Gudang Ilmu Fisika Gratis

Mengapa air hujan berbentuk tetesan ?


Ada 79 Komentar

  • catur says:

    karena air jatuh menyerupai bentuk bumi yaitu bulat..(mungkin kali)…

  • adt14 says:

    mungkin karena terpecah oleh gesekan dgn udara

  • iif says:

    mungkin karena air hujan jatu h ke permukaan bumi sehingga menyaebar dan berupa tetesan

  • muhammad says:

    itulah keagungan tuhan, proses alam yang begitu harmonis….hujan disebabkan karena ada siklus air dari penguapan ke pembentukan awan cumulonimbus…yang kemudian turun sesuai dengan perubahan suhu dan kandungan air yang semakin berat….angin yang membawa air itu sampai ke bumi dan terpecah menjadi titik air…saya kira itu…

  • Susilo says:

    Kenapa Hujan turun dalam bentuk tetesan?
    Jawab :
    ***Pertama Karena adanya jarak yang lumayan cukup jauh,antara awan dan Bumi (untuk pastinya saya belum pernah ukur meterisasi-nya,,,,,he,,,he,,,,,)
    ***Kedua disaat awan tidak lagi kuat mempertahankan isinya, (Air Bakal calon Hujan) air akan berusahan lari dari Ruang awan yang terpecah dan tumpah jatuh kebumi karena adanya daya tarik bumi (GRAVITASI) .
    ***Ketiga disaat Air hujan Turun jatuh ke permukaan Bumi terjadi hambatan,pecahan-pecahan,butiran air yang berhamburan karena adanya benturan benturan antara air hujan tsb dan tiupan angin kencang sehingga air hujan tersebut berkarburasi yang turun ke bumi dalam bentuk tetesan Air.
    **** mungkin ini jawaban dari saya ,benar salah nya saya belum tau dan yang terpenting ini adalah argumentasi yang saya ungkapkan semoga semuanya menjadi yang terbaik untuk semua pembaca.
    sekian terima kasih

  • Adi says:

    hujan dalam bentuk tetesan..karena…batuan es yg jatuh dari awan sebelum mencapai bumi mengalami gesekan dulu oleh atmosfer yang mengelilingi bumi kita sehingga pada saat jatuh ke permukaan bumi hujan sudah menjadi tetesan air,kecuali jarak dasar awan yang rendah terhadap permukaan bumi bisa saja es yang jatuh masih dalm bentuk bola2 batu es seperti yang terjadi hujan es di jakarta, bandung beberapa tahun yg lalu.

  • Choiril says:

    Kalau menurut saya hujan itu hasil dari penguapan, jadi saat turun ke bumi bentuknya berupa butiran seperti ketika kita menutup cangkir kopi yang panas dengan tutup gelas, pada tutup gelas uap air menempel dan dalam benruk butiran-butiran, dan menetes kembali kecangkir dalam bentuk butiran… Dan sama halnya dengan air hujan yang disebabkan penguapan….

  • Buzzokas says:

    Krn struktur ikatan air itu mudah dipecah. dan ketika air turun karena gravitasi bumi dengan otomatis mendapat turbulansi udara air menyesuaikan diri dengan bentuk aerodinamis, yaitu bulatan yg dimana ujung panjang na diblkg hahah klo salah bnrin y

  • adi says:

    karna dalam bentuk tetesan itu,adalah yang paling baik dibandingkan yang lainnya,
    mungkin jawaban ni gak nyambung y,tapi gak palah,yang penting udah jawab. hehe

  • Fakhrizal says:

    Karena ada friksi dengan udara, air jadi tertahan, bentuknya jadi membulat deh

  • ali says:

    kalo berbentuk batu,yaa ujan es tuh…

  • adinda says:

    menurut saya, itu akibat penguapan.awan yang terkena angin itu akhirnya jatuh ke permukaan bumi berbentuk tetesan.

  • hadi says:

    karena ada gaya gravitasi..

  • johan aliabudi yahya says:

    ketika uap (awan) mencair, molekul2nya saling tarik-menarik karena ada gaya elektrostatik (keliatannya). karena gaya tersebut kurang kuat untuk menarik sebidang uap menjadi satu gumpalan, maka yg tertarik hanya butiran2 embun yg kecil saja..

  • nANANG says:

    Karena air yang jatuh berasal dari embun yang bentuk titik titik….
    hehehehe

  • rina says:

    air yang jatuh mengapa berbentuk tetesan yang terlihat bulat?tentunya selain ad gaya gravitasi,ada juga gaya tarik menarik antara partikel-partikel air yang menyebabkan air jatuh berupa tetesan yang membentuk bulatan…
    i think enough

  • tika says:

    mmm..
    mnrut ilmu yg tka dpat dri gru tka…
    hujan yg sampai ke bumi berbentuk tetesan air.. why ?
    because pda saat awan tdak snggup lg mnhan uap air yg bgtu byk shgga uap air trun yg pertma bebntuk es kmdian krna shu di bumi tiba2 brubah mka es yng tdi akan berubah wujud menjdi tetesan air…
    kalu tdk salah nm na SUBLIMASI…. right ??

  • martin says:

    soalnya alam gak mau pusing2 mikirin bentuk lain
    sebagai contoh:
    telur,gelembung,planet2 semuanya berbentuk bulat kan
    nah kalo alasan ilmiahnya
    bentuk lain(kubus prismasegi3 dll) kan memiliki titik sudut nah titik sudut tersebut memiliki ketegangan yang membuatnya tidak seimbang sehingga membuat air hujan berbentuk tetesan karna bentuknya lebih seimbang

  • Ikrom says:

    karena dengan bentuk itu membutuhkan energi yang paling sedikit, bahasa energinya disebabkan energi bebas Gibbs yang dimanfaatkan paling sedikit adalah yang berbentuk tetesan itu.

  • suparlan says:

    karena gaya kohesi lebih besar dari pada gaya adesi kali sengga mendekati seperti air diatas daun talas he he

  • Samuel Theodorus says:

    menurut saya karena hujan adalah proses dimana terjadi penguapan pada air laut,,
    uap uap air itu berkumpul dan menjadi awan. kita tahu awan itu berwarna putih dan bisa di kategorikan “agak” padat, seperti kapas gitu deh,
    uap2 air yang disebut awan itu merupakan suatu partikel,, yang dimana berarti antar partikel bisa saling melepaskan diri, sehingga karena di bumi ada gaya gravitasi, butiran2 yang sangat ringan akan terjatuh kebawah yang biasa kita kenal dengan nama “salju”..
    jika dalam jarak yang cukup jauh untuk sampai ke permukaan tanah, berarti partikel2 salju (es) lama kelamaan akan mencair, jadi kalo menurut saya itu yang membedakan kenapa di Indonesia itu hujan hanya turun dalam keadaan air dan bukan salju ( kecuali di Papua yang bisa turun salju)

    maaf kalo salah, namanya juga baru belajar, ini 100% dari pikiran saya, ga ngutip dari pendapat siapapun..thx

  • Seto says:

    ketika uap (awan) mencair, molekul2nya saling tarik-menarik karena ada gaya elektrostatik (keliatannya). karena gaya tersebut kurang kuat untuk menarik sebidang uap menjadi satu gumpalan, maka yg tertarik hanya butiran2 embun yg kecil saja..
    johan aliabudi yahya

    karena dengan bentuk itu membutuhkan energi yang paling sedikit, bahasa energinya disebabkan energi bebas Gibbs yang dimanfaatkan paling sedikit adalah yang berbentuk tetesan itu.
    Ikrom

    karena gaya kohesi lebih besar dari pada gaya adesi kali sengga mendekati seperti air diatas daun talas he he
    suparlan.

    Menurut Saya. bentuk tetesan air dibentuk dari gaya kohesi (tarik menarik antara zat molekul yang sama). bentuk bulat adalah bentuk dari kesetimbangan gaya tarik menarik tersebut. Lalu kenapa butirannya kecil-kecil. karena kalau bulatan yang lebih besar gaya johesi air akan kalah dengan gaya tarik bumi.
    mungkin bila tidak ada grafitasi dan atau adhesi dari benda lain maka kumpulan air tersebut akan besar, sebesar air yang ada disitu yang pasti bentuknya juga akan bulat.

    Menurut Saya Jawaban yang paling mendekati benar adalah jawaban dari ketiga teman saya yang saya kutip diatas.
    Dan saya hanya menyimpulkan. thx.

  • rina says:

    karena energi yang diperlukan untuk bentuk air hujan yang seperti itu adalah yang paling minimal.

  • yusuf says:

    karena waktu air hujan jatuh ke bumi berbentuk bulat karena gaya tarik antar molekulnya. lalu terkena percepatan gravitasi, sehingga bagian bawah yang lebih dulu turun percepatannya lbih tinggi, bagian atas tertinggal, sehingga bentuknya meruncing ke atas.

  • tunggir says:

    ya smwa itu takdir !!!!!!!!! haha

  • ardhaz says:

    karna tu lah kuasa tuhan..
    wkakakkakakk

  • afa says:

    yeah gua stuju sama semua jawaban diatas meski ada yang memang ngawur///ya namanya juga situs

  • Jito says:

    Hujan turun dalam bentuk tetesan.
    Itulah keagungan Tuhan yang wajib kita syukuri. Karena kalau seandaenya hujan turun dalam keadaan langsung ‘mak soor… seperti air yang kita tumpahkan dari satu ember penuh,,, maka akan jadi apa bumi kita,,,he he he.. Allah Maha Baik dan Bijaksana.

  • anugrah susilowati says:

    mungkin karena pada awalnya awan terbentuk dari air yang menguap sehingga menjadi gas seperti awan dan apabila di buat mencair ( klo ga salah menyublin namanya deh ) akan berbentuk seperti tetesan juga , contoh lain : embun di pagi hari … hehehe , menurut aku aja sih ini mah :D

  • angga says:

    menurut saya Allah itu maha adil…. menurunkan hujan sperti itu…..
    dan proses dri atas itu sudah di atur oleh Allah swt…

  • feri says:

    mungkin karena awalnya hujan adalah resapan uap yang naik ke langit dan di awan terjadi proses yaitu menurut saya terjadinya penyempitan pada rongga-rongga pada awan dan juga karena jika air pada awan tersebut banyak yang tidak bisa sekali gus dikeluarkan melelui mulut awan jadi berupa tetes-tetesan yang terjadi yang dapat berguna bagi makhluk hidup dan alam serta isinya (^^^)

  • pai says:

    mungkin bagi – bagi rejeki jadi hujan itu bulat2 biar merata….heheheh

  • fikri yanto says:

    karna air hujan itu g’ maw turun sendiri harus berombongasn………………….hehehehehehehehehhhhhhhhhh

  • ichsan says:

    ehm.., pa yawh kyaknya Tuhan dah nyptainya tetesan gmna lgi

  • lucky agustina says:

    mungkin gara” sifat molekul airnya kali ….
    hhehe

  • stella maria says:

    mungkin ada hubungannya dengan tegangan permukaan zat cair,,
    kasunya mungkin sama kayak kenapa air kran kalo keluar berupa tetesan bulet2 .. (kali…..)

  • widi says:

    klo hujan tumpah lgs ke bumi,,,,,,,, artinya???????/

  • evan says:

    Namanya juga hujan klao jatuhnya kotak bukan hujan namanya!!!!

  • hahahaha says:

    Pada awalnya diketinggian dimana air mulai turun, terdapat kumpulan air yang sangat besar ukurannya. Karena grafitasi, kumpulan ini lalu meluncur jatuh.

    Dalam perjalanannya, kumpulan besar air ini mengalami hambatan berupa gaya gesek pada permukaan oleh adanya udara. Pada batas kekuatan tegangan permukaan air, gaya gesek ini masih belum mampu memecah kumpulan air yang turun. Saat ini, bentuknya masih seperti bola yang memiliki buntut yang semakin meruncing ke atas.

    Ketika kecepatan jatuh air mencapai kecepatan terminalnya, tegangan permukaan air tidak dapat lagi menahan kekuatan gesek dan membuat ekornya semakin panjang dan kemudian terputus. Ini menyebabkan kumpulan air itu lama kelamaan semakin terpisah-pisah membentuk butiran yang semakin kecil mendekati permukaan bumi.

  • mia says:

    Alasan 1: Awan itu sama kayak mata kita…..
    low lge nangis kan ngeluarin air mata yg bentuknya tetes kan …
    gak mgkin low kita nangis langsung satu ember gitu..

    Alasan 2: Soalnya awan lubangnya kecil2…jdi keluarnya air dikit2..dalam bentuk tetes gtu….hahahagkz..

  • windiasary says:

    contoh ny pada tutp panci ketika qt masak air pada saat qt bka tutup panci air menets dari tutp panci, seperti itu lah hujan tarjadi tetesan karena, perubahan wujd terjadi karena perAN KAlor, ketika embun berbentuk maka terjadi perpindahan kalor, di udara sana sangat memungkin kan terbentukny partikel2 udara dengan tingkat suhu yang berbeda, he

  • Andri meisensei says:

    kesatu : karena pada saat kondensasi (dari uap ke cair), volume menyusut 2000 kalinya (densitas uap air pada atmosfer yang memiliki tekanan 0.1 atm adalah 1/2000 densitas air pada tekanan 1 atm). Artinya, jika tetesan air hujan yang volume satu tetesnya sekitar 0.08 cm^3, maka itu berasal dari uap air yang volumenya 160 cm^3 atau sedikit lebih kecil dari 1 cup air mineral (bayangkan, 1 cup / gelas air mineral yang berisi uap air hanya menjadi 1 tetes air hujan). Makanya tetes air hujan kecil-kecil.

    Kedua, Sebenarnya air memiliki adhesi (gaya tarik antar-partikel beda jenis) yang lebih kuat dari kohesi, tapi karena tidak ada zat lain jadinya langsung jatuh ke bumi segera setelah uap air terkondensasi.

    Ketiga, kenapa bentuknya bulat? Karena tegangan permukaan. Tegangan permukaan hanya bekerja di permukaan (namanya juga permukaan). Karena tegang (ditarik), suatu benda akan cenderung memiliki luas yang terkecil. Ingat, yang menarik (memberikan gaya tarik) adalah dirinya sendiri (dalam hal ini adalah air), jadi jangan bayangkan seperti kamu menarik karet gelang (gaya tarik TIDAK berasal dari karet gelang itu sendiri, melainkan dari luar benda / dari orang yang menariknya). Sehingga, dengan volume yang sama, bentuk BOLA-lah yang [secara teoritis] memiliki luas permukaan terkecil.

    Tidak percaya? Coba saja. Misal V = 10 cm^3, berapa luas permukaan jika bentuknya kubus, limas segitiga samasisi, kerucut, atau lainnya? Tetapi, sebenarnya sih bentuknya [air hujan] ellipsoid (seperti telur). Hal ini disebabkan adanya interaksi / efek dari gaya gesek yang menghambat air hujan pada saat tetesan air hujan jatuh. Sudah menjadi sifat alam [dan sifat manusia?] untuk mencari hambatan / halangan sesedikit mungkin. Semakin besar bidang kontak, semakin besar hambatannya, semakin lama jatuhnya. Tidak percaya? Lihat contoh penerjun payung. Saat parasut membuka, luas kontak membesar, gaya gesek membesar, kelajuan berkurang.

    Dalam kasus air hujan, memang bola memiliki luas terkecil untuk volume tertentu. Tetapi, karena kodrat alam menghendaki luas kontak dengan udara yang lebih kecil (untuk memperkecil gesekan), maka bola tadi akan ‘teregang’ (stretched) ke arah vertikal, sama seperti telur yang kamu pegang dengan posisi yang panjang ke arah vertikal / tegak. Dengan demikian gaya gesek bisa dikurangi.

    Lalu, kalau begitu, kenapa bentuk air hujan tidak seperti jarum saja? Kan luas kontaknya kecil sekali (catatan : luas kontak TIDAK SAMA dengan luas permukaan ; luas kontak berarti daerah yang mengalami pengaruh suatu gaya atau pengaruh proyeksi gaya). Ingat, tegangan permukaan menghendaki luas permukaan minimal. Elipsoid memang memiliki luas permukaan lebih besar daripada bola, tapi dari aspek hambatan / gaya gesek, elipsoid justru memiliki luas kontak lebih kecil daripada bola.

    Intinya? Di alam ternyata ada juga yang namanya hukum ‘musyawarah untuk mufakat’… dalam contoh ini, ‘musyawarah’ antara gaya tegang permukaan yang menghendaki bentuk air hujan adalah bola dan gaya gesek yang menghendaki luas kontak minimum (kerucut). Setelah ‘bermusyawarah’, akhirnya sampailah mereka berdua pada ‘kemufakatan’ bahwa bentuknya ellipsoid.

    penulis : andrianto@dbzmail.com

    • alfi says:

      Jawabn’y buanyak bngedd,q’ jdi ngntuk bc’y,pi saludd lachh….!

    • mohon maaf saya hanya sedikit meluruskan jawaban dari Bung Andri meisense,,bentuk tetes air bukanlah seperti telur, tetapi secara umum berbentuk seperti roti hamburger (Rata di bagian bawah, bulat bagian atas).
      Untuk menjawab mengapa air hujan berbentuk tetesan,karena pada saat terjadi hujan, tetes air yang semula berukuran besar, akan terpecah-pecah menjadi ukuran kecil karena adanya gaya gesek di udara,
      salam kenal..

  • konstan says:

    mungkin air hujan ibarat debu kali…???

  • ravha says:

    ya namanya hujan ya bentuknya juga tetes tetesan donk. klo gak tetes ntar dikirain sumber air baru nanti?
    he he hee heeee

  • Mayang says:

    karna hujan itu melalui banyak kejadian/melalui siklus dan tahapan
    dan juga karena bentuk air dlam satuan itu berbentuk butiran
    =)

  • Echa says:

    klo dalam bentuk aliran, ntar dikira air terjun dech….. he….he…he

  • citra says:

    Ada dua cara air hujan terbentuk dalam awan hangat. Pertama: Saat titik air kecil jatuh ke dalam awan, itu bertabrakan dengan titik-titik lainnya dan bergabung, membentuk tetesan yang lebih besar. Tetesan yang lebih besar ini dapat menabrak dan mengumpulkan lebih banyak titik air dalam perjalannya turun. Segera saja, itu menjadi butiran-butiran air besar berjatuhan. Kedua: Awan hangat berkembang adalah apabila titik-titik air kecil membonceng dibelakang tetesan yang sedang jatuh, membuatnya lebih besar. Bagaimana caranya??? Seorang Metereolog menyarankan untuk membayangkan mobil yang melaju di jalan berdebu. Udara berhembus kencang di sekeliling mobil dan melemparkan tanah ke jendela belakang, yang segera saja di penuhi lapisan tebal debu tanah. Butiran air yang jatuh menembus awan seperti mobil itu, dan titik-titik air di sekeliling seperti debu. Udara yang berembus ke atas dan sekeliling butiran air. Tetesan hujan mengumpulkan lebih banyak air di punggungnya, makin lama makin berat. Kadang-kadang menjadi begitu berat sampai jatuh di awan dan menetes ke tanah.

  • Saya menjawab sama dengan postingan mas mengenai mengapa kebanyakan bentuk benda itu bulat.. he he peace…

  • yufhyi says:

    yaa gituu ddech ,,,
    karnaa ituu kuasa tuhan ,,
    hehhe ,, ^_^,,

  • opie says:

    karena tegangan permukaan???

    setelah baca artikel tegangan permukaan yg menyebutkan air kran menetes berbentuk bulat, mungkin ada kaitannya jg knp ujan turun berupa tetesan…mungkin…

  • dONI says:

    air hujan bernentuk tetesan karena dua sebab:

    1. karena terjadi kondensasi yang tidak merata pada awan
    2. karena terpecah oleh hambatan udara di atmosfer

  • Fadlurrahman says:

    kenapa air hujan berbentuk tetesan ?
    1. Semua telah diperhitungkan oleh Tuhan, bayangkan jika huja langsung turun seperti air dituang dari ember… pasti akan menyebabkan kerusakan yang amat sangat dii dunia ini….

    2. memang terjadi bintik” air, karena awan awalnya juga berasal dari air yang di uapkan… jadi seperti anda pada saat merebus air. tutup tempat merebus air terdapat bintik” air bukan ? itu karena terjadi perubahan molekul dari zat cair -> gas -> cair dan perubahan itu tidak bisa terjadi secara spontan, sehingga hanya membentuk sedikit demi sedikit perubahan molekul yang perlahan namun pasti. seperti itulah mungkin jawabannya *CMIIW

  • agung says:

    karna adanya gaya tekanan permukaan air

  • Sbenarnya org Biology says:

    Hi.. aku org baru dan akan coba menjawab
    Yang pertama kupikirkan ketika membaca pertanyaan ini adalah… “H2O”
    - Yah… Mnurut saya… saat penguapan, air menguap satu persatu ‘ALIAS’ yang menguap dari secangkir/ sedanau/ selaut air adalah partikelnya.. ya “H2O”
    - Jadi, pas di awan, air dlm bentuk partikel uap “H2O” (stuju dgn kata Samuel Theodorus) Uap kan ikatan ‘antarpartikel’nya lemah, jadi bisa terpisah-pisah…
    - Dan pas suhu lebih dingin, partikel-partikel terebut akan kembali dalam bentuk cair! dan turun lah ‘H2O’-nya satu persatu dalam bentuk cair tadi!

    Rasanya penting bagi org awam sepertiku untuk mempelajari lagi soal ‘ikatan antar partikel’ dan ‘ikatan antar atom’

  • I Love Physics says:

    adhesi dan kohesi…

  • syawal says:

    pasti hantu yg mecahin air di udara pak…..

  • arga says:

    ya namanya juga air, ngga tau deh air hujan keluar dari awan bentuknya apa, tapi kan kalau sudah sampai permukaan bumi, pasti kepisah2 jadi tetesan.

    coba saja tumpahkan segelas air dari atas gedung, pasti sampe di lantai dasar sudah berbentuk butiran2 kecil

  • rolandul :P says:

    HAHAHA !
    jawaban kalian mbantu nylesein tugas makalahkuu , hihii ^^
    thanks all :D

  • Arlan says:

    Pendapatku hny satu yaitu air hujan yg turun dr atas beratus meter mengalami penguapan krn suhu & gesekan. Jd nya ukurannya berupa tetesan2 kecil.

  • intan says:

    karena kalo es bukan ujan namannya, tapi salju. hwehe (garink mode :o n) ^o^

  • intan says:

    karena indonesia negara tropis. jadi kalo ujannya bukan tetesan, namanya salju, dan salju cuma ada di negara yang tidak tropis (ngasal mode :o n)

  • asif says:

    udah dari sononya,,makanya kita harus bersyukur ujan dalam bentuk tetesan,coba klo dalam bentuk bongkahan es besar bisa2 kiamat

  • anisa yuni pertiwi says:

    karena ketika air jatuh dari awan itu, terkena angin sehingga air tersebar menjadi tetes-tetes air.
    bayangkan jika tidak ada angin pasti auatu wilayah yang terkena hujan itu akan langsung banjir donk??

  • nurul syawallina says:

    secara ilmu fisika’a gma tuh, kok ujan bisa bentuk’a bulat2 tetesan?

  • riima says:

    mgkin ujan’y trun’y gak s’kLian brezz…pnjang lrus…tp k’pt0nx2 gtu..hekhek

  • andra says:

    Mengapa air hujan berbentuk tetesan ?
    kesatu : karena pada saat kondensasi (dari uap ke cair), volume menyusut 2000 kalinya (densitas uap air pada atmosfer yang memiliki tekanan 0.1 atm adalah 1/2000 densitas air pada tekanan 1 atm). Artinya, jika tetesan air hujan yang volume satu tetesnya sekitar 0.08 cm^3, maka itu berasal dari uap air yang volumenya 160 cm^3 atau sedikit lebih kecil dari 1 cup air mineral (bayangkan, 1 cup / gelas air mineral yang berisi uap air hanya menjadi 1 tetes air hujan). Makanya tetes air hujan kecil-kecil.
    Kedua, Sebenarnya air memiliki adhesi (gaya tarik antar-partikel beda jenis) yang lebih kuat dari kohesi, tapi karena tidak ada zat lain jadinya langsung jatuh ke bumi segera setelah uap air terkondensasi.
    Ketiga, kenapa bentuknya bulat? Karena tegangan permukaan. Tegangan permukaan hanya bekerja di permukaan (namanya juga permukaan). Karena tegang (ditarik), suatu benda akan cenderung memiliki luas yang terkecil. Ingat, yang menarik (memberikan gaya tarik) adalah dirinya sendiri (dalam hal ini adalah air), jadi jangan bayangkan seperti kamu menarik karet gelang (gaya tarik TIDAK berasal dari karet gelang itu sendiri, melainkan dari luar benda / dari orang yang menariknya). Sehingga, dengan volume yang sama, bentuk BOLA-lah yang [secara teoritis] memiliki luas permukaan terkecil.
    Tidak percaya? Coba saja. Misal V = 10 cm^3, berapa luas permukaan jika bentuknya kubus, limas segitiga samasisi, kerucut, atau lainnya? Tetapi, sebenarnya sih bentuknya [air hujan] ellipsoid (seperti telur). Hal ini disebabkan adanya interaksi / efek dari gaya gesek yang menghambat air hujan pada saat tetesan air hujan jatuh. Sudah menjadi sifat alam [dan sifat manusia?] untuk mencari hambatan / halangan sesedikit mungkin. Semakin besar bidang kontak, semakin besar hambatannya, semakin lama jatuhnya. Tidak percaya? Lihat contoh penerjun payung. Saat parasut membuka, luas kontak membesar, gaya gesek membesar, kelajuan berkurang.
    Dalam kasus air hujan, memang bola memiliki luas terkecil untuk volume tertentu. Tetapi, karena kodrat alam menghendaki luas kontak dengan udara yang lebih kecil (untuk memperkecil gesekan), maka bola tadi akan ‘teregang’ (stretched) ke arah vertikal, sama seperti telur yang kamu pegang dengan posisi yang panjang ke arah vertikal / tegak. Dengan demikian gaya gesek bisa dikurangi.
    Lalu, kalau begitu, kenapa bentuk air hujan tidak seperti jarum saja? Kan luas kontaknya kecil sekali (catatan : luas kontak TIDAK SAMA dengan luas permukaan ; luas kontak berarti daerah yang mengalami pengaruh suatu gaya atau pengaruh proyeksi gaya). Ingat, tegangan permukaan menghendaki luas permukaan minimal. Elipsoid memang memiliki luas permukaan lebih besar daripada bola, tapi dari aspek hambatan / gaya gesek, elipsoid justru memiliki luas kontak lebih kecil daripada bola.
    Intinya? Di alam ternyata ada juga yang namanya hukum ‘musyawarah untuk mufakat’… dalam contoh ini, ‘musyawarah’ antara gaya tegang permukaan yang menghendaki bentuk air hujan adalah bola dan gaya gesek yang menghendaki luas kontak minimum (kerucut). Setelah ‘bermusyawarah’, akhirnya sampailah mereka berdua pada ‘kemufakatan’ bahwa bentuknya ellipsoid.

    bentuk tetes air bukanlah seperti telur, tetapi secara umum berbentuk seperti roti hamburger (Rata di bagian bawah, bulat bagian atas).
    Untuk menjawab mengapa air hujan berbentuk tetesan,karena pada saat terjadi hujan, tetes air yang semula berukuran besar, akan terpecah-pecah menjadi ukuran kecil karena adanya gaya gesek di udara.


Tinggalkan pesan








Alexander San Lohat













Postingan akan dikirim ke emailmu. Silahkan mendaftar.. Baca petunjuk penting setelah anda klik daftar.

Email
Nama