Gudang Ilmu Fisika Gratis

Gerak Parabola alias Gerak Peluru

  • Wednesday Aug 27,2008 07:36 PM
  • By san
  • In Kinematika

Pengantar

Pada pokok bahasan Gerak Lurus, baik GLB, GLBB dan GJB, kita telah membahas gerak benda dalam satu dimensi, ditinjau dari perpindahan, kecepatan dan percepatan. Kali ini kita mempelajari gerak dua dimensi di dekat permukaan bumi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Pernakah anda menonton pertandingan sepak bola ? mudah-mudahan pernah walaupun hanya melalui Televisi. Gerakan bola yang ditendang oleh para pemain sepak bola kadang berbentuk melengkung. Mengapa bola bergerak dengan cara demikian ?

Selain gerakan bola sepak, banyak sekali contoh gerakan peluru/parabola yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya adalah gerak bola volly, gerakan bola basket, bola tenis, bom yang dijatuhkan, peluru yang dtembakkan, gerakan lompat jauh yang dilakukan atlet dan sebagainya. Anda dapat menambahkan sendiri. Apabila diamati secara saksama, benda-benda yang melakukan gerak peluru selalu memiliki lintasan berupa lengkungan dan seolah-olah dipanggil kembali ke permukaan tanah (bumi) setelah mencapai titik tertinggi. Mengapa demikian ?

Benda-benda yang melakukan gerakan peluru dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, benda tersebut bergerak karena ada gaya yang diberikan. Mengenai Gaya, selengkapnya kita pelajari pada pokok bahasan Dinamika (Dinamika adalah ilmu fisika yang menjelaskan gaya sebagai penyebab gerakan benda dan membahas mengapa benda bergerak demikian). Pada kesempatan ini, kita belum menjelaskan bagaimana proses benda-benda tersebut dilemparkan, ditendang dan sebagainya. Kita hanya memandang gerakan benda tersebut setelah dilemparkan dan bergerak bebas di udara hanya dengan pengaruh gravitasi. Kedua, seperti pada Gerak Jatuh Bebas, benda-benda yang melakukan gerak peluru dipengaruhi oleh gravitasi, yang berarah ke bawah (pusat bumi) dengan besar g = 9,8 m/s2. Ketiga, hambatan atau gesekan udara. Setelah benda tersebut ditendang, dilempar, ditembakkan atau dengan kata lain benda tersebut diberikan kecepatan awal hingga bergerak, maka selanjutnya gerakannya bergantung pada gravitasi dan gesekan alias hambatan udara. Karena kita menggunakan model ideal, maka dalam menganalisis gerak peluru, gesekan udara diabaikan.

 

Pengertian Gerak Peluru

Gerak peluru merupakan suatu jenis gerakan benda yang pada awalnya diberi kecepatan awal lalu menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya dipengaruhi oleh gravitasi.

Karena gerak peluru termasuk dalam pokok bahasan kinematika (ilmu fisika yang membahas tentang gerak benda tanpa mempersoalkan penyebabnya), maka pada pembahasan ini, Gaya sebagai penyebab gerakan benda diabaikan, demikian juga gaya gesekan udara yang menghambat gerak benda. Kita hanya meninjau gerakan benda tersebut setelah diberikan kecepatan awal dan bergerak dalam lintasan melengkung di mana hanya terdapat pengaruh gravitasi.

Mengapa dikatakan gerak peluru ? kata peluru yang dimaksudkan di sini hanya istilah, bukan peluru pistol, senapan atau senjata lainnya. Dinamakan gerak peluru karena mungkin jenis gerakan ini mirip gerakan peluru yang ditembakkan.

 

Jenis-jenis Gerak Parabola

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat beberapa jenis gerak parabola.

Pertama, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dengan sudut teta terhadap garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak gerakan benda yang berbentuk demikian. Beberapa di antaranya adalah gerakan bola yang ditendang oleh pemain sepak bola, gerakan bola basket yang dilemparkan ke ke dalam keranjang, gerakan bola tenis, gerakan bola volly, gerakan lompat jauh dan gerakan peluru atau rudal yang ditembakan dari permukaan bumi.

Kedua, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah. Beberapa contoh gerakan jenis ini yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, meliputi gerakan bom yang dijatuhkan dari pesawat atau benda yang dilemparkan ke bawah dari ketinggian tertentu.

Ketiga, gerakan benda berbentuk parabola ketika diberikan kecepatan awal dari ketinggian tertentu dengan sudut teta terhadap garis horisontal, sebagaimana tampak pada gambar di bawah.

Menganalisis Gerak Parabola

Bagaimana kita menganalisis gerak peluru ? Eyang Galileo telah menunjukan jalan yang baik dan benar. Beliau menjelaskan bahwa gerak tersebut dapat dipahami dengan menganalisa komponen-komponen horisontal dan vertikal secara terpisah. Gerak peluru adalah gerak dua dimensi, di mana melibatkan sumbu horisontal dan vertikal. Jadi gerak parabola merupakan superposisi atau gabungan dari gerak horisontal dan vertikal. Kita sebut bidang gerak peluru sebagai bidang koordinat xy, dengan sumbu x horisontal dan sumbu y vertikal. Percepatan gravitasi hanya bekerja pada arah vertikal, gravitasi tidak mempengaruhi gerak benda pada arah horisontal.

Percepatan pada komponen x adalah nol (ingat bahwa gerak peluru hanya dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Pada arah horisontal atau komponen x, gravitasi tidak bekerja). Percepatan pada komponen y atau arah vertikal bernilai tetap (g = gravitasi) dan bernilai negatif /-g (percepatan gravitasi pada gerak vertikal bernilai negatif, karena arah gravitasi selalu ke bawah alias ke pusat bumi).

Gerak horisontal (sumbu x) kita analisis dengan Gerak Lurus Beraturan, sedangkan Gerak Vertikal (sumbu y) dianalisis dengan Gerak Jatuh Bebas.

Untuk memudahkan kita dalam menganalisis gerak peluru, mari kita tulis kembali persamaan Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Jatuh Bebas (GJB).

Sebelum menganalisis gerak parabola secara terpisah, terlebih dahulu kita amati komponen Gerak Peluru secara keseluruhan.

Pertama, gerakan benda setelah diberikan kecepatan awal dengan sudut teta terhadap garis horisontal.

Kecepatan awal (vo) gerak benda diwakili oleh v0x dan v0y. v0x merupakan kecepatan awal pada sumbu x, sedangkan v0y merupakan kecepatan awal pada sumbu y. vy merupakan komponen kecepatan pada sumbu y dan vx merupakan komponen kecepatan pada sumbu x. Pada titik tertinggi lintasan gerak benda, kecepatan pada arah vertikal (vy) sama dengan nol.

 

Kedua, gerakan benda setelah diberikan kecepatan awal pada ketinggian tertentu dengan arah sejajar horisontal.

Kecepatan awal (vo) gerak benda diwakili oleh v0x dan v0y. v0x merupakan kecepatan awal pada sumbu x, sedangkan Kecepatan awal pada sumbu vertikal (voy) = 0. vy merupakan komponen kecepatan pada sumbu y dan vx merupakan komponen kecepatan pada sumbu x.

Menganalisis Komponen Gerak Parabola secara terpisah

Sekarang, mari kita turunkan persamaan untuk Gerak Peluru. Kita nyatakan seluruh hubungan vektor untuk posisi, kecepatan dan percepatan dengan persamaan terpisah untuk komponen horisontal dan vertikalnya. Gerak peluru merupakan superposisi atau penggabungan dari dua gerak terpisah tersebut

Komponen kecepatan awal

Terlebih dahulu kita nyatakan kecepatan awal untuk komponen gerak horisontal v0x dan kecepatan awal untuk komponen gerak vertikal, v0y.

Catatan : gerak peluru selalu mempunyai kecepatan awal. Jika tidak ada kecepatan awal maka gerak benda tersebut bukan termasuk gerak peluru. Walaupun demikian, tidak berarti setiap gerakan yang mempunyai kecepatan awal termasuk gerak peluru

Karena terdapat sudut yang dibentuk, maka kita harus memasukan sudut dalam perhitungan kecepatan awal. Mari kita turunkan persamaan kecepatan awal untuk gerak horisontal (v0x) dan vertikal (v0y) dengan bantuan rumus Sinus, Cosinus dan Tangen. Dipahami dulu persamaan sinus, cosinus dan tangen di bawah ini.

Berdasarkan bantuan rumus sinus, cosinus dan tangen di atas, maka kecepatan awal pada bidang horisontal dan vertikal dapat kita rumuskan sebagai berikut :

Keterangan : v0 adalah kecepatan awal, v0x adalah kecepatan awal pada sumbu x, v0y adalah kecepatan awal pada sumbu y, teta adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positip.

Kecepatan dan perpindahan benda pada arah horisontal

Kita tinjau gerak pada arah horisontal atau sumbu x. Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, gerak pada sumbu x kita analisis dengan Gerak Lurus Beraturan (GLB). Karena percepatan gravitasi pada arah horisontal = 0, maka komponen percepatan ax = 0. Huruf x kita tulis di belakang a (dan besaran lainnya) untuk menunjukkan bahwa percepatan (atau kecepatan dan jarak) tersebut termasuk komponen gerak horisontal atau sumbu x. Pada gerak peluru terdapat kecepatan awal, sehingga kita gantikan v dengan v0.

Dengan demikian, kita akan mendapatkan persamaan Gerak Peluru untuk sumbu x :

Keterangan : vx adalah kecepatan gerak benda pada sumbu x, v0x adalah kecepatan awal pada sumbu x, x adalah posisi benda, t adalah waktu tempuh, x0 adalah posisi awal. Jika pada contoh suatu gerak peluru tidak diketahui posisi awal, maka silahkan melenyapkan x0.

Perpindahan horisontal dan vertikal

Kita tinjau gerak pada arah vertikal atau sumbu y. Untuk gerak pada sumbu y alias vertikal, kita gantikan x dengan y (atau h = tinggi), v dengan vy, v0 dengan voy dan a dengan -g (gravitasi). Dengan demikian, kita dapatkan persamaan Gerak Peluru untuk sumbu y :

Keterangan : vy adalah kecepatan gerak benda pada sumbu y alias vertikal, v0y adalah kecepatan awal pada sumbu y, g adalah gravitasi, t adalah waktu tempuh, y adalah posisi benda (bisa juga ditulis h), y0 adalah posisi awal.

Berdasarkan persamaan kecepatan awal untuk komponen gerak horisontal v0x dan kecepatan awal untuk komponen gerak vertikal, v0y yang telah kita turunkan di atas, maka kita dapat menulis persamaan Gerak Peluru secara lengkap sebagai berikut :

Setelah menganalisis gerak peluru secara terpisah, baik pada komponen horisontal alias sumbu x dan komponen vertikal alias sumbu y, sekarang kita menggabungkan kedua komponen tersebut menjadi satu kesatuan. Hal ini membantu kita dalam menganalisis Gerak Peluru secara keseluruhan, baik ditinjau dari posisi, kecepatan dan waktu tempuh benda. Pada pokok bahasan Vektor dan Skalar telah dijelaskan teknik dasar metode analitis. Sebaiknya anda mempelajarinya terlebih dahulu apabila belum memahami dengan baik.

Persamaan untuk menghitung posisi dan kecepatan resultan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Pertama, vx tidak pernah berubah sepanjang lintasan, karena setelah diberi kecepatan awal, gerakan benda sepenuhnya bergantung pada gravitasi. Nah, gravitasi hanya bekerja pada arah vertikal, tidak horisontal. Dengan demikian vx bernilai tetap.

Kedua, pada titik tertinggi lintasan, kecepatan gerak benda pada bidang vertikal alias vy = 0. pada titik tertinggi, benda tersebut hendak kembali ke permukaan tanah, sehingga yang bekerja hanya kecepatan horisontal alias vx, sedangkan vy bernilai nol. Walaupun kecepatan vertikal (vy) = 0, percepatan gravitasi tetap bekerja alias tidak nol, karena benda tersebut masih bergerak ke permukaan tanah akibat tarikan gravitasi. jika gravitasi nol maka benda tersebut akan tetap melayang di udara, tetapi kenyataannya tidak teradi seperti itu.

Ketiga, kecepatan pada saat sebelum menyentuh lantai biasanya tidak nol.

 

Pembuktian Matematis Gerak Peluru = Parabola

Sekarang Gurumuda ingin menunjukkan bahwa jalur yang ditempuh gerak peluru merupakan sebuah parabola, jika kita mengabaikan hambatan udara dan menganggap bahwa gravitasi alias g bernilai tetap. Untuk menunjukkan hal ini secara matematis, kita harus mendapatkan y sebagai fungsi x dengan menghilangkan/mengeliminasi t (waktu) di antara dua persamaan untuk gerak horisontal dan vertikal, dan kita tetapkan x0 = y0 = 0.

Kita subtitusikan nilai t pada persamaan 1 ke persamaan 2

 

 

 

Dari persamaan ini, tampak bahwa y merupakan fungsi dari x dan mempunyai bentuk umum

y = ax – bx2

Di mana a dan b adalah konstanta untuk gerak peluru tertentu. Persamaan ini merupakan fungsi parabola dalam matematika.

 

Petunjuk Penyelesaian Masalah-Soal Untuk Gerak Peluru

Pertama, baca dengan teliti dan gambar sebuah diagram untuk setiap soal yang diberikan. tapi jika otakmu mirip Eyang Einstein, gambarkan saja diagram tersebut dalam otak.

Kedua, buat daftar besaran yang diketahui dan tidak diketahui.

Ketiga, analisis gerak horisontal (sumbu x) dan vertikal (sumbu y) secara terpisah. Jika diketahui kecepatan awal, anda dapat menguraikannya menjadi komponen-konpenen x dan y.

Keempat, berpikirlah sejenak sebelum menggunakan persamaan-persamaan. Gunakan persamaan yang sesuai, bila perlu gabungkan beberapa persamaan jika dibutuhkan.

 

Contoh Soal 1 :

David Bechkam menendang bola dengan sudut 30o terhadap sumbu x positif dengan kecepatan 20 m/s. Anggap saja bola meninggalkan kaki Beckham pada ketinggian permukaan lapangan. Jika percepatan gravitasi = 10 m/s2, hitunglah :

a) Tinggi maksimum

b) waktu tempuh sebelum bola menyentuh tanah

c) jarak terjauh yang ditempuh bola sebelum bola tersebut mencium tanah

d) kecepatan bola pada tinggi maksimum

e) percepatan bola pada ketinggian maksimum

 

Panduan Jawaban :

Soal ini terkesan sulit karena banyak yang ditanyakan. Sebenarnya gampang, jika kita melihat dan mengerjakannya satu persatu-satu.

Karena diketahui kecepatan awal, maka kita dapat menghitung kecepatan awal untuk komponen horisontal dan vertikal.

a) Tinggi maksimum (y)

Jika ditanyakan ketinggian maksimum, maka yang dimaksudkan adalah posisi benda pada sumbu vertikal (y) ketika benda berada pada ketinggian maksimum alias ketinggian puncak. Karena kita menganggap bola bergerak dari permukaan tanah, maka yo = 0. Kita tulis persamaan posisi benda pada gerak vertikal

Bagaimana kita tahu kapan bola berada pada ketinggian maksimum ? untuk membantu kita, ingat bahwa pada ketinggian maksimum hanya bekerja kecepatan horisontal (vx) , sedangkan kecepatan vertikal (vy) = 0. Karena vy = 0 dan percepatan gravitasi diketahui, maka kita gunakan salah satu gerak vertikal di bawah ini, untuk mengetahui kapan bola berada pada tinggian maksimum.

Berdasarkan perhitungan di atas, bola mencapai ketinggian maksimum setelah bergerak 1 sekon. Kita masukan nilai t ini pada persamaan y

Ketinggian maksimum yang dicapai bola adalah 5 meter. Gampang khan ?

 

b) Waktu tempuh bola sebelum menyentuh permukaan tanah

Ketika menghitung ketinggian maksimum, kita telah mengetahui waktu yang diperlukan bola untuk mencapai ketinggian maksimum. Sekarang, yang ditanyakan adalah waktu tempuh bola sebelum menyentuh permukaan tanah. Yang dimaksudkan di sini adalah waktu tempuh total ketika benda melakukan gerak peluru.

Untuk menyelesaikan soal ini, hal pertama yang perlu kita ingat adalah ketika menyentuh permukaan tanah, ketinggian bola dari permukaan tanah (y) = 0. sekali lagi ingat juga bahwa kita menanggap bola bergerak dari permukaan tanah, sehingga posisi awal bola alias y0 = 0.

Sekarang kita tuliskan persamaan yang sesuai, yaitu

Waktu tempuh total adalah 2 sekon.

Sebenarnya kita juga bisa menggunakan cara cepat. Pada bagian a), kita sudah menghitung waku ketika benda mencapai ketinggian maksimum. Nah, karena lintasan gerak peluru berbentuk parabola, maka kita bisa mengatakan waktu tempuh benda untuk mencapai ketinggian maksimum merupakan setengah waktu tempuh total. Dengan kata lain, ketika benda berada pada ketinggian maksimum, maka benda tersebut telah melakukan setengah dari keseluruhan gerakan. Cermati gambar di bawah ini sehingga anda tidak kebingungan. Dengan demikian, kita bisa langsung mengalikan waktu tempuh bola ketika mencapai ketinggian maksimum dengan 2, untuk memperoleh waktu tempuh total.

c) Jarak terjauh yang ditempuh bola sebelum bola tersebut mencium tanah

Jika ditanya jarak tempuh total, maka yang dimaksudkan di sini adalah posisi akhir benda pada arah horisontal (atau s pada gambar di atas). Soal ini gampang, tinggal dimasukkan saja nilainya pada persamaan posisi benda untuk gerak horisontal atau sumbu x. karena kita menghitung jarak terjauh, maka waktu (t) yang digunakan adalah waktu tempuh total.

d) kecepatan bola pada tinggi maksimum

Pada titik tertinggi, tidak ada komponen vertikal dari kecepatan. Hanya ada komponen horisontal (yang bernilai tetap selama bola melayang di udara). Dengan demikian, kecepatan bola pada pada tinggi maksimum adalah :

e) percepatan bola pada ketinggian maksimum

Pada gerak peluru, percepatan yang bekerja adalah percepatan gravitasi yang bernilai tetap, baik ketika bola baru saja ditendang, bola berada di titik tertinggi dan ketika bola hendak menyentuh permukaan tanah. Percepatan gravitasi (g) berapa ? jawab sendiri ya…

 

Contoh soal 2 :

Seorang pengendara sepeda motor yang sedang mabuk mengendarai sepeda motor melewati tepi sebuah jurang yang landai. Tepat pada tepi jurang kecepatan motornya adalah 10 m/s. Tentukan posisi sepeda motor tersebut, jarak dari tepi jurang dan kecepatannya setelah 1 detik.

Panduan Jawaban :

Kita memilih titik asal koordinat pada tepi jurang, di mana xo = yo = 0. Kecepatan awal murni horisontal (tidak ada sudut), sehingga komponen-komponen kecepatan awal adalah :

soal gerak parabola-1

Di mana letak sepeda motor setelah 1 detik ? setelah 1 detik, posisi sepeda motor dan pengendaranya pada koordinat x dan y adalah sbb (xo dan yo bernilai nol) :

x = xo + vox t = (10 m/s)(1 s) = 10 m

 

y = yo + (vo sin teta) t – ½ gt2

y = – ½ gt2

y = – ½ (10 m/s2)(1 s)2

y = – 5 m

 

Nilai negatif menunjukkan bahwa motor tersebut berada di bawah titik awalnya.

soal gerak parabola-2

 

Berapa jarak motor dari titik awalnya ?

Berapa kecepatan motor pada saat t = 1 s ?

vx = vox = 10 m/s

vy = -gt = -(10 m/s2)(1 s) = -10 m/s

 

soal gerak parabola-3

 

soal gerak parabola-4

Setelah bergerak 1 sekon, sepeda motor bergerak dengan kecepatan 14,14 m/s dan berada pada 45o terhadap sumbu x positif.

 

 

Referensi :

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Halliday dan Resnick. 1991. Fisika Jilid I  (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (Terjemahan). Jakarta : Penebit Erlangga.

Young, Hugh D. & Freedman, Roger A. 2002. Fisika Universitas  (Terjemahan). Jakarta : Penerbit Erlangga.


Ada 56 Komentar

  • rezki says:

    Sangat membantu. Saya bercita-cita buat situs serupa. tapi karena udah ada, boleh ga ngasi masukan? kalo saya suka bacanya, tapi seandainya saya masih berusia 15-18 tahun (mengingat psikologis anak2 usia sgitu), kayaknya malah boring. alasannya, terlalu banyak huruf dan kepanjangan juga rumus2. mrk malah males bacanya.
    maap ya pak/bu hanya sekedar masukan. tapi seandainya segmentasi web ini bukan dikhususkan berusia segitu, ini sangat baik dan bermanfaat dan sarat informasi. makasih.

    Makasih atas masukannya…. saya sengaja memuat semua proses penurunan rumus-rumus dengan tujuan siswa mengerti dari mana asal rumus tersebut dan bagaimana proses penurunannya…. bagaimanapun kenyataan selama ini, kebanyakan siswa hanya menghafal rumus tanpa pernah mengetahui dari mana asal rumus-rumus tersebut.

    Untuk jangka pendek, mungkin ini baik, tapi untuk jangka panjang, cara belajar demikian akan mempersulit siswa sendiri. untuk mengurangi kejenuhan, saya coba menyelipkan humor singkat….

    Terima kasih ya atas masukannya, saya sangat membutuhkan masukan seperti itu. Saran anda sangat baik, tapi kehadiran web ini justru dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan saya atas berbagai materi fisika yang hanya berisi ringkasan-ringkasan. penulisan materi fisika yang demikian pada akhinya hanya menggiring siswa menghafal rumus, tetapi tidak memahami dengan baik konsep2 dasar fisika.

    Untuk soal hitungan, pada akhirnya memang yang digunakan hanya rumus final hasil penurunan, tapi alangkah baiknya jika para siswa juga mengetahui bagaimana proses penurunan rumus tersebut :)

  • Evan L.A. says:

    Wah.. Ulasan ttg Gaya Parabolanya simpel dan gampang dimengerti.. Moga” besok remed sukses.. Trims atas ulasannya ^^

  • Rifqi ilzami khoiri says:

    mas besok nih kan uts fisika!za dmoga-moga saya besok ujian terus dapat predikat jayyid jiddan (kayak di alazhar aja)

  • Dendhy says:

    mas, yg fisika untuk Universitas ada g’?

    btw, makasih ulasan gerak parabolanya…
    sy lagi nyari tugas dinamika dan statiska, dan nemu disini…

  • Woow… gampang dimengerti…
    aku nya padahal kirain gerak parabola itu susah krn di buku byk rumus n teori nya.
    But stlh baca dr web ni, aku malah nganggap gerak parabola mudah..^^
    Thx ya Gurumuda…
    Oh iya, saya mau tanya soal “contoh soal 2″..
    Kok y=yot+vo cos @. t – 1/2gtkuadrat
    hasilnya kan = -1/2gtkuadrat = – 1/2 (10)(1)kuadrat = -5m… kok jawaban gurumuda -50??
    Balas ke e-mail saya yah..^^ bgg ni..

    Hehe..
    SUKSES SELALU…!

  • aswani says:

    salam kak.
    kak, aswani minta tlg kk kirimkan soal2 besrta jawabannya tentang gerak peluru/gerak parabola ya!
    terimakasih.

  • Mr.xxxxx says:

    tolong Kerjain kalau Bisa, nih tugas dr ibu guru
    1. seorang pemain ski melompat dgn sudut 37derajat dgn laju V awal=10 m/s, kemudian mendarat & menempuh jarak L pd bidang miring. jika sudut kemiringan bidang 45 derajat maka tentukan jarak L yang di tempuh

  • aghits says:

    kenapa sudut 45 drjt merupakan sdt yg baik saat menendang bola agar menghasilkan tendangan yang max?

  • aghits says:

    kenapa sudut 45 drjt merupakan sdt yg baik saat menendang bola agar menghasilkan tendangan yang max?apa alasanya?bagaimana jika menggunakan rumus fisikanya?

    • san says:

      Menentukan selang waktu total :
      x = (vox)t
      t = x/vox ——- persamaan 1

      selang waktu total juga bisa dihitung menggunakan persamaan ini :
      y = (voy)t – 1/2 (g)(t)(t)

      y = 0 (ketika tiba di tanah, jarak vertikal = 0)
      (voy)t = 1/2 (g)(t)(t)
      (voy) = 1/2 (g)(t)
      t = 2(voy)/g ——– persamaan 2

      selang waktu (t) sama

      t = t
      x/vox = 2(voy)/g
      x = 2(voy)(vox) / g

      vox = vo cos teta
      voy = vo sin teta

      x = 2(vo sin teta)(vo cos teta) / g

      sin teta cos teta = sin 2 teta

      x = 2(vo)(vo) sin 2 teta / g

      sin 2 teta bernilai maksimum (1) kalau teta = 45
      sin 2(45) = sin 90 = 1

      agar jarak horisontal atau terjauh maksimum, maka teta = 45

  • anja arowana says:

    terima kasih pak, saya lebih mengerti bab ini dan benar2 memahami apa yang ada di buku peljran saya. sebelumnya saya nangis2 tidak ngerti sama sekali. tersangkut untuk mencari nilai t nya. makasih buanget pak.

  • ai nenden says:

    pak , kakak gurumuda ..apa aja deh . Bgini nih aku bngung ada satu soal , check this , sir

    azka sedang mlempar bola kpada tmannya dibalik pagar yang tingginya 3 m. jrak horizontal pgar thd azka adalah 3,6 m. bola dilempar dgn klajuan 8 m/s dgn sdut elevasi 30 . tinggi posisi tangan azka saat mlempar dan tinggi posisi tangan temannya saat mnerima bola yaitu 1,5 m. Dit : jarak tman azka thd pagar agar bisa menangkap bola dengan tepat !

    mungkin aku maunya ngrjain sndiri .. jadinya kakak kasih aku cara yg mana yg harus aku pake . trus aku bingung 1,5 m itu apanya sih kak ??
    bantu aku ya kak . thx a lot . ^^

  • san says:

    Selang waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai posisi pagar :
    x = (vox)t
    vox = vo cos teta = (8 m/s)(cos 30o)
    vox = (8 m/s)(0,87) = 7 m/s
    (3,6 m) = (7 m/s)t
    t = 3,6 m : 7 m/s = 0,5 sekon

    Sekarang kita hitung ketinggian yang dicapai bola ketika mencapai posisi pagar atau bola telah bergerak sejauh 3,6 meter atau bola telah bergerak selama 0,5 sekon :
    y = (voy)t – ½ gt2
    voy = vo sin teta = (8 m/s)(sin 30o) = = (8 m/s)(0,5) = 4 m/s
    y = (4 m/s)(0,5 s) – ½ (9,8 m/s2)(0,5 s)2
    y = (2 m) – (4,9 m/s2)(0,25 s2)
    y = (2 m) – (1 m)
    y = 1 m

    y pagar = 1,5 m (diukur dari posisi tangan anak tersebut)
    Setelah bergerak selama 0,5 sekon atau setelah bergerak sejauh 3,6 meter atau ketika tiba di posisi pagar, bola hanya mencapai ketinggian 1 meter (diukur dari posisi tangan). Pagar tingginya 1,5 meter (diukur dari posisi tangan).

    Pagarnya pagar tembok atau pagar apa ?

    Kalo pagar tembok, anak tersebut tidak bisa menangkap bola. Bola mental karena terhalang tembok…
    Penyelesaian ini hanya berlaku seandainya kita menduga anak tersebut berdiri dibalik tembok…. Temboknya dirobohkan dulu biar dia bisa nangkap bola atau dia bisa minta aska untuk mengubah sudut lemparan atau menambah kecepatan awal.

    Tapi kalau dia tidak mau merobohkan tembok maka di bisa loncat tembok menuju posisi temannya. Nah, gimana kalau dia loncat tembok dan berdiri di dekat temannya ?
    Ini mikir sendiri ya…

    Seandainya pagarnya bolong-bolong, hitung sendiri ya…

    Hitung selang waktu total bola di udara, setelah itu gunakan persamaan posisi untuk menghitung posisi anak dari pagar.

  • san says:

    peluru ditembakkan ke ats dgn kcptn awl 1,4 x 10 pngkt 3 m/s dan mngenai ssaran yg jrak mendtarnya 2x 10 pngkat 5 m/s. bila g=9,8. hitunglah sudut elevasinya??gmana cranya?????ks tau donk???????

    • san says:

      jrak mendtarnya 2x 10 pngkat 5 m/s ? kalo jarak satuannya m, bukan m/s

      ayu itung dulu kecepatan awal pada arah horisontal.
      s = (vox)(t)
      vox = s /t

      t = …. ?

      h = 0 (setelah bergerak ke atas, peluru kembali ke permukaan bumi jadi h = 0)

      h = (voy) t – 1/2 gt2
      0 = (voy) t – 1/2 gt2
      voy) t = 1/2 gt2

      gunakan persamaan ini untuk menghitung t

      setelah dapat t, masukkan ke persamaan vox = s /t

      setelah dapat vox, cari sudut elevasinya

      tangen teta = voy / vox

  • aufar says:

    trims kak gurumuda….saya mendapat pencerahan setelah membaca penjelasan kakak….mudah2an selalu suikses…..

  • Tegar says:

    pak saya masih bingung dengan parabola, saya mendapat contoh tugas seperti ini :
    Seekor Anjing akan melompat melewati sebuah saluran air yang lebarnya 2 m. Beda ketinggian pada kedua sisi saluran air 20 cm. Jika g = 10 ms-2, kecepatan minimum lompatan anjing agar dapat tiba di seberang dgn selamat adlah….

    trims pak, saya tunggu blsan’y yaa…

  • Ludhy Frengki says:

    thankz… atas materinya, sangat membantu saya untuk dapat memahami dan mengerjakan soal-soal tentang gerak parabola (peluru)………… thankzzzz jga atas referensinya, sangat membantu…….

  • Utii utii pratama says:

    Aduuh_
    saya masiH aj ga ngerti,
    qlo pMbhsn diats saya mgerti,, tP jika dbri s0al lg blm tntU saya bs mgrjakan ny krn rumus ny kbykn bingung mau Pakai yg mana?

    guru muda?apa s0lusiny?

  • D hara says:

    Ajari gerak parabola dönk…

  • vito says:

    met sore boss maaf ggu……….
    mau nanya masalah fisika neeee
    boleh gak ?????????????????

  • sodik says:

    saya sangat suka pakl!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  • mega says:

    mksih pak , brkat materi yang bapak brikan saya bsa mngerjakn tugas saya dengan mudah . . . .

  • ijal says:

    assalamu’alaikum wr.wb/salam sejahtera bagi kita semua. Gini pak, ada gak hubungan penguasaan gerak peluru dengan penguasaan fungsi kuadrat. Bagaimana hubungannya?

  • nurjanah says:

    makasih pak bwt materinya,bisa bantu saya untuk bikin makalah

  • iqa says:

    rumus-rumus apa saja yang harus ada bila kita ingin membuat simulasi meriam menembak sasaran, dengan catatan meriam terletak ditanah. makasih

  • vincent says:

    wew…. Materi ini cukup membantu saya dalam memahami gerak parabola ini. Tapi saya bingung, misalnya sebuah benda meluncur pada ketinggian 120 meter, apakah koordinat x dan y mula2nya 0??

  • rendy says:

    lebih di perbanyak isi dan pembelajarannya…

  • perbanyak artikel na ya..
    thx banget sebelum na..

  • latifah hanum.HM says:

    terimakasih suddah bantuin tugas tifah…

  • Nanang says:

    thanks banget…jadi bahan referensi buat quiz besok…
    minta izin di sebarkan melalui blog saya…

  • Vadhz says:

    Pak, kalau jenis gerak horizontal yang ke-3 yang dilempar dari ketinggian h dengan sudut tertentu terhadap horizontal gimana pak? mohon bimbingannya

  • Partogi Hutagalung says:

    Setelah membaca artikel yang Bapak buat akhirnya saya bisa mengerjakan tugas kuliah saya, yaitu Fisika1. Terima kasih banyak. Tuhan memberkati.

  • Lukas says:

    Thnks bapak berkat website ini saya bisa ngerjain tugas praktikum FISIKA

  • titis says:

    trima kasih pak,,,,,anda telah menyelamatkan saya,,,,

  • Ari Maulana says:

    Bertanya…
    pada contoh soal no, 1… pertanyaan d…

    disitu ditanyakan percepatan bola pada ketinggian maksimum…
    nah saya bingung disitu… kan kalo percepatan itu terjadi akibat adanya perubahan arah… nah disitu arahnya ke arah horizontal… trus klo gitu kan resultan arah percepatannya jadi ke kanan kan??? kok besarnya percepatan malah percepatan gravitasi???

    mohon yang punya lilin… berilah daku pencerahan…

  • metri says:

    Pak…
    apakah materi pembelajarannya hanya disajikan melalui E-book saja??
    Apakah materi-materi yang Bapak berikan, jg disajikan pada buku??
    Sebab saya ingin membeli bukunya..

  • Rasya says:

    Terimakasih pak atas materi-materi yang bapak berikan, dengan begini saya bisa mengerjakan soal-soal yang susah.

  • ahmad sehah says:

    terimakasih ya pak ,saya tambah ingat lagi
    mudah mudah bermanfaat

  • nisa kairunnisa says:

    trimakasih ya pak pembahasannya..sangat membantu saya……

  • Ita foryana says:

    Thanks yah pak…
    Materi ini sgat membntu saya dalam
    myelesaikan tugas saya…
    Salam fisika..!

  • oshin hutagalung says:

    makasih yah pak,,
    materi ini membantu saya dalam menyelesaikan tugas makalah saya mengenai gerak peluru…

  • Arga says:

    Sepertinya masih ada kesalahan tuh….
    pada soal nomer 1.c ditanyakan “jarak terjauh yang ditempuh bola sebelum bola tersebut mencium tanah”.
    tp jawabannya masak cuma segitu…
    kurang deh kayakna…

    untuk menghitung jarak terjauh, tidak cuma bergantung terhadap variabel kecepatan (v) sm variabel waktu (t).
    tapi juga bergantung sama variabel sudut.
    apalagi di soal juga disebutkan sudutnya 30 derajat.

    klo versi saya sih jawabannya Xmaks= 10 m.

    Hehe, kmarin wktu kuliah classical mechanics. dosenx flashback ke masalah gerak peluru kayak gini nih….

  • Arga says:

    tambahan lagi,
    jawaban anda untuk soal 1.c hanya berlaku jika kasusnya 1 dimensi.
    Tapi di soal kan disebutkan bola meninggalkan tanah dengan sudut 30 derajat.
    Jadi udah clear banget klo kasusnya 2 dimensi bukan 1 dimensi.

  • dwi astuti says:

    terimakasiiiihhh pak, tugas fisika walaupun dadakan alhamdulillah lancar…

  • Marisa . Theana says:

    makasih banyak ya pak. Tugas fisika saya yang paling rumit saya pelajarii yaitu gerak parabola tapi karena bantuan materi dan petunjuk TUHAN akhirnya saya bisa kerja . Makasih ya pak

  • Andika Putra R says:

    pak guru, kalo sempet jawab ya…
    soal ke dua yang pengendara mabuk. Kok y=yo + voy.t – 1/2 g.t^2 , kan pengendaranya jatuh berarti searah dengan gaya grafitasi, kok itu dikurang.

    Kalo bisa jawab ke email saya ya, kalo ga bisa ga usah, trims sebelumnya.. ^^


Tinggalkan pesan








Alexander San Lohat













Postingan akan dikirim ke emailmu. Silahkan mendaftar.. Baca petunjuk penting setelah anda klik daftar.

Email
Nama