Gudang Ilmu Fisika Gratis

Penyebab pemanasan global yang dilupakan manusia (bukan CO2)

  • Thursday Apr 22,2010 09:34 PM
  • By san
  • In Artikel

Pengantar

Lagi nulis materi interferensi gelombang bunyi dan layangan tapi belum selesai, sehingga daripada blog gurumuda menjadi jablai maka alangkah tidak baiknya jika menulis unek-unek gurumuda berkaitan dengan global warning warming alias pemanasan global. Konon katanya penyebab utama pemanasan global adalah CO2… Hampir semua tulisan yang ada di internet mengkalim CO2 sebagai penyebab utama pemanasan global. Ini kesimpulan para ahli yang sudah melakukan penelitian… btw, gurumuda malah heran karena dari banyaknya artikel yang bertebaran di internet, sama sekali belum ada tulisan yang menyinggung penyebab pemanasan global versi gurumuda.

 

Termodinamika

Pernah belajar termodinamika ? mudah-mudahan belum ;) Dalam termodinamika kita belajar bahwa ada bentuk energi yang berguna, sedangkan ada bentuk energi yang tidak berguna… Energi potensial kimia dalam minyak bumi merupakan salah satu bentuk energi yang berguna. Energi potensial kimia dalam minyak bumi (bensin, solar, minyak tanah, etc) bisa kita gunakan untuk menggerakkan kendaraan, memasak makanan atau bisa juga digunakan untuk membangkitkan listrik. Energi potensial gravitasi air di waduk bisa kita gunakan untuk membangkitkan listrik. Energi panas bumi juga bisa kita gunakan untuk membangkitkan listrik.

 

Perubahan bentuk energi

Ketika energi yang berguna tersebut kita manfaatkan, akan terjadi perubahan bentuk energi. Pada dasarnya energi selalu berubah dari bentuk yang berguna menjadi bentuk yang tidak berguna. Energi potensial kimia yang selalu kita gunakan setiap hari (bahan bakar fosil) merupakan bentuk energi yang berguna. Sebaliknya energi dalam merupakan bentuk energi yang tidak berguna. Ketika kita menggunakan mesin kalor, energi potensial kimia akan berubah menjadi kalor dan energi dalam atmosfir (Kalor yang terbuang melalui mesin kalor akan meningkatkan energi dalam atmosfir). Demikian juga energi kinetik kendaraan (ketika kendaraan bergerak, kendaraan punya energi kinetik) berubah menjadi energi dalam atmosfir. Energi dalam berbanding lurus dengan suhu… kalau energi dalam atmosfir bertambah maka suhu atmosfir juga meningkat….

Jadi penyebab pemanasan global yang dilupakan manusia adalah kalor alias panas yang terbuang dari jutaan mesin kalor di seluruh dunia setiap harinya. Mesin kalor ini bisa berupa mesin kendaraan, mesin uap dkk… Bisa perkirakan berapa jumlah kendaraan di suatu kota, misalnya Jakarta ? Ada ribuan kendaraan yang digunakan setiap hari. Kendaraan tersebut bisa digunakan karena adanya bahan bakar… Setelah kita menggunakan kendaraan tersebut, bahan bakar pasti berkurang atau habis. Dengan kata lain, energi potensial kimia dalam bahan bakar tersebut sudah mengalami perubahan bentuk energi. Ke manakah energi potensial kimia dalam bahan bakar yang digunakan setiap kendaraan ? Hampir semua energi potensial kimia tersebut berubah bentuk menjadi energi dalam atmosfir… wajar kalau suhu atmosfir meningkat.

Kalau kita ingin menghentikannya maka kita harus kembali ke kehidupan primitif… kita tidak boleh menggunakan mesin kalor lagi (mesin kendaraan, mesin uap dkk). Dugaan saya, pemanasan global sudah dimulai sejak tahun 1700 (penggunaan mesin uap pertama kali di eropa).

NB :

Ilmu gurumuda masih sangat kurang… Jika ada pakar yang mampir, silahkan menambahkan atau mengurangi. Jangan lupa jelaskan secara ilmiah dan masuk akal sehingga bisa memberikan pencerahan kepada gurumuda dkk :)


Ada 41 Komentar

  • Eka Subyantara says:

    Pa Guru, tidak salah apa yang anda uraikan, hanya kurang menyeluruh saja.

    Efek pemanasan global sejatinya adalah terperangkapnya kalor / energi panas dalam atmosfir kita.

    Energi panas timbul dari pemanasan alami oleh sinar matahari (ini yang paling utama), mesin-mesin kalor, dan pembakaran (misalnya kompor di dapur)

    Dikatakan terperangkap, karena energi panas tersebut (yang anda katakan tidak berguna lagi) seharusnya dapat terlepas ke ruang angkasa melalui radiasi panas (infra merah).

    AKAN TETAPI, hadirnya gas-gas penyerap panas (seperti CO2 dan sebagainya) yang hadir dalam jumlah berlebihan di atmosfir (misalnya dari produk pembakaran hidrokarbon) justru menahan energi panas tersebut tetap berada dalam atmosfir.

    Jadilah atmosfir bumi kita ini makin panas. Efek tersebut persis seperti efek yang diinginkan oleh para pembuat rumah kaca, yaitu panas matahari diperangkap untuk tumbuhnya tanaman tertentu di yang tidak bisa tumbuh di daerah dingin) dari situlah istilah efek rumah kaca dikaitkan dengan pemanasan global.

    JADI, tidak salah para ahli klimatologi di dunia meminjau dari sisi gas-gasnya sedangkan Guru San melihat dari kalornya. Barangkali para ahli sudah menyadari bahwa sumber panas utama yaitu matahari tidak mungkin dikurangi radiasinya. Jadi pikiran mereka bagaimana caranya mengurangi jumlah gas penyerap panas di atmosfir.

    Semoga ini membuka wawasan lebih luas.

    = eka =

    • dj says:

      jadi bukan karena mesinnya menghasilkan panas, tapi gas buang mesin merusak ozon sehingga sinar UV dari matahari banyak yang masuk atm ke bumi, setelah masuk sulit keluar, maka bumi jadi puanas

      • Doni says:

        benar, saya setuju. Guru Muda tidak salah, memang termodinamika ikut menyumbang panas bagi atmosfer. Namun, biang utamanya tetaplah CO2, karena kalau CO2nya tidak melebihi batas, maka panas dari termodinamika itu akan keluar juga (tidak terperangkap di bumi).

      • dedi says:

        Lapisan ozon terbentuk dari molekul-moleku ozon yang terkonsentrasi di stratosfer pada ketinggian 15-60km di atas permukaan bumi. Lapisan ini dapat menyerap radiasi ultra violet-B sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan. Secara alamiah, molekul ozon terbentuk dan terurai melalui keseimbangan dinamis.

        Kerusakan lapisan ozon di stratosfir berawal dari adanya emisi molekul gas yang mengandung kloro dan brom yang dihasilkan dari berbagai aktifitas manusia. Karena tidak bereaksi dan tidak larut dalam air, molekul gas tersebut terakumulasi di bagian bawah atmosfir.
        Pada lapisan stratosfir, radiasi matahari memecah molekul gas tersebut sehingga dihasilkan radikal Kloro dan Brom. Melalu reaksi berantai, radikal Kloro dan Brom akan memecah ikatan molekul gas-gas lain di atmosfir, termasuk molekul ozon. Reaksi yang terjadi mengakibatkan molekul ozon terpecah menjadi oksigen dan radikal oksigen. Karena reaksi tersebut berlangsung secara berantai maka konsentrasi ozon di stratosfir akan terus berkurang, sehingga pada kondisi yang paling kritis akan membentuk lubang ozon.

        dicopy dari sini

    • don says:

      kalau sependek pengetahuan saya gini….
      CO2 merupakan gas dihasilkan dari pembakaran sempurna reaksi tertentu. Namun, ada penelitian yang menunjukkan bahwa meningkatnya gas CO2 ini mengakibatkan peningkatan suhu bumi (maaf, sumbernya lupa, males nyai lagi), sehingga sekarang gas CO2 ini ditetapkan sebagai gas berbahaya maaf lagi, (undang2nya juga lupa). gas co2 ini mengisi atmosfer kita, (lupa juga bagian mana yang diisi CO2).
      ketika sinar matahari itu masuk ke bumi, sinar itu bisa memasuki lapisan bumi, nmun ketika dipantulkan lagi oleh permukaan bumi (bangunan, tanah, dll, tapi gak tau kenapa), dia kebanyakan dipantulkan sebagai sinar infra red, infrared ini tidak bisa menembus lapisan CO2 di atmosfer, (lupa kenapanya juga).
      meskipun banyak lupanya, tapi sumbernya bsa dipercaya. dari osen Teknik Lingkungan ITB

  • Annisa says:

    Ya makasih Pak Guru..
    penjelasannya sudah lebih dari cukup, saya senang.

  • Saleh says:

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pak guru san dan di tambah komentar bung bung eka,,
    sangat menambah pengetahuan sekali..
    Sebenernya jantung dunia saat ini adalah indonesia,,krn selain hutan nya yg banyak dan belum terlalu banayk industri seperti di luar negeri,,
    Pertanyaan yang ada sekarang, bagaimana cara meminimalisir dampak tersebut selain dari penghijauan dan kembali primitif..

  • rahmadhani says:

    sedikit menambah..kebetulan saya pernah membaca bahwasanya mikroalga ato alga bisa menyerap gas CO2 berlebih dan mengurangi polutan,
    kebetulan saya ingin mengambil tugas akhir tentang ekstraksi mikroalga dengan menggunakan metode superkritikal fluida dengan CO2 yang akan dijadikan fluidanya,,bisa tolong di tuliskan artikel mengenai fluida superkrtikal n karakternya ??

  • aya says:

    merci…..
    penjelasan dari guru San dan Pak Eka menarik untuk dipelajari lebih lanjut…….. dan tentu menambah pengetahuan saya….
    sekali lagi terima kasih\\\\\

  • putra says:

    jadi tambah penasaran,,
    apakah yang menjadi penyebab utama pemanasan global itu kalor atau gas-gas penyerap panas?
    penjelasan guru san memang cukup jelas, namun setelah membaca penjelasan saudara eka juga masuk akal.
    jadi tolong penjelasan yang lainnya
    terimakasih

    • san says:

      penjelasan saya di ats lebih melihat kalor alias panas yang disumbangkan oleh mesin kalor setiap harinya… mesin kalor tdk hanya menyumbangkan gas rumah kaca saja sebagaimana ulasan banyak orang, tapi juga kalor alias panas. Ini yang jarang diulas… kalor tersebut tetap terperangkap di atmosfir akibat adanya gas rumah kaca.
      ——————-
      ada banyak sekali pendapat mengenai penyebab pemanasan global, bukan hanya gas rumah kaca saja. co2 termasuk salah satu gas rumah kaca. bingun juga hars mempercayai ahli yang mana. ada yang mengatakan akibat peningkatan aktivitas matahari.

  • jumiati says:

    Gurumuda, klu pemanasan global tdk hanya CO2 penyebab sy setuju tp kt sbg guru yg ada hub nya dengan ilmu itu ada baiknya bersama mencari penyebab lain krn klu hanya CO2 mungkin dari dulu atmorfir sdh tidak terasa nikmat dan bumi sepanjang hari merasa tak nyaman. saran sy gimana kita mencari zat atau sejenisnya yg bisa mengurangi pemanasan ini,

  • Riajl says:

    setahu saya penebangan hutan di indonesia terjadi berkisar 70.000 hektar per bulannya, jadi 15 kali lapangan bola per menitnya.

    mungkin ada benarnya kita menggunakan cara hidup primitif dan cara menanggulanginya menggunakan kendaraan bertenaga matahari yang ramah lingkungan atau dengan kulit singkong juga bisa.

    co2 yang dibuang ke atmosfer akan mengepul pada lapisan udara ke empat termosfer/ionosfer, sinar ultraviolet yang masuk akan terperangkap dan terjebak karna adanya co2 yang berlebihan di udara dan kembali memantul ke permukaan bumi paling luar (Litosphere).
    anehnya sinar UV kok bisa masuk tapi gk bisa keluar.

    • Doni says:

      saya rasa terlalu berlebihan bila hidup primitif menjadi solusi utama dalam menangani global warming. teknologi sekarang sudah maju, jadi teknologi juga bisa mengatasi pemanasan global. masalahnya, mau atau tidak? karena, negara-negara besar enggan peran serta dalam mengatasi global warming dengan dalih, tidak menguntungkan dari segi ekonomi.

  • pandu says:

    keren!!!!
    bener juga kalo kita melupakan kalor sebagai salah satu faktor penyebab global warming…

  • kezia says:

    makasih y informasinya,,

  • siti khaeriyah says:

    terimakasih atas ilmu yang terus mengalir semoga mengalir pula pahalanya, rejekinya dan lancar semua usahanya.amiiin.

  • jd nambah ilmu nich……
    penjelasannya ga ada yg salah…. penyebab utama pemanasan global yg jelas krn ulah manusia, dan seharusnya manusia pula yg diberi akal oleh Allah SWT harus bisa menanganinya
    spt komentar dari sdr tupik, tu ide yg bagus bgt….. perlu dikaji lebih jauh oleh parra pakar, gimana caranya energi yg tersimpan dlm atmosfir dimanfaatkan tanpa menyebabkan kalor yg terbuang itu mengendap dalam atmosfer

  • Ary says:

    sumber masalah adalah peningkatan kadar CO2 di atmosfer,,
    menurut saya dan sejauh pengetahuan saya mengenai Global Warming,,

    semua bermula dari produksi CO2 yg semakin meningkat (kita tahu darimana sumbernya),, kita juga tahu terdapat gelombang infra merah dari matahari dalam jumlah besar yang bersifat panas dan terus memasuki bumi,, gelombang ini dipantulkan oleh bumi, tetapi tertahan oleh adanya CO2 di atmosfer,, hal ini tentunya akan meningkatkan suhu di permukaan bumi (krn infra merah bersifat panas),

    kita tahu jika keberadaan CO2 melebihi ambang normal, maka itu sebanding dengan semakin meningkatnya suhu permukaan bumi, tetapi sebaliknya, jika dibawah ambang normal, maka suhu bumi tidak jauh beda dengan suhu Mars, jadi diperlukan kesetimbangan pada semua ini….hingga didapatkan suhu yg dapat ditoleran oleh makhluk bumi…

    jika ini berhubungan dengan kalor yang dilepas oleh industri maupun mesin kendaraan,,,maka ini adalah bagian khusus dari masalah Global Warming itu sendiri (penjelasannya adalah knsep Termodinamika yg telah diuraikan sebelumnya),,,

    Tapi,, sebuah kesimpulan akhirnya yang akan menutup penjelasan saya ini adalah: bahwa semua ini bermula dari keberadaan CO2 yg smakin meningkat.

  • suryo santoso says:

    Emang benar sir……………tapi tolong proses perubahan energi dalamnya lebih spesifik lagi,,,,,,,,,,,misalnya proses reaksi secara kimianya.thanks

  • ridwan says:

    pak, email bapak ngirim kesaya terus nih…..

  • ekshan item says:

    wah bagus juga pelajarannya pak guru muda ekhsan seneng baget wakakaka

  • adhies says:

    Penjelasan dan komentar tersebut cukup memberi pencerahan bagi mereka yang belum tau tentang istilah pemanasan global dan efek rumah kaca.
    Secara umum orang awam memahami bahwa semakin bertambahnya gedung2 yang menggunakan kaca (efek rumah kaca) yang mengakibatkan pemanasan global ….. he he

  • phanryuu says:

    terima kasih pak guruu :D

    tulisannya asik, hehehe

  • ozeck says:

    CO2 ??
    maf banget guru san
    emank CO2 tu muncul dari mana ja se??

  • purwedi says:

    hk 2 termodinamika. (harus ada sebagian energi yang terbuang dalam segala macam proses mesin kalor)

  • aya says:

    wah dapet ilmu baru nih,,
    jangan terlalu percaya dengan yg dikatakan banyak orang.. bisa jadi malah hanya hoax saja.. :)

  • ale says:

    iaa q rasa blum cukup membahas soal “pemanasan global” knapa..? karna masih byk hal lain yg bisa mempengaruhi perubahan tersebut.
    apakah dari dulu itu (jaman purbakala, jaman es), belum ada pemanasan global??
    knapa baru2 ini saja digencarkan aksi “down to earth”, knapa kog nga dari dulu aja..?
    sekian dlu aj pak…
    makasih
    :)

  • Taufiq Shobari says:

    Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Guru muda yang telah menularkan Ilmunya kepadaku,, semoga ilmunya guru muda semakin hari semakin bertambah dan semakin bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkan,,, sukses selalu buwat guru muda


Tinggalkan pesan








Alexander San Lohat













Postingan akan dikirim ke emailmu. Silahkan mendaftar.. Baca petunjuk penting setelah anda klik daftar.

Email
Nama