Penjumlahan Vektor
- Tuesday Oct 7,2008 10:12 AM
- By san
- In vektor skalar
Menggambar Penjumlahan atau selisih dua buah vektor dengan metode segitiga
Misalkan dua orang anak mendorong sebuah benda dengan vektor gaya masing-masing sebesar F1 dan F2, seperti ditunjukkan diagram di bawah. Ke arah mana benda itu akan pindah ? tentu saja benda tersebut tidak berpindah searah F1 atau F2. dalam kasus seperti itu, maka benda tersebut berpindah searah dengan F1 + F2. Operasi ini disebut jumlah vektor.

Cara menggambar jumlah dua buah vektor adalah dengan metode segitiga. Pertama, gambar vektor F1 berupa tanda panah. kedua, gambar vektor kedua, F2, dengan pangkalnya berhimpitan dengan ujung vektor pertama, F1. ketiga, jumlahkan kedua vektor, dengan menggambar vektor resultan (F1 + F2), dari pangkal vektor F1 menuju ujung vektor F2. selesai. Proses ini ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Cara menggambar selisih vektor pada dasarnya sama dengan menggambar penjumlahan dua vektor. Sebagai contoh, sebuah vektor F1 dan vektor F2 nilainya seperti tampak pada diagram di bawah. Berapa selisih kedua vektor tersebut ? misalnya F3 adalah selisih vektor F1 dan F2, maka dapat kita tulis F3 = F1 – F2 atau F3 = F1 + (-F2). Hal ini menunjukkan bahwa selisih antara vektor F1 dan F2 sama saja dengan penjumlahan vektor F1 dan vektor -F2. tanda minus hanya menunjukkan bahwa arah -F2 berlawanan dengan F2. Bingung ? silahkan baca terus biar paham.

Bagaimana menggambar selisih vektor F1 dan F2 ?
Pertama, gambar terlebih dahulu tanda panah yang melambangkan vektor F1. kedua, gambar vektor -F2. vektor -F2 besarnya sama dengan F2, hanya arahnya berlawanan. (Lihat dan bandingkan gambar di bawah dan di atas). Ketiga, gambar tanda panah vektor resultan F3, di mana pangkal vektor F3 berimpit dengan pangkal vektor F1 dan ujung vektor F3 berimpit dengan ujung vektor -F2. Berimpit itu artinya menempel, atau apalah terserah kamu. Selesai….

Gampang to ? masih ga mudeng ? ulangi dari awal, bacanya pelan2 biar ngerti. Kalau sudah paham, lanjut, next mission…..
Menggambar Penjumlahan lebih dari 2 Vektor dengan metode Poligon
Poligon itu artinya segi banyak/banyak segi. Gimana, dah siap belum ? sekarang tarik napas panjang….
Sebelumnya, kita belajar menggambar 2 vektor dengan cara segitiga. Bagaimana jika kamu disuruh menggambar resultan atau jumlah vektor yang lebih dari 3 ?
Misalnya kamu berpindah sejauh 4 meter, vektor A (lihat gambar di bawah), lalu kamu berpindah lagi sejauh 3 meter, vektor B. Karena hobimu jalan-jalan, maka kamu pindah lagi sejauh 2 meter, vektor C. karena suka jalan-jalan maka kamu dihukum pacarmu (aneh ya…) untuk menggambar vektor perpindahanmu tadi. Loncat ke bawah….

untuk menggambar vektor resultan/hasil penjumlahan lebih dari 2 vektor, maka kamu tidak bisa menggunakan metode/cara segitiga. Kenapa? Cari tahu sendiri ya, kan dah besar. Kamu harus menggunakan metode poligon/segi banyak. Caranya, pertama, gambar vektor A. kedua, gambar vektor B, di mana pangkal vektor B berimpit/nempel dengan ujung vektor A (lihat gambar di bawah). Ketiga, gambar vektor C di ujung vektor B. caranya seperti menggambar vektor B. terakhir, gambar vektor D sebagai vektor resultan/hasil, dimana pangkal vektor D nempel dengan pangkal vektor A dan ujung vektor B nempel dengan ujung vektor C. selesai…

Kalo masih bingung, baca, sambil lihat gambar. Guampang to ? mission complete… lanjut.
Menggambar Penjumlahan 2 atau Lebih vektor dengan metode Jajaran Genjang.
Selain menggambar penjumlahan vektor dengan metode/cara segitiga dan poligon, kita juga bisa menggunakan metode jajaran genjong, eh genjang. Kalau metode segitiga khusus untuk dua vektor dan metode poligon khusus untuk lebih dari dua vektor, maka metode jajaran genjang untuk menggambar penjumlahan dua vektor atau lebih. Bagaimana menggambar penjumlahan dua vektor atau lebih menggunakan cara jajaran genjang ?
Menggambar penjumlahan 2 vektor menggunakan metode jajaran genjong.
Misalkan dua orang anak mendorong sebuah benda dengan vektor Gaya masing-masing sebesar F1 dan F2, seperti ditunjukkan diagram di bawah. Ke arah mana benda itu akan pindah ?

untuk menggambar penjumlahan dua vektor, lakukan sesuai langkah2 di bawah ini. Pertama, gambar vektor F1 menggunakan tandah panah (lihat gambar di bawah). Kedua, gambar vektor F2, di mana pangkal/buntut berimpit/nempel dengan pangkal/buntut vektor F1. ketiga, gambar vektor resultan, F3 (F1 + F2), di mana pangkal vektor F3 nempel dengan pangkal vektor F1 dan F2, sedangkan ujung vektor F3 nempel dengan titik temu garis putus-putus dari kedua ujung vektor F1 dan vektor F2 (sambil lihat gambar, biar tidak bingung).

Menggambar penjumlahan lebih dari 2 vektor menggunakan metode jajaran genjong.
Misalnya kamu berpindah sejauh 4 meter seperti vektor A (lihat gambar di bawah), lalu kamu berpindah lagi sejauh 3 meter seperti vektor B. Karena hobimu jalan-jalan, maka kamu pindah lagi sejauh 2 meter seperti vektor C. karena suka jalan-jalan maka kamu dihukum pacarmu (aneh ya…) untuk menggambar vektor perpindahanmu, tapi kali ini dengan metode jajaran genjong. Bagaimanakah ?

Untuk menggambar penjumlahan lebih dari 2 vektor, lihat petunjuk berikut ini. Pertama, gambar vektor A menggunakan tandah panah (lihat gambar di bawah). Kedua, gambar vektor B, di mana pangkalnya berimpit/nempel dengan pangkal/buntut vektor A. ketiga, gambar vektor C, di mana pangkalnya berhimpit dengan pangkal vektor A dan B. keempat, buat garis putus-putus tegak lurus dari ujung vektor A dan B sampai kedua garis putus-putus tersebut bertemu, Vektor D (buat garis satu2, kalo kamu kidal+, pake aja dua tanganmu sekalian, hehe…). Kelima, tarik garis dari pangkal vektor A,B dan C menuju titik temu garis putus-putus yang sudah kamu buat tadi (jangan lupa lihat gambar ya). Keenam, buat lagi garis putus2 tegak lurus dari titik temu vektor A dan B dan dari ujung vektor C sampai kedua garis putus2 tersebut bertemu. Nah, sekarang tarik garis lurus dari pangkal vektor A, B dan C menuju titik temu garis putus2 yang baru saja kamu buat, Vektor Resultan (R). Garis terakhir tersebut adalah vektor resultannya….

Tadi kita belajar menggambar resultan penjumlahan vektor, sekarang kita belajar menentukan besar dan arah vektor resultan.
NB :
Kalo dirimu ingin dapat pembahasan soal vektor lengkap, Silahkan daftar jadi anggota newletter. Link download langsung dikirim ke emailmu, saat ini juga
Ada 49 Komentar
Vektor di banyakin lagi donk
iaaaaaaa benar,,
tpp saya gga ngertii dech..
apa anda mengertii.?
tolong kasih ttau saya dong.!!!!!
keren abis…….
smoga tugas kuliahku bisa cepet selesai n bener jawabanku..
amin..
thanks a lot..
BGS JG SIH,,,
TP SORY NA KLW AD SDIKIT KOMENTAR
AD TUH VEKTOR YG q PLAJARI D MATC. YG SUKAR SEKALIA
BUT, NDA DA KI KITA CANTUM KAN KI
PDAHAL I2 YG Z CARI TW,,,,,
MKSIH NA ATAS ILMUX…
SKALI LG SORY KLW KRITIK KI’,,,
biasa saja tuh
nGe BAhaS Na LbH TERperINci dOnkZ…
TaMBaHIN cONtOH sOAL …
download ebook aja… lebih lengkap
wew hbt pak tp kalo bisa sama contoh soal dung pak!!!
tp keren kok!!
peh,yang banyak to……………
vektor+skalar gk bisa kan yah?
1. Dua buah vector masing-masing besarnya 8 N dan 6 N mengapit sudut 30 derajat .
tentukan : a) resultan jumlah kedua vector. b) besar hasil kali silang kedua vector dan c) besar hasil kali titik kedua vector tersebut.
coba firhan download ebook pembahasan vektor. daftar jadi anggota newsletter, nanti link download dikirim ke email
apa perbedaan vektor dengan skalar
besar 2 buah vektor sama besar 5 N, resultanya juga = 5N,
trus brapa sudut apit antara kedua buah vektor tsb?
itu gimana caranya…? masi agak bingung…..
Thx sbelumnya..
pembahasannya biasa aja…..ga da yang spesial
ada ilmu yang saya dapatkan…..
ada soal2 latiannya tidak
hy..gru fisika….
btw,npa y..saya dr dulu ga suka pelajaran ini..
dan selalu ketemu guru yang bikin saya malez dngan fisika.
gimana dong..biar suka ma fisika???
belajarnya pelan-pelan dan sabar…
met siang boss,maaf ggu,,,,,,
mau tanya ne masalah fiska,,,,,,,,,,
blh gak sambil knalan………..
kalo online di balas ya boss ??????????
thx atas masukannya… ini sangat membantu untuk tugas kuliah saya
aplikasi vektor dalam kehidupan sehari-hari contohnya apa?
masak cuma buat navigasi pesawat ama kapal laut?
thanx ya atas infox artikel ini cukup membantu tgas kuliah ana ….
wassalam.
sami2 aroel
mas ada vektor untuk elektro g
di elektro belajar pa ja ? coba download ebook pembahasan vektor. cukup lengkap
yahhh,,, kurang terperinci vektorny… tapi cukup kok…. terimakasih atas ilmunya ya
sekarang saya bisa mengerti mengenai cara manggambar resultan vektor .
thanks atas ilmunya . .
saya ckrg jd mengerti cara menggambar bezaran vektot,,,,,,
Thx eaH….
penjelasannya cukuop bgus…..
saya yang masih bingung vektor resultan dengan metode rumus kosinus
hadeeh….. susah bner”" hiks” mklum bru prtma liat fisika yg kek gini rumitnya tpi dkit” dah ngrti …. ckp bgus pnjelasannya….. gimana ya caranya kalo dengan rumus- rumus Kosinus susah kayanya ~_~
pak, mw nanya!
pak dua buah vektor yang dijumlahkan itu bisa gak ditentukan arahnya??
sumpah keren bgt….ya moga dengan adanya ini, w bisa naklukin guru fisika w…hhuuuuhhh,,, masa ia w bisa mtk tapi gak bisa fisika….harus bisa donkk…bakal ku taklukan pak atang…..
saya bobow ingin bertanya, ada 3 hal yang ingin saya ketahui :
1. Mengapa elektron mampu terdefraksi & terinterferensi, sedangkan gelombang tidak?
2. Dalam sifat partikel (efek compton & fotolistrik gelombang dapat bersifat partikel begitu pula sebaliknya?
3. Bagaimana pengaruh jarak celah terhadap munculnya fringe pada kasus difraksi?
Mohon penjelasannya.. Terima kasih
Tax ayam, , ,
Terima kasih atas ilmu yang telah diberikan …
~
mkcih taz ilmunya…..
smoga ulngan sok aq isa mnjwab smua prtanyannya
thank you, untuk ilmunya. Saya jadi mengerti fisika itu tidak dihafal
cuma dimengerti.
pak, mau tax… apa arti tanda (+), (-), (.),(x). dalam vektor… ???
tlong pak d krim kan jwbanx ???
thank atz informsi.a…
oz q kmrin ul fska materi vektor nlai.a 20..
nama: deko apriyanto
asal: bengkulu,curup
nama sekolah: man curup
alamat email : decko_marvel@yahoo.co.id
saya mau tanya ., bagaimana cara mempermudah mempelajari fiska itu ??
tolong dong tambahin contoh soal serta pembahasannya , , ,
1. Dapatkah dua vektor yang besarnya (magnitude) berlainan di jumlahkan agar resultan nya sama dengan nol? Bgaimana pula dengan tiga vektor?
2. Mungkinkah suatu vektor memiliki besar (magnitude) nol, jika salah satu komponennya tidak nol??
3. Perlukah suatu besaran disebut vektor jika besarnya (magnitude) nol?
4. Jika tiga vektor berjumlah nol, maka ketiganya haruslah terletak pada suatu bidang datar. Periksala hal ini.
5. Apakah vektor-vektor satuan memiliki satuan?
6. Sebutkanlah beberapa besaran sekalar. Apakah nilai besaran skalar itu bergantung pada sistem kordinat yang dipilih?
7. Kejadian-kejadian dapat diurutkan menurut waktu. Misalnya kejadian b mendahului kejadian c tetapi terjadi setelah a maka ketiganya dapat di urutkan menurut waktu sebagai a, b, c. Jadi dalam hal ini ada “arah” waktu. Yang membedakan masa lalu, sekaranmg dan masa depan. Bila demikian , apakah waktu termasuk besaran vektor? Jika tidak, mengapa tidak?
8. Apakah hukum komunikatif dan asosiatif berlaku juga untuk pengurangan vektor?
9. Dapatkah hasil perkalian-skalar (dot) berharga positif?
10. A. Jika a.b = 0 apakah ini berarti a dan b saling tegak lurus?
B. Jika a.b = a.c haruskah b sama dengan c?
11. Jika a x b= 0 haruskah a dan b saling sejajar? Apakah kebalikan nya benar?
mohon bantuan nya yah…
qw mo gbung pleeendddd
menurut saya pelajaran fisika itu menyenang kan tetapi membingung kan jiga, apa lagi guru klo mnerangkan nya begitu tergesa- gesa. padahal saya mengingin kan klo mnerangkan itu harus santai dan murid menjadi ngerti apa yg di bahas.. buat pak guru tolong donk klo menerang kan jgn tergesa-gesa!!!!!
sebuah pesawat terbang menempuh jarak 40 km dalam arah 60 derajat ke timur dari utara, kemudian berbelok ke timur dan mnempuh jarak sejauh 10 km, kemdian berbelok ke selatan dan mnempuh jarak sejaug 10 akar 3 km, tentukan besar dan arah perpindahan pesawat itu , di hitung dari titik ketrangan nya??
Tinggalkan pesan