Gudang Ilmu Fisika Gratis

Intensitas bunyi, kenyaringan dan tingkat intensitas bunyi

Ketika gelombang merambat, gelombang tersebut memindahkan energi dari satu tempat ke tempat yang lain. Misalnya kita tinjau gelombang pada tali… Jika kita menggerakan tali naik turun secara teratur maka akan timbul gelombang yang merambat sepanjang tali tersebut… ketika merambat sepanjang tali, gelombang membawa atau memindahkan sejumlah energi dari satu bagian tali ke bagian tali yang lain. Energi pada tali sebenarnya merupakan energi kinetik dan energi potensial elastis yang dimiliki tali ketika berosilasi di sekitar posisi setimbang. Gelombang pada tali merupakan contoh gelombang satu dimensi…

Apabila kita membicarakan gelombang satu dimensi maka lebih penting jika kita membahas energi. Sebaliknya jika kita membicarakan gelombang tiga dimensi maka lebih penting jika kita membahas intensitas. Yang dimaksudkan dengan gelombang tiga dimensi adalah gelombang yang merambat ke segala arah. Misalnya gelombang bunyi… jika dirimu berbicara maka orang yang berada di depan, belakang, samping kiri, samping kanan, di atas atau di bawah ;) bisa mendengar pembicaraanmu. Hal ini dikarenakan gelombang bunyi merambat ke segala arah… ketika merambat, gelombang bunyi juga membawa sejumlah energi… btw, karena arah perambatan gelombang bunyi ke segala arah maka lebih penting jika kita membahas intensitas. Yang dimaksudkan dengan intensitas adalah energi yang dibawa oleh gelombang per satuan waktu, melalui satu satuan luas yang tegak lurus dengan arah perambatan gelombang. Energi per satuan waktu adalah daya karenanya bisa dikatakan bahwa intensitas merupakan daya yang dibawa oleh gelombang, melalui satu satuan luas yang tegak lurus dengan arah perambatan gelombang.

 

Intensitas bunyi

Untuk membantumu lebih memahami intensitas, kita andaikan sumber bunyi berada pada pusat sebuah bola. Dari pusat bola, gelombang bunyi akan merambat ke segala arah… Karena merambat ke segala arah maka arah perambatan gelombang bunyi pasti tegak lurus melewati setiap satuan luas permukaan bola tersebut. Ketika merambat, gelombang bunyi membawa energi… Energi yang dibawa oleh gelombang per satuan waktu, melalui satu satuan luas yang tegak lurus dengan arah perambatan gelombang dikenal dengan julukan intensitas. Karena energi per satuan waktu adalah daya maka bisa dikatakan bahwa intensitas merupakan daya yang dibawa oleh gelombang, melalui satu satuan luas yang tegak lurus dengan arah perambatan gelombang. Apabila sumber bunyi tersebut memancarkan gelombang bunyi secara seragam ke segala arah maka energi yang dibawa gelombang juga akan terbagi secara merata pada permukaan bola. Misalnya jari-jari bola adalah r, luas permukaan bola = L = 4phi r2 dan daya yang dibawa gelombang adalah P maka intensitas gelombang bisa dinyatakan melalui persamaan :

Dari persamaan ini tampak bahwa intensitas gelombang bunyi (I) berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (r2). Ini berarti semakin jauh suatu tempat dari sumber bunyi maka semakin kecil intensitas gelombang bunyi tersebut. Persamaan intensitas gelombang bunyi yang lebih mendetail sudah diturunkan dalam pokok bahasan energi, daya dan intensitas gelombang.

Satuan sistem internasional daya adalah Joule/detik. Nama lain dari Joule/detik adalah Watt (menghargai jasa om James watt). Sebaliknya satuan sistem internasional luas adalah meter kuadrat (m2). Dengan demikian, satuan sistem internasional Intensitas adalah watt per meter kuadrat (W/m2).

 

Kenyaringan dan tingkat intensitas

Kenyaringan menyatakan keras atau lembutnya bunyi… misalnya bunyi teriakan lebih keras dibandingkan dengan bisikan. Dalam hal ini bunyi teriakan lebih nyaring dibandingkan bunyi bisikan. Besaran fisika yang berkaitan langsung dengan kenyaringan adalah intensitas. Telinga manusia secara rata-rata bisa mendengar bunyi yang memiliki intensitas paling rendah sekitar 10-12 W/m2 (disebut juga ambang pendengaran. Intensitas di bawah ini tdk bisa didengar) dan paling tinggi sekitar 1 W/m2 (disebut juga ambang rasa sakit karena bunyi dengan intensitas sebesar ini menimbulkan rasa sakit bagi sebagian besar orang). Perhatikan bahwa jangkauan intensitas gelombang bunyi yang bisa didengar manusia dari intensitas terendah hingga tertinggi adalah sekitar 1012 W/m2 = 1 triliun W/m2. Sangat lebar…

Untuk menghasilkan bunyi yang kenyaringannya 2 kali lebih besar dibutuhkan bunyi yang intensitasnya sekitar 10 kali lipat. Misalnya bunyi yang intensitasnya 10-4 W/m2 terdengar 2 kali lebih nyaring dibandingkan dengan bunyi yang intensitasnya 10-5 W/m2. Bunyi yang intensitasnya 10-5 W/m2 terdengar 2 kali lebih nyaring dibandingkan dengan bunyi yang intensitasnya 10-6 W/m2. Bunyi yang intensitasnya 10-4 W/m2 terdengar 4 kali lebih nyaring dibandingkan dengan bunyi yang intensitasnya 10-6 W/m2.

Karena jangkauan intensitas yang bisa dideteksi oleh telinga sangat lebar (sekitar 1 triliun W/m2) dan kenyaringan bunyi yang didengar tidak berubah secara langsung terhadap intensitas tetapi mendekati logaritmik maka tingkat intensitas bunyi dinyatakan dengan skala logaritmik. Secara matematis, tingkat intensitas bunyi dinyatakan melalui persamaan :

Satuan sistem internasional untuk tingkat intensitas adalah desibel (dB). 10 desibel = 1 bel. Kata bel berasal dari nama Alexander Graham Bell (1847 – 1922), penemu telepon.

Contoh soal 1 :

Tentukan tingkat intensitas bunyi yang memiliki intensitas sebesar I = 10-12 W/m2.

Pembahasan :

Contoh soal 2 :

Tentukan tingkat intensitas bunyi yang memiliki intensitas sebesar I = 10-11 W/m2.

Pembahasan :

Contoh soal 3 :

Tentukan tingkat intensitas bunyi yang memiliki intensitas sebesar I = 10-10 W/m2.

Pembahasan :

Contoh soal 4 :

Tentukan tingkat intensitas bunyi yang memiliki intensitas sebesar I = 10-9 W/m2.

Pembahasan :

Dari beberapa contoh soal di atas tampak bahwa setiap penambahan intensitas sebesar faktor 10 (misalnya dari 10-12 ke 10-11) sama dengan penambahan tingkat intensitas sebesar 10 dB. Penambahan intensitas sebesar faktor 100 = 102 (misalnya dari 10-12 ke 10-10) sama dengan penambahan tingkat intensitas sebesar 20 dB. Penambahan intensitas sebesar faktor 1000 = 103 (misalnya dari 10-12 ke 10-9) sama dengan penambahan tingkat intensitas sebesar 30 dB. Dengan demikian, bunyi yang tingkat intensitasnya 40 dB, misalnya, adalah 10 kali lebih nyaring atau 10 kali lebih keras daripada bunyi yang tingkat intensitasnya 30 dB, 100 kali lebih keras dari bunyi yang tingkat intensitasnya 20 dB dan 100 kali lebih keras dari bunyi yang tingkat intensitasnya 10 dB. Dan seterusnya…  ;)

Berikut beberapa data intensitas dan tingkat intensitas bunyi dalam kehidupan sehari-hari…

Sumber bunyi Tingkat intensitas (dB) Keterangan
Ambang pendengaran 0 Ambang pendengaran
Bernapas normal,  Gemerisik dedaunan 10 Nyaris tak terdengar
Bisikan (rata-rata) 20 Sangat tenang
Perpustakaan yang tenang, radio yang pelan 40 tenang
Kantor yang tenang, mobil yang bunyinya tidak berisik 50
Pembicaraan biasa 65
Lalu lintas yang ramai 70
Kantor bising dengan mesin pabrik biasa 80 Bisa merusak pendengaran jika keseringan
Kereta api, truk berat 90
Kereta api (tua), sirine pada jarak 30 meter 100
Konser rock dalam ruangan, pesawat jet (jarak 60 meter). 120 Ambang rasa sakit
Senapan mesin 130

 

 

Referensi :

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I  (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penebit Erlangga.

Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.


Ada 11 Komentar

  • Gaby says:

    org2 yg ada di depan belakang, kiri dan kanan memang bs dengar, tp bknnya kalau suara kita keras atau cukup keras? lalu kenapa bila berupa bisikan ada kemungkinan bahwa suara kita tidak terdengar?

  • putra says:

    saya ingin bertanya masalah pada saat group band melakukan latihan di studio band. Bunyi itu kan gelombang yang merambat ke segala arah, namun dalam studio band adalah ruangan yang tertutup rapat dan hanya terlapisi seperti karpet penghambat suara. Mungkin hal tersebut dilakukan agar bunyi tidak terdengar oleh mereka yang berada diluar. Akan tetapi bagaimana dengan mereka yang sedang melakukan latihan band tersebut? bunyi itu akan langsung terdengar oleh mereka yang berada di dalam (gelombang bunyi akan masuk ke dalam telinga mereka). Masalahnya apakah pendengaran mereka akan tetap stabil mendengar bunyi band yang begitu keras saat melakukan latihan? dan apakah karpet lapisan penghambat suara itu cukup berpengaruh untuk mengurangi gelombang bunyi yang keras tersebut? Adakah cara lain selain melapisi karpet penghambat bunyi, untuk mengurangi bunyi yang cukup keras dalam studio band?

    • mariano says:

      biasanya tujuan pemasangan peredam suara adalah untuk menghindari gema yang mengganggu bunyi aslinya. Tetapi menurut saya mengurangi bunyi keras. Walaupun tentu saja ada tetapi tidak terlalu besar

    • dian says:

      kalo masalah studio kan yar g ganggu suara yang sli…
      kalo pen ngurangin gelombangnya mah gampang…
      kecilin aja suara sound nya…

      Beres kan…?
      hehehe…

  • suryani says:

    Thanks yach pak atas materi fisikanya….
    kalau boleh minta tolong kirimin juga dong’k materi fisika tentang listrik dinamis … thanks before,sir …???

  • Chandra says:

    Pada saat saya memukul meja dengan pelan (tidak keras) saya tidak mendengarkan bunyi tersebut, tetapi jika saya mendekatkan/merapatkan telinga saya ke meja saya dapat mendengar bunyi tersebut walaupun kecil. Mengapa ini dapat terjadi?

    • san says:

      bkn cuma itu… kalau kita berada di pinggir jalan misalnya, bunyi mobil terdengar dgn jelas atau bahkan sangat keras. Tp kalo posisi kita jauh dari jalan maka bunyi mobil bahkan tdk kita dengar. Sdh dijelaskan di atas chandra…
      kenyaringan atau keras lembutnya bunyi berkaitan dgn intensitas. intensitas sendiri berbanding terbalik dgn kadrat jarak.. Ini berarti kalau kita semakin jauh dari sumber bunyi maka intensitas bunyi semakin berkurang

  • desta says:

    mantap bro,,,
    nih br lngkap…

  • yosi says:

    kalau berbicara mengenai intensitas bunyi, apakah ada perbedaan antara intensitas bunyi yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup, misalnya saja seekor anjing… yang katanya bisa mendengar bunyi dengan intensitas yang lebih rendah dari yang dimiliki oleh manusia… nah, kira2 yang menyebabkan perbedaan intensitas itu apa ya guru…
    trims.

  • kezia says:

    makasih ya infox,,,,

  • pingky says:

    thanks info’a moga bermanfaat bagi nusa & bangsa


Tinggalkan pesan








Alexander San Lohat













Postingan akan dikirim ke emailmu. Silahkan mendaftar.. Baca petunjuk penting setelah anda klik daftar.

Email
Nama