
- By san
- In vektor skalar
Vektor satuan
Sebelum kita belajar mengenai perkalian vektor, terlebih dahulu kita berkenalan dengan vektor-vektor satuan.
Vektor satuan (unit vektor) merupakan suatu vektor yang besarnya = 1. vektor satuan tidak mempunyai satuan. Vektor satuan berfungsi untuk menunjukan suatu arah dalam ruang. Untuk membedakan vektor satuan dari vektor biasa maka vektor satuan dicetak tebal (untuk tulisan cetak) atau di atas vektor satuan disisipkan tanda ^ (untuk tulisan tangan)
Pada sistem koordinat kartesius (xyz) kita menggunakan vektor satuan i untuk menunjukkan arah sumbu x positif, vektor satuan j untuk menunjukkan arah sumbu y positif, vektor satuan k untuk menunjukkan arah sumbu y positif.
Untuk memudahkan pemahaman dirimu, perhatikan contoh berikut ini. Misalnya terdapat sebuah vektor F sebagaimana tampak pada gambar di bawah.
Pada gambar di atas, tampak bahwa vektor satuan i menunjukkan arah sumbu x positif dan vektor satuan j menunjukkan arah sumbu y positif. Kita dapat menyatakan hubungan antara vektor komponen dan komponenya masing-masing, sebagai berikut :
Fx = Fxi
Fy = Fyj
Kita dapat menulis vektor F dalam komponen-komponennya sebagai berikut :
F = Fxi + Fyj
Misalnya terdapat dua vektor, A dan B pada sistem koordinat xy, di mana kedua vektor ini dinyatakan dalam komponen-komponennya, sebagaimana tampak di bawah :
A = Axi + Ayj
B = Bxi + Byj
Bagaimana jika A dan B dijumlahkan ? gampang…
R = A + B
R = (Axi + Ayj) + (Bxi + Byj)
R = (Ax + Bx)i + (Ay + By)j
R = Rxi + Ryj
Apabila tidak semua vektor berada pada bidang xy maka kita bisa menambahkan vektor satuan k, yang menunjukkan arah sumbu z positif.
A = Axi + Ayj + Azk
B = Bxi + Byj + Bzk
Jika vektor A dan B dijumlahkan maka akan diperoleh hasil sebagai berikut :
R = A + B
R = (Axi + Ayj + Azk) + (Bxi + Byj + Bzk)
R = (Ax + Bx)i + (Ay + By)j + (Az + Bz)k
R = Rxi + Ryj + Rzk
Dibaca perlahan-lahan. Jika belum dipahami, diulangi lagi…….
Perkalian titik menggunakan komponen vektor satuan
Kita dapat menghitung perkalian skalar secara langsung jika kita mengetahui komponen x, y dan z dari vektor A dan B (vektor yang diketahui).
Untuk melakukan perkalian titik dengan cara ini, terlebih dahulu kita lakukan perkalian titik dari vektor satuan, setelah itu kita nyatakan vektor A dan B dalam komponen-komponennya, menguraikan perkaliannya dan menggunakan perkalian dari vektor-vektor satuannya.
Vektor satuaj i, j dan k saling tegak lurus satu sama lain, sehingga memudahkan kita dalam perhitungan. Menggunakan persamaan perkalian skalar yang telah diturunkan di atas (A.B = AB cos teta) kita peroleh :
i . i = j . j = k . k = (1)(1) cos 0 = 1
i . j = i . k = j . k = (1)(1) cos 90o = 0
Sekarang kita nyatakan vektor A dan B dalam komponen-komponennya, menguraikan perkaliannya dan menggunakan perkalian dari vektor-vektor satuannya.
A . B = Axi . Bxi + Axi . Byj + Axi . Bzk +
Ayj . Bxi + Ayj . Byj + Ayj . Bzk +
Azk . Bxi + Azk . Byj + Azk . Bzk
A . B = AxBx (i . i) + AxBy (i . j) + Ax Bz (i . k) +
AyBx (j . i) + AyBy (j . j) + AyBz (j . k) +
AzBx (k . i) + AzBy (k . j) + AzBz (k . k)
Bahasa apa’an neh… dipahami perlahan-lahan ya….
Karena i . i = j . j = k . k = 1 dan i . j = i . k = j . k = 0, maka :
A . B = AxBx (1) + AxBy (0) + Ax Bz (0) +
AyBx (0) + AyBy (1) + AyBz (0) +
AzBx (0) + AzBy (0) + AzBz (1)
A . B = AxBx (1) + 0 + 0 +
0 + AyBy (1) + 0 +
0 + 0 + AzBz (1)
A . B = AxBx + AyBy + AzBz
Berdasarkan hasil perhitungan ini, bisa disimpulkan bahwa perkalian skalar atau perkalian titik dari dua vektor adalah jumlah dari perkalian komponen-komponennya yang sejenis.
Gampang khaen ? dipahami perlahan-lahan… ntar juga ngerti kok… kaya belajar naek sepeda agar dirimu semakin memahami bahasa alien di atas, mari kita kerjakan latihan soal di bawah ini
Contoh Soal 1 :
Besar vektor A dan B berturut-turut adalah 5 dan 4, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Sudut yang terbentuk adalah 90o. Hitunglah perkalian titik kedua vektor tersebut…
Panduan jawaban :
Sebelum kita menghitung perkalian titik vektor A dan B, terlebih dahulu kita ketahui komponen vektor kedua tersebut.
Ax = (5) cos 0o = (5) (1) = 5
Ay = (5) sin 0o = (5) (0) = 0
Az = 0
Bx = (4) cos 90o = (4) (0) = 0
By = (4) sin 90o = (4) (1) = 4
Bz = 0
Vektor A hanya mempunyai komponen vektor pada sumbu x dan vektor B hanya mempunyai komponen vektor pada sumbu y. Komponen z bernilai nol karena vektor A dan B berada pada bidang xy.
Sekarang kita hitung perkalian titik antara vektor A dan B menggunakan persamaan perkalian titik dengan vektor komponen :
A . B = Ax Bx + AyBy + AzBz
A . B = (5) (0) + (0) (4) + 0
A . B = 0 + 0 + 0
A . B = 0
Masa sich hasilnya nol ?
Coba kita bandingkan dengan cara pertama
A.B = AB cos teta
A.B = (4)(5) cos 90
A.B = (4) (5) (0)
A.B = 0
Hasilnya sama to ? he2… guampang banget…
Contoh Soal 2 :
Besar vektor A dan B berturut-turut adalah 5 dan 4, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Hitunglah perkalian titik kedua vektor tersebut, jika sudut yang terbentuk adalah 30o
Panduan jawaban :
Sebelum kita menghitung perkalian titik vektor A dan B, terlebih dahulu kita ketahui komponen vektor kedua tersebut.
Komponen z bernilai nol karena vektor A dan B berada pada bidang xy.
Sekarang kita hitung perkalian titik antara vektor A dan B menggunakan persamaan perkalian titik dengan vektor komponen :
Coba kita bandingkan dengan cara pertama.
Hasilnya sama to ? guampang….
Perkalian silang menggunakan komponen vektor satuan
Kita dapat menghitung perkalian silang secara langsung jika kita mengetahui komponen vektor yang diketahui. Urutannya sama dengan perkalian titik.
Pertama-tama, kita lakukan perkalian antara vektor-vektor satuan i, j dan k. Hasil perkalian vektor antara vektor satuan yang sama adalah nol.
i x i = j x j = k x k = 0
Dengan berpedoman pada persamaan perkalian vektor yang telah diturunkan sebelumnya (A x B = AB sin teta) dan sifat anti komutatif dari perkalian vektor (A x B = – B x A), maka kita peroleh :
i x j = -j x i = k
j x k = -k x j = i
k x i = -i x k = j
Sekarang kita nyatakan vektor A dan B dalam komponen-komponennya, menguraikan perkaliannya dan menggunakan perkalian dari vektor-vektor satuannya.
A x B = (Axi + Ayj + Azk) x (Bxi + Byj + Bzk)
A x B = Axi x Bxi + Axi x Byj + Axi x Bzk +
Ayj x Bxi + Ayj x Byj + Ayj x Bzk +
Azk x Bxi + Azk x Byj + Azk x Bzk
A x B = AxBx (i x i) + AxBy (i x j) + Ax Bz (i x k) +
AyBx (j x i) + AyBy (j x j) + AyBz (j x k) +
AzBx (k x i) + AzBy (k x j) + AzBz (k x k)
Karena i x i = j x j = k x k = 0 dan i x j = -j x i = k, j x k = -k x j = i, k x i = -i x k = j, maka :
A x B = AxBx (0) + AxBy (k) + Ax Bz (-j) +
AyBx (-k) + AyBy (0) + AyBz (i) +
AzBx (j) + AzBy (-i) + AzBz (0)
A x B = AxBy (k) + Ax Bz (-j) +
AyBx (-k) + AyBz (i) +
AzBx (j) + AzBy (-i)
A x B = AxBy (k) + Ax Bz (-j) + AyBx (-k) + AyBz (i) + AzBx (j) + AzBy (-i)
A x B = (AyBz - AzBy)i + (AzBx - Ax Bz)j + (AxBy - AyBx )k
Pahami perlahan-lahan….
Jika C = A x B maka komponen-komponen dari C adalah sebagai berikut :
Cx = AyBz - AzBy
Cy = AzBx - Ax Bz
Cz = AxBy - AyBx
Referensi :
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga
Kanginan, Marthen, 2000, Fisika 2000, SMU kelas 1, Caturwulan 2, Jakarta : Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
NB :
Kalo dirimu ingin dapat pembahasan soal vektor lengkap, Silahkan daftar jadi anggota newletter. Link download langsung dikirim ke emailmu, saat ini juga
Ada 28 Komentar
makasih kk san. saya sekarang udah kuliah. fisika saya sewaktu SMA sangat lemah. tapi karena modul yang kakak buat ini sangat membantu saya, mudah-mudahan saya bisa memahami pelajaran ini lebih baik di kulian dibanding di SMA.
sama2 dinal… selamat belajar, semoga sukses sampai di tujuan
dah lama melek internet, tapi kok ya baru liat blog ini sekarang…
poor me…… hiks….
salam kenal
salam kenal juga unie. baru ada bulan september 2008
wah,,,bener-bener guru muda
gudang ilmu bu..
entar kalau saya mo nanya-nanya blh donk!!!
sekarang ni postingan mo dbaca dl, klw ngga rudeng baru nanya.
ok…om.
wah.. cek guru, keren bgt nie.. aku fans nya fisika lho… jadi tetap exis ya…
bagus bangets kak! jadi ada pencerahan neh, baca di buku ora ngudeng-ngudeng. makasih ya kak
heeeee……….mmmmmmm ribet…..
yaudah aye copy ye…..
mudah2 gak ada virus yang nakal saat aye copy…
thanks ea bwt teori2_a
enk bgd d guru muda
guru muda is the best…
cukup membantu…gpp khan loq aq copy..alx ge butuh ne…hehe…
Ka, aku dapet soal ulangansoal vektor kelas XI
gini soalnya :
sebuah benda bergerak dgn persamaan lintasan y =(27t-t pangkat 3) meter, jika y adlh arah vertikal, brp ketinggian max benda tsb????
difaktorin bukan sih?????
Gambar untuk proyeksi vektor baik ke sumbu x maupun y seharusnya mengikuti kaidah, sehingga hasil proyeksi vektor sesuai dengan panjang vektor pada sumbu tersebut. trims
bs bantu ga?
jka vektor a=20 satuan, b=30 satuan dan sudut yang dihasilkan 53 derajat maka resultan IaI+IbI berapa?
Trus klo ada c jg gmn?
mis c=40 satuan membentuk 117 derajat dengan a maka resultan a+b+c berapa
thx banget buat yang dah bkin blog ini,
bener2 sangat membantu q…
jdi ngerti aq sekarang ttg vektor..
thx eaw…
^_^
boleh juga nih
thanks buat gurumuda telah membantu saya
saya mau tanya nich, gmn caranya agar kita mudah mencerna rumus-rumus fisik? oh ya Pak, menurut Bapak tentang kasus warih dikaitkan dengan peranan pemerintah dalam penegakkan hukum di Indonesia?
nurhuda paham konsep dulu.. kalo dah paham konsep, rumusna jadi lebih mudah dicerna. Sering latihan soal jg ya, biar lebih mahir…
Kalo kasus warih, aq no comment aja deh
[...] antara besar gaya (F) dan besar perpindahan (s) di atas merupakan bentuk perkalian titik atau perkalian skalar. Karenanya usaha masuk dalam kategori besaran skalar. Pelajari lagi perkalian vektor dan skalar [...]
kak saya mau tnya: klo contoh soal no.1 itu, bkannya by: (4) sin 90 drajat = (4)(1)= 4 ya? kok hsilnya 1? tp hasil akhirnya sama aj sie….
salah ketik bela. Sdh diperbaiki…
kak saya mau tnya lg ne, klo pd cntoh soal yg ke2, dari mana kakak dpt 1/2 akar 3? balas ia kak pertnyaan saya, saya blum begitu ngrti soal’a… tp, mksi ats info’a….
Bntuin pank cri soal vektor skalar…
ama penyelesaiannya nahhhh……..!!
Dr maren kga dpt2,,,
kak, klo ada perkalian vektor A . B x C yang didahulukan yang mana ya?
klo misalnya dikalikan dri sebelah kiri dlu, ato dot product
(A.B), maka hasilnya adalah skalar.. apakah bisa skalar dikalikan dengan vektor C menggunakan cross product?
nb: soal tanpa tanda kurung
Thx bgt buat Gurumuda paling atas ada salah ketik dikit bro vektor satuan k untuk menunjukkan arah sumbu y positif. harusnya kan z hehe
slm kenal guru… Aq seneng banget dgn smua pnjelasan guru, sangat membantu. trus terang Q jg seorag guru yg ngajar Fisika tp ga ssuai dgn basicQ. Q sarjana Kimia…
Guru, mngapa pada perkalian vektor pd contoh nilai cos dan sin pd sumbu Ax dan Ay adalh nol mngpa bkn 90 sprti yg dik pd soal?
itu knapa bisa -i -j -k ya?
Tinggalkan pesan